Era Baru Birokrasi Semarang: Handi Priyanto Resmi Dilantik sebagai Sekda Definitif

Aris Munandar | ZonaKabar
18 Mei 2026, 19:43 WIB
Era Baru Birokrasi Semarang: Handi Priyanto Resmi Dilantik sebagai Sekda Definitif

ZonaKabar — Suasana khidmat menyelimuti Balai Kota (Balkot) Semarang pada Senin pagi, 18 Mei 2026. Di bawah langit Semarang yang cerah, sebuah tonggak sejarah baru dalam administrasi pemerintahan Ibu Kota Jawa Tengah resmi dipancangkan. Handi Priyanto, seorang aparatur sipil negara (ASN) berpengalaman yang sebelumnya berkiprah di Pemerintah Kota Malang, kini resmi menyandang amanah sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kota Semarang.

Pelantikan ini bukan sekadar seremoni rutin pergantian pejabat. Kehadiran Handi Priyanto di posisi puncak karier birokrasi daerah ini menandai berakhirnya masa transisi kepemimpinan administratif di lingkungan Pemerintah Kota Semarang. Langkah ini diharapkan mampu membawa stabilitas dan akselerasi dalam setiap kebijakan pembangunan yang tengah digenjot oleh pemerintah setempat.

Proses Seleksi yang Ketat dan Transparan

Perjalanan Handi Priyanto menuju kursi Sekda Semarang dilalui dengan proses yang tidak mudah. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa jabatan ini diraih melalui mekanisme seleksi terbuka atau yang sering dikenal dengan istilah lelang jabatan. Proses ini dirancang sedemikian rupa untuk menjaring sosok yang benar-benar kompeten dan memiliki visi yang sejalan dengan arah pembangunan kota.

Baca Juga Tragedi Atap Ambruk di Banaran Klaten: Ibu dan Anak Terluka, Waspadai Ancaman Material Bangunan Lapuk
Tragedi Atap Ambruk di Banaran Klaten: Ibu dan Anak Terluka, Waspadai Ancaman Material Bangunan Lapuk

Dalam tahap akhir seleksi, Handi harus bersaing ketat dengan dua kandidat internal terbaik dari Pemkot Semarang, yakni Bambang Pramusinto dan Budi Prakosa. Ketiganya merupakan putra-putra terbaik birokrasi yang memiliki rekam jejak mumpuni. Namun, berdasarkan penilaian komprehensif dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan tim penguji, Handi Priyanto berhasil meraih skor tertinggi di berbagai parameter evaluasi.

“Kita membuat pendaftaran terbuka. Sehingga proses seleksinya itu benar-benar terbuka bagi siapa saja yang memenuhi syarat. Semua orang boleh mendaftar, bahkan mereka yang masih berada di jenjang eselon III sekalipun kami beri kesempatan untuk berkompetisi secara sehat,” ujar Agustina Wilujeng saat ditemui oleh tim liputan Berita Semarang usai prosesi pelantikan.

Mengakhiri Era Penjabat (PJ) Sekda

Agustina Wilujeng mengungkapkan rasa syukurnya atas pelantikan ini. Baginya, memiliki seorang Sekda definitif adalah kebutuhan mendesak untuk menjaga ritme kerja pemerintahan yang lebih solid. Selama ini, kekosongan jabatan definitif diisi oleh seorang Penjabat (PJ), yang meski memiliki fungsi serupa, tetap memiliki keterbatasan dalam hal kewenangan jangka panjang dan fokus kerja.

Baca Juga Tragedi Sunyi di Lereng Sindoro: Satu Keluarga Asal Semarang Tewas Mengenaskan Saat Kamping di Posong
Tragedi Sunyi di Lereng Sindoro: Satu Keluarga Asal Semarang Tewas Mengenaskan Saat Kamping di Posong

“Saya merasa pekerjaan saya menjadi jauh lebih ringan sekarang karena sudah ada Sekda definitif. Tidak ada lagi status PJ. Kalau PJ itu kan fokusnya sering terbagi; separuh tugasnya di pos asalnya, separuh lagi mengurus tugas Sekda. Dengan adanya Pak Handi, energi birokrasi kita kini bisa terpusat sepenuhnya untuk melayani masyarakat,” tambah Wali Kota perempuan pertama di Semarang tersebut.

Keputusan Agustina untuk memilih sosok dari luar daerah (Malang) juga dipandang sebagai langkah segar untuk membawa perspektif baru ke dalam internal birokrasi Semarang. Dengan nilai seleksi yang paling unggul, Handi diharapkan mampu menjadi jembatan yang kokoh antara kebijakan politik kepala daerah dan implementasi teknis di lapangan.

Visi ‘Konduktor’ dalam Mengorkestrasi OPD

Setelah resmi dilantik, Handi Priyanto langsung memaparkan filosofi kepemimpinannya. Ia mengibaratkan peran seorang Sekretaris Daerah layaknya seorang konduktor dalam sebuah orkestra musik yang besar. Di mana setiap instrumen adalah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang harus dimainkan dengan harmonis demi terciptanya sebuah simfoni pembangunan yang indah.

Baca Juga Skandal Kelam di Balik Dinding Pesantren: Polisi Resmi Panggil Tersangka Pemerkosaan Puluhan Santriwati di Pati
Skandal Kelam di Balik Dinding Pesantren: Polisi Resmi Panggil Tersangka Pemerkosaan Puluhan Santriwati di Pati

“Tugas utama Sekda adalah menjadi konduktor untuk mengorganisasi seluruh OPD. Tujuannya jelas, yakni bagaimana menjabarkan dan menjalankan visi-misi kepala daerah dan wakil kepala daerah secara efektif serta efisien, sebagaimana yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD),” tutur Handi dengan nada optimis.

Persiapan Handi untuk posisi ini pun tergolong sangat matang. Ia mengaku telah membedah secara mendalam visi dan misi pasangan Agustina Wilujeng dan Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin. Pemahaman mendalam tersebut ia tuangkan ke dalam makalah seleksinya, yang kemudian menjadi landasan strategi kerjanya ke depan.

Menghadapi Tantangan Fiskal: PAD Naik Tanpa Beban Pajak

Salah satu tantangan terbesar yang kini menanti Handi Priyanto adalah masalah keuangan daerah. Saat ini, hampir seluruh daerah di Indonesia, termasuk Semarang, tengah menghadapi kebijakan pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Hal ini tentu menuntut kreativitas tinggi dalam mengelola anggaran tanpa harus mengorbankan program-program prioritas rakyat.

Dalam pandangannya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus terus didorong untuk naik demi menutupi celah penurunan TKD. Namun, Handi memiliki prinsip yang sangat pro-rakyat dalam mencapainya. Ia menegaskan tidak akan mengambil skema kenaikan pajak yang dapat membebani ekonomi masyarakat yang baru pulih.

Baca Juga Duel Sengit Pekan ke-30: Dewa United dan Persijap Jepara Berbagi Angka di Paruh Pertama
Duel Sengit Pekan ke-30: Dewa United dan Persijap Jepara Berbagi Angka di Paruh Pertama

“Kondisi penurunan TKD dialami merata se-Indonesia sejak tahun lalu. Strategi kita adalah meningkatkan PAD, tetapi dengan garis bawah yang tebal: tanpa membebani masyarakat. Artinya, tidak ada kenaikan tarif pajak. Kita akan mencari inovasi lain, optimalisasi aset, dan efisiensi birokrasi agar pendapatan tetap tumbuh namun daya beli warga tetap terjaga,” tegasnya.

Langkah Cepat di Hari Pertama

Tidak ingin membuang waktu, Handi menyatakan akan segera melakukan konsolidasi internal. Langkah pertama yang akan ia lakukan adalah mempelajari peta tantangan terkini di setiap sudut Kota Semarang. Ia menyadari bahwa karakteristik Semarang sebagai kota pelabuhan dan perdagangan memiliki dinamika yang berbeda dengan tempat tugasnya yang terdahulu.

“Saya akan langsung belajar. Mempelajari apa saja tantangan yang ada, titik-titik mana yang perlu akselerasi, dan apa yang harus ditingkatkan kualitasnya di Kota Semarang ini. Sinergi adalah kunci,” pungkas Handi mengakhiri sesi wawancara.

Pelantikan ini juga dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kota Semarang, perwakilan tokoh masyarakat, serta sejumlah pejabat dari Pemerintah Kota Malang yang turut memberikan dukungan moril kepada Handi Priyanto dalam mengemban tugas barunya di Bumi Atlas. Dengan kehadiran nahkoda baru di jajaran birokrasi, masyarakat Semarang kini menaruh harapan besar pada terciptanya pelayanan publik yang lebih transparan, cepat, dan inovatif.

Baca Juga Tragedi di Balik Keceriaan Hari Minggu: Bocah 7 Tahun Tewas Tenggelam Saat Les Renang Pertama di Pemalang
Tragedi di Balik Keceriaan Hari Minggu: Bocah 7 Tahun Tewas Tenggelam Saat Les Renang Pertama di Pemalang

Keberhasilan Handi dalam memimpin orkestra birokrasi ini nantinya akan menjadi penentu seberapa cepat Semarang mampu mewujudkan mimpinya menjadi kota global yang inklusif dan berkelanjutan sesuai dengan RPJMD yang telah direncanakan.

Aris Munandar

Aris Munandar

Jurnalis senior dengan spesialisasi berita regional dan kebijakan publik. Fokus pada isu sosial di wilayah Jawa Tengah.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *