Tragedi Menjelang Idul Adha: Sapi Kurban Senilai 24 Juta Tercebur Sumur di Wonosari Klaten, Evakuasi Berakhir Duka

Aris Munandar | ZonaKabar
27 Mei 2026, 07:41 WIB
Tragedi Menjelang Idul Adha: Sapi Kurban Senilai 24 Juta Tercebur Sumur di Wonosari Klaten, Evakuasi Berakhir Duka

ZonaKabar — Sebuah insiden memilukan mewarnai persiapan hari raya Idul Adha di wilayah Kabupaten Klaten. Seekor sapi kurban yang sedianya akan dikirim ke pembelinya justru mengalami nasib nahas. Upaya evakuasi dramatis yang berlangsung selama berjam-jam harus berakhir dengan kenyataan pahit: sang sapi ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dasar sumur yang sempit.

Peristiwa ini bermula di Dukuh Tinggen, Desa Duwet, Kecamatan Wonosari, Klaten. Suasana yang semula tenang mendadak riuh ketika seekor sapi jenis Peranakan Ongole (PO) milik warga setempat, Tunggono (63), mendadak mengamuk. Sapi dengan bobot besar tersebut lepas kendali saat hendak dinaikkan ke atas truk pengangkut. Kejadian ini menjadi pengingat betapa krusialnya keamanan hewan kurban saat proses distribusi dilakukan.

Kronologi Kejadian: Amukan Sang Primadona

Selasa (25/6) sore sekitar pukul 15.30 WIB, Tunggono bersiap melepas sapi kesayangannya yang telah dipelihara selama kurang lebih tiga tahun. Sapi tersebut rencananya akan dikirim menuju Solo Baru, Sukoharjo, untuk keperluan kurban. Namun, apa yang direncanakan sebagai transaksi yang membahagiakan justru berubah menjadi kejadian tragis dalam sekejap mata.

Baca Juga Kabar Duka: Aisyah Istri Abu Bakar Ba’asyir Wafat, Ponpes Ngruki Sukoharjo Kehilangan Sosok Ibu Teladan
Kabar Duka: Aisyah Istri Abu Bakar Ba’asyir Wafat, Ponpes Ngruki Sukoharjo Kehilangan Sosok Ibu Teladan

Saat akan dituntun menuju truk, sapi tersebut tiba-tiba memberontak atau dalam bahasa lokal disebut bonggo. Kekuatan tenaga sapi yang mencapai puncak kedewasaan itu tak mampu dibendung oleh Tunggono dan seorang warga yang membantunya. Tali pengikat pun terlepas, membuat sapi tersebut lari kalap ke arah selatan pemukiman warga.

“Tenaganya sangat kuat, kami tidak mampu menahan. Sapi itu lari berputar-putar di sekitar pekarangan depan rumah sebelum akhirnya terperosok ke dalam sumur,” kenang Tunggono dengan nada lemas. Tunggono sendiri sempat nyaris tertabrak oleh hewan ternaknya itu, namun beruntung ia berhasil menghindar tepat waktu.

Sumur Sempit dengan Kedalaman 10 Meter

Nahas, pelarian sapi itu berakhir di sebuah lubang sumur milik warga. Sumur tersebut memiliki diameter yang cukup sempit, hanya sekitar 1,5 meter, namun dengan kedalaman yang mencapai 10 meter. Sapi malang itu terjun bebas ke dalam kegelapan lubang beton, memicu kepanikan warga sekitar yang langsung berkumpul di lokasi kejadian.

Warga sempat mencoba melakukan evakuasi mandiri dengan alat seadanya, namun keterbatasan alat dan kondisi sumur yang sempit membuat upaya tersebut sia-sia. Menyadari situasi yang sulit, warga akhirnya menghubungi tim ahli dari Damkar Klaten untuk meminta bantuan evakuasi darurat.

Baca Juga Kisruh Internal Beringin: DPD Golkar Jateng Nyatakan Musda Wonosobo Ilegal dan Produk Gagal
Kisruh Internal Beringin: DPD Golkar Jateng Nyatakan Musda Wonosobo Ilegal dan Produk Gagal

Operasi Penyelamatan: Perjuangan Tim SAR Gabungan

Mendapat laporan tersebut, tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Damkar Klaten, TRC BPBD Klaten, Redkar, serta sejumlah relawan langsung terjun ke lokasi. Operasi penyelamatan ini bukanlah perkara mudah. Tim harus berpacu dengan waktu sebelum sapi kehabisan oksigen di dasar sumur yang pengap.

Strategi pertama yang diterapkan petugas adalah dengan mengisi sumur menggunakan air. Tujuannya agar tubuh sapi bisa mengapung ke permukaan sehingga lebih mudah ditarik ke atas. Namun, rencana ini menemui jalan buntu. Sapi tersebut tersangkut pada ceruk atau dinding sumur yang tidak rata, sehingga posisi tubuhnya terkunci rapat.

“Kendalanya memang pada ruang gerak yang sangat terbatas. Diameter sumur sangat sempit untuk ukuran sapi sebesar itu, ditambah lagi sapi tersangkut di bagian bawah,” jelas Sumino, Kabid Pemadaman Satpol PP dan Damkar Pemkab Klaten.

Ketegangan Saat Tali Baja Putus

Tak menyerah dengan kegagalan pertama, personel Damkar kemudian memutuskan untuk turun langsung ke dalam sumur. Dengan peralatan pernapasan dan perlindungan diri, petugas memasang tali pengikat ke tubuh sapi di tengah kegelapan dan air sumur. Proses ini memakan waktu cukup lama karena posisi sapi yang menyulitkan pemasangan ikatan yang kuat.

Baca Juga Skandal Memilukan di Kendal: Tangis Bayi di Kebun Warga Ungkap Tabir Kelam Ayah Perkosa Anak Kandung
Skandal Memilukan di Kendal: Tangis Bayi di Kebun Warga Ungkap Tabir Kelam Ayah Perkosa Anak Kandung

Setelah ikatan dirasa cukup mantap, tim mulai menarik sapi menggunakan kawat sling baja yang dihubungkan dengan kendaraan operasional. Ketegangan memuncak saat sapi mulai perlahan terangkat. Namun, bencana kembali terjadi. Saat sapi sudah hampir mencapai permukaan, tali pengikat mendadak putus karena beban yang terlalu berat dan gesekan dengan dinding sumur.

Tubuh sapi itu pun kembali terperosok ke dasar sumur. Kejadian ini sempat membuat tim evakuasi menghela napas panjang dan harus memutar otak untuk mencoba cara lain yang lebih efektif.

Evakuasi Akhir dan Kondisi Sapi

Melihat situasi yang semakin larut, bantuan tambahan pun didatangkan. Satu unit mobil dari BPBD Klaten dikerahkan untuk memperkuat daya tarik. Dengan kombinasi tenaga dari dua kendaraan berat, upaya penarikan kembali dilakukan pada Selasa malam sekitar pukul 21.35 WIB.

Kali ini, dengan sistem pengamanan yang lebih berlapis, sapi tersebut akhirnya berhasil dievakuasi keluar dari sumur. Namun, kesedihan menyelimuti lokasi ketika mendapati sapi tersebut sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Diduga, sapi mengalami kelelahan hebat, trauma benturan saat jatuh, serta kekurangan oksigen selama berjam-jam di dalam sumur.

Baca Juga Skandal Kekerasan Oknum DPRD Temanggung: Proses Pemecatan NR Menanti Keputusan Final Gubernur Jawa Tengah
Skandal Kekerasan Oknum DPRD Temanggung: Proses Pemecatan NR Menanti Keputusan Final Gubernur Jawa Tengah

“Kami berhasil mengangkatnya ke permukaan, namun sayangnya nyawa sapi tidak terselamatkan. Kami sudah berupaya semaksimal mungkin dengan berbagai metode,” tambah Sumino saat dikonfirmasi oleh tim redaksi pada Rabu pagi.

Kerugian Materiil dan Pelajaran Berharga

Bagi Tunggono, kehilangan sapi ini bukan sekadar kehilangan hewan ternak, melainkan kerugian ekonomi yang cukup besar. Sapi jenis PO yang sudah dipeliharanya selama tiga tahun tersebut memiliki nilai jual mencapai Rp 24 juta. Kejadian ini diakuinya sebagai musibah pertama yang dialaminya selama puluhan tahun beternak.

“Umurnya sudah sekitar tiga tahun, harganya 24 juta rupiah. Ya, ini musibah, baru pertama kali ini terjadi kejadian seperti ini di sini,” tutur Tunggono dengan wajah penuh kesedihan.

Kasus ini menjadi bahan evaluasi bagi para peternak dan panitia kurban di wilayah Klaten dan sekitarnya. Penting bagi pemilik hewan untuk memastikan tali pengikat sapi dalam kondisi kuat dan proses pemindahan dilakukan oleh lebih banyak orang profesional guna mengantisipasi perilaku agresif hewan kurban yang stres akibat lingkungan baru.

Baca Juga Aksi Heroik Damkar Klaten: Evakuasi Dramatis Kepala Kucing yang Terjebak di Dalam Knalpot Mobil
Aksi Heroik Damkar Klaten: Evakuasi Dramatis Kepala Kucing yang Terjebak di Dalam Knalpot Mobil

Pentingnya Keamanan Lingkungan Kandang

Kejadian sapi masuk sumur ini juga menyoroti pentingnya keamanan di sekitar area kandang atau pekarangan rumah. Sumur-sumur terbuka yang hanya memiliki pembatas rendah sangat rentan menjadi lokasi kecelakaan, tidak hanya bagi hewan ternak tetapi juga manusia.

Pihak berwenang mengimbau warga untuk selalu menutup sumur atau memberikan pagar pembatas yang cukup tinggi dan kokoh. Terlebih saat musim kurban tiba, di mana aktivitas pemindahan hewan ternak meningkat tajam di lingkungan pemukiman warga.

Kini, bangkai sapi tersebut telah diserahkan kembali kepada pemiliknya untuk ditangani lebih lanjut. Meski berakhir dengan duka, apresiasi tetap patut diberikan kepada tim SAR gabungan yang telah berjuang ekstra keras selama lebih dari enam jam dalam operasi evakuasi yang penuh risiko tersebut.

Aris Munandar

Aris Munandar

Jurnalis senior dengan spesialisasi berita regional dan kebijakan publik. Fokus pada isu sosial di wilayah Jawa Tengah.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *