Misteri Pembakaran Civic Turbo Kades Hoho Terungkap: Antara Dendam Personal dan Tudingan Rekayasa

Aris Munandar | ZonaKabar
24 Mei 2026, 09:41 WIB
Misteri Pembakaran Civic Turbo Kades Hoho Terungkap: Antara Dendam Personal dan Tudingan Rekayasa

ZonaKabar — Tabir gelap yang menyelimuti insiden pembakaran mobil mewah milik Kepala Desa Purwasaba, Hoho Alkaf, akhirnya tersingkap. Pihak kepolisian dari Polres Banjarnegara berhasil meringkus pria yang diduga kuat menjadi otak sekaligus eksekutor di balik hangusnya Honda Civic Turbo berkelir putih tersebut. Penangkapan ini tidak hanya mengakhiri spekulasi liar di tengah masyarakat, tetapi juga membuka babak baru dalam polemik yang melibatkan sang kades nyentrik yang sempat viral karena sekujur tubuhnya dipenuhi tato tersebut.

Penangkapan Sang Eksekutor di Keheningan Subuh

Pelarian pria berinisial RP (43) harus berakhir di tangan aparat. Warga Desa Panggisari, Kecamatan Mandiraja, yang kediamannya tidak jauh dari rumah korban ini, diciduk polisi pada Jumat dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Penangkapan ini merupakan hasil dari penyelidikan intensif setelah insiden pembakaran mobil yang menggemparkan warga Banjarnegara beberapa waktu lalu.

Kapolres Banjarnegara, AKBP Mariska Fendi Susanto, mengonfirmasi bahwa RP telah mengakui seluruh perbuatannya. Polisi tidak datang dengan tangan kosong; sejumlah barang bukti krusial berhasil diamankan dari kediaman tersangka. Di antaranya adalah sisa-sisa kain yang digunakan untuk memantik api serta selang plastik yang diduga kuat dipakai untuk menyedot bahan bakar dari sepeda motor ke dalam jeriken sebelum aksi nekat itu dilancarkan.

Baca Juga Tragedi Subuh di Jalur Blora-Cepu: Pemuda Sambong Menjadi Korban Pengeroyokan Brutal 10 Orang Tak Dikenal
Tragedi Subuh di Jalur Blora-Cepu: Pemuda Sambong Menjadi Korban Pengeroyokan Brutal 10 Orang Tak Dikenal

Bukan Bom Molotov: Modus Operandi yang Terencana

Selama ini, narasi yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa rumah Kades Hoho diserang menggunakan bom molotov. Namun, fakta penyidikan berkata lain. Berdasarkan keterangan resmi kepolisian, RP melakukan aksinya dengan cara yang cukup konvensional namun sangat terencana. Dua hari sebelum kejadian, tersangka sudah mempersiapkan bahan bakar jenis Pertalite yang dibeli dari sebuah SPBU di kawasan Kaliwinasuh.

Pada malam nahas itu, RP berjalan kaki sejauh dua kilometer menyusuri jalan-jalan sempit demi menghindari pantauan warga. Setibanya di lokasi, ia menyiramkan bensin ke arah mobil Civic Turbo tersebut. Alih-alih menggunakan botol kaca, ia menggunakan kayu yang ujungnya telah dililit kain—sebuah obor sederhana namun mematikan. Setelah api menjilat bodi mobil, tersangka langsung melarikan diri ke arah kegelapan gang-gang kecil.

Dendam di Balik Layar Kaca: Konten TikTok dan Gaji yang Tersendat

Apa yang memicu seseorang nekat membakar harta benda orang lain? Motif yang diungkap kepolisian cukup mengejutkan. RP mengaku menyimpan dendam pribadi yang telah menumpuk sejak tahun 2015. Kepada penyidik, ia mengklaim pernah bekerja sebagai sopir dump truk di bawah naungan Hoho Alkaf. Ia merasa diperlakukan tidak adil karena pembayaran upahnya seringkali terlambat, sehingga ia harus terus-menerus menagih haknya.

Baca Juga Misteri Sate Maut di Boyolali: Kesaksian Memilukan Keluarga dan Teka-Teki Kematian Aminah yang Terkuak Lewat Ekshumasi
Misteri Sate Maut di Boyolali: Kesaksian Memilukan Keluarga dan Teka-Teki Kematian Aminah yang Terkuak Lewat Ekshumasi

Tak hanya urusan perut, media sosial ternyata juga menjadi pemicu api kemarahan. RP mengaku muak melihat konten-konten TikTok sang kepala desa yang kerap memamerkan kemewahan. Menurut tersangka, aksi pamer tersebut sangat tidak elok dilakukan di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sedang terjepit. Ketimpangan sosial yang ia rasakan secara personal inilah yang diduga menjadi katalisator tindakan kriminal tersebut.

Bantahan Keras Hoho Alkaf: Dia Itu Tukang Tipu!

Mendengar pengakuan tersangka, Hoho Alkaf tidak tinggal diam. Dengan nada bicara yang tegas, sang kades membantah semua tuduhan RP. Hoho menegaskan bahwa RP tidak pernah sekalipun menjadi sopirnya. “Itu sangat tidak benar dan murni rekayasa. Dia bukan pekerja saya, dia itu tukang tipu,” cetus Hoho saat memberikan klarifikasi terkait kasus kriminal yang menimpanya.

Hoho membeberkan bahwa RP sebenarnya memiliki hubungan keluarga jauh melalui jalur pernikahan. Hoho bercerita bahwa ia pernah mencoba membantu RP yang saat itu menganggur setelah truk milik mertuanya dijual. Karena RP sudah masuk dalam daftar hitam (blacklist) perbankan, Hoho meminjamkan namanya agar RP bisa mengkredit truk. Namun, alih-alih berterima kasih, RP justru disebut memiliki rekam jejak buruk dalam menggadaikan kendaraan milik orang lain.

Baca Juga Kalender Jawa 10-16 Mei 2026: Rahasia Weton, Neptu, dan Panduan Hari Baik untuk Keberuntungan Anda
Kalender Jawa 10-16 Mei 2026: Rahasia Weton, Neptu, dan Panduan Hari Baik untuk Keberuntungan Anda

Aroma Dalang di Balik Aksi Brutal

Hoho Alkaf merasa ada sesuatu yang lebih besar di balik aksi RP. Ia meragukan jika motifnya sekadar dendam pribadi terkait gaji yang tidak jelas rimbanya. Hoho menduga ada sosok intelektual atau dalang yang menunggangi RP untuk melakukan teror tersebut. Ia mengaitkan insiden ini dengan tensi politik di tingkat desa, terutama terkait proses penjaringan perangkat desa yang sempat memicu gesekan beberapa waktu sebelumnya.

“Kalau urusan pribadi sampai sebrutal itu, saya yakin ada dalangnya. Siapapun orangnya harus diungkap sampai ke akar-akarnya,” tegas Hoho. Ia juga menghadirkan saksi, salah satu sopir seniornya bernama Rois, untuk mematahkan klaim RP soal gaji. Rois yang sudah bekerja sejak zaman ayah Hoho menyatakan bahwa sistem pembayaran di tempat majikannya selalu lancar, bahkan para pekerja sering diberikan fasilitas kasbon.

Detik-Detik Mencekam dalam Rekaman CCTV

Mengingat kembali malam kejadian, suasana rumah Kades Hoho sebenarnya tidak sepi-sepi amat. Ia baru saja selesai bercengkerama dengan beberapa warga hingga dini hari. Namun, sekitar pukul 04.10 WIB, keheningan pecah. Melalui layar monitor CCTV, Hoho sempat melihat pergerakan mencurigakan. Tak lama kemudian, suara dentuman api terdengar, dan dari jendela ia melihat jago merah sudah membumbung tinggi melahap atap garasinya.

Baca Juga Strategi Batang Terang: Pemkab Batang Pacu Pertumbuhan Ekonomi dan Keamanan Melalui Proyek PJU Terintegrasi Senilai Rp153 Miliar
Strategi Batang Terang: Pemkab Batang Pacu Pertumbuhan Ekonomi dan Keamanan Melalui Proyek PJU Terintegrasi Senilai Rp153 Miliar

Hoho sempat ingin mengejar pelaku yang terlihat melarikan diri menggunakan sepeda listrik. Namun, instingnya sebagai kepala keluarga menahan langkahnya. Ia memilih untuk tetap di rumah demi memastikan keselamatan istri dan anaknya, sembari bahu-membahu memadamkan api dengan alat seadanya. Sayangnya, Honda Civic Turbo kesayangannya sudah terlanjur mengalami kerusakan parah di bagian bodi kiri dan tidak bisa digunakan lagi untuk sementara waktu.

Ancaman Penjara Menanti Sang Pembakar

Kini, RP harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Polisi menjeratnya dengan Pasal 308 ayat (1) UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Mengingat dampak kerusakan dan potensi bahaya yang ditimbulkan bagi nyawa orang lain, RP terancam hukuman pidana penjara paling lama sembilan tahun. Kasus ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat bahwa tindakan main hakim sendiri, apapun alasannya, tidak akan pernah dibenarkan oleh hukum di Indonesia.

Kisah pembakaran mobil Civic Turbo ini bukan sekadar berita kriminal biasa. Ia adalah cermin dari kompleksitas hubungan sosial di pedesaan, di mana batas antara urusan pribadi, pekerjaan, dan persepsi publik di media sosial bisa berkelindan menjadi konflik yang nyata dan merusak. Di sisi lain, Hoho Alkaf tetap pada pendiriannya untuk menjalankan roda pemerintahan desa sesuai aturan, meski teror sempat mampir di depan pintu rumahnya.

Baca Juga Pelarian Berakhir di Lereng Wonogiri: Jejak Pelarian Predator Seksual Pendiri Ponpes Pati dan Siasat Ritual Palsu
Pelarian Berakhir di Lereng Wonogiri: Jejak Pelarian Predator Seksual Pendiri Ponpes Pati dan Siasat Ritual Palsu
Aris Munandar

Aris Munandar

Jurnalis senior dengan spesialisasi berita regional dan kebijakan publik. Fokus pada isu sosial di wilayah Jawa Tengah.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *