Aksi Arogan Pengamen di Simpang Klenteng Malang Berakhir di Tangan Satpol PP: Terungkap Sosok ‘Wajah Lama’

Budi Santoso | ZonaKabar
27 Apr 2026, 20:52 WIB
Aksi Arogan Pengamen di Simpang Klenteng Malang Berakhir di Tangan Satpol PP: Terungkap Sosok 'Wajah Lama'

ZonaKabar — Kondisi kenyamanan lalu lintas di Kota Malang kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video singkat mendadak viral di berbagai platform media sosial. Video tersebut memperlihatkan aksi tidak terpuji dari seorang pria yang berprofesi sebagai pengamen. Tanpa rasa ragu, pria tersebut melakukan tindakan intimidatif terhadap pengendara mobil yang tengah berhenti di lampu merah, sebuah tindakan yang langsung memicu reaksi keras dari netizen dan warga lokal yang kerap melintasi kawasan tersebut.

Kejadian yang meresahkan ini bermula ketika sang pengamen merasa kesal lantaran tidak diberikan uang oleh salah satu pengemudi. Alih-alih berlalu dengan sopan, ia justru meluapkan amarahnya dengan cara menggedor-gedor kaca mobil dan mengacungkan jari tengah—sebuah gestur provokatif yang dinilai sangat kasar. Tak butuh waktu lama bagi aparat penegak perda untuk bergerak. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang segera melakukan tindakan tegas dengan meringkus pelaku guna mengembalikan ketertiban di jalanan kota pendidikan tersebut.

Kronologi Kejadian di Simpang Klenteng En An Kiong

Berdasarkan penelusuran tim redaksi, insiden memalukan ini terjadi pada hari Minggu (26/4/2026) siang, tepatnya sekitar pukul 11.38 WIB. Lokasi kejadian berada di salah satu titik paling ramai di Kota Malang, yakni di Jalan Laksamana Martadinata, atau lebih dikenal oleh warga sekitar sebagai persimpangan empat Klenteng En An Kiong. Kawasan ini memang dikenal memiliki volume kendaraan yang tinggi, terutama saat akhir pekan atau jam sibuk, sehingga kehadiran pengamen meresahkan sangat mengganggu konsentrasi para pengguna jalan.

Baca Juga Tragedi di Balik Jeruji Suci: Kisah Pilu 7 Santri di Surabaya Menjadi Korban Nafsu Bejat Oknum Ustaz
Tragedi di Balik Jeruji Suci: Kisah Pilu 7 Santri di Surabaya Menjadi Korban Nafsu Bejat Oknum Ustaz

Dalam rekaman yang awalnya diunggah oleh akun X @wizcayn, terlihat jelas bagaimana pelaku mendekati kendaraan yang sedang berhenti menunggu lampu hijau. Ketika permintaannya diabaikan, emosi pelaku seketika meledak. Ia tidak hanya mengumpat secara verbal, tetapi juga melakukan kontak fisik dengan memukul bodi dan kaca mobil berkali-kali. Aksi arogan ini sempat membuat suasana di sekitar lokasi menegang, mengingat pelaku seolah menantang siapa pun yang berada di dalam kendaraan tersebut.

Respon Cepat Satpol PP: Perburuan di Area Pasar Besar

Menanggapi laporan masyarakat yang kian meluas di dunia maya, Kepala Bidang Keamanan dan Ketertiban Umum (KKU) Satpol PP Kota Malang, Mustaqim Jaya, segera menginstruksikan jajarannya untuk melakukan penyisiran. Pihaknya tidak ingin membiarkan preseden buruk ini terus berlanjut dan mengganggu citra Kota Malang sebagai kota wisata yang ramah dan aman.

“Kami bergerak cepat setelah menerima aduan dari warga dan memantau bukti video yang beredar. Petugas kami langsung diterjunkan ke lapangan untuk mengidentifikasi keberadaan pelaku,” ujar Mustaqim saat memberikan keterangan resmi kepada awak media pada Senin (27/4/2026). Setelah melakukan pemantauan di beberapa titik yang sering dijadikan tempat mangkal para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), petugas akhirnya berhasil mengamankan pelaku di area Pasar Besar Malang.

Baca Juga Eksklusif: Bupati Sidoarjo Melepas Keberangkatan Jemaah Haji 2026, Tekankan Pentingnya Kesehatan dan Keamanan Global
Eksklusif: Bupati Sidoarjo Melepas Keberangkatan Jemaah Haji 2026, Tekankan Pentingnya Kesehatan dan Keamanan Global

Proses pengamanan berlangsung kondusif tanpa ada perlawanan berarti dari pelaku. Pria tersebut tampak tak berkutik saat sejumlah personel Satpol PP berpakaian dinas lengkap mendatanginya. Keberhasilan penangkapan ini diharapkan dapat memberikan rasa tenang bagi masyarakat, khususnya bagi para pelancong yang sering merasa was-was saat berinteraksi dengan oknum pengamen di jalanan.

Rekam Jejak Kelam: Ternyata Seorang ‘Residivis’ Jalanan

Fakta menarik terungkap pasca penangkapan. Setelah dilakukan pendataan dan pencocokan identitas, diketahui bahwa pengamen tersebut bukanlah orang baru bagi Satpol PP. Mustaqim menjelaskan bahwa yang bersangkutan merupakan sosok lama yang sudah berkali-kali masuk dalam radar penertiban petugas. Catatan resmi menunjukkan bahwa pria ini pernah terjaring operasi serupa pada April 2025 silam saat beroperasi di kawasan pertigaan Sabilillah, Kota Malang.

“Yang bersangkutan adalah wajah lama. Dia sudah pernah kami tertibkan sebelumnya. Namun, ada perubahan pola perilaku yang cukup mengkhawatirkan. Dulu, dia masih membawa alat musik saat mengamen, namun belakangan ini dia lebih cenderung menggunakan intimidasi fisik seperti menggedor kaca mobil jika tidak diberi uang,” ungkap Mustaqim dengan nada prihatin. Perubahan perilaku dari sekadar meminta-minta menjadi tindakan agresif ini menjadi fokus perhatian utama dalam penegakan ketertiban umum.

Baca Juga Kemenaker Hadirkan Karirhub: Strategi ‘Fast Track’ Transformasi Karir dan Solusi Pintar Cari Kerja di Era Digital
Kemenaker Hadirkan Karirhub: Strategi ‘Fast Track’ Transformasi Karir dan Solusi Pintar Cari Kerja di Era Digital

Upaya Rehabilitasi Melalui Dinas Sosial

Meskipun ulah pelaku telah menimbulkan kegaduhan dan ketakutan bagi pengguna jalan, Mustaqim menyebutkan bahwa kasus ini tidak serta-merta dibawa ke ranah hukum tindak pidana ringan (Tipiring). Mengingat latar belakang sosial pelaku, Satpol PP Kota Malang memutuskan untuk menempuh jalur pembinaan yang lebih komprehensif. Sebagai langkah solutif, pria tersebut telah diserahkan secara resmi ke Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang.

Keputusan menyerahkan pelaku ke Dinas Sosial didasari pada keinginan pemerintah kota untuk memutus rantai perilaku menyimpang di jalanan. Di sana, ia akan mendapatkan pendampingan psikologis serta pembinaan agar tidak kembali lagi ke aspal sebagai pengamen yang anarkis. “Kami sudah koordinasikan dengan pihak Dinsos agar dilakukan pembinaan secara paripurna. Tujuannya jelas, agar ada efek jera sekaligus solusi jangka panjang bagi yang bersangkutan,” imbuh Mustaqim.

Komitmen Menjaga Wajah Kota Malang

Kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat akan pentingnya pengawasan terhadap aktivitas PMKS di ruang publik. Satpol PP Kota Malang menegaskan komitmennya untuk terus melakukan patroli rutin di titik-titik rawan seperti persimpangan lampu merah, area pasar, dan pusat keramaian lainnya. Pengamanan ini dilakukan demi memastikan kenyamanan warga asli Malang maupun wisatawan yang berkunjung.

Baca Juga Skandal Sel Sultan Lapas Blitar Terungkap: Gebrakan 15 Hari Kalapas Baru Bongkar Bisnis Kamar Mewah Rp 100 Juta
Skandal Sel Sultan Lapas Blitar Terungkap: Gebrakan 15 Hari Kalapas Baru Bongkar Bisnis Kamar Mewah Rp 100 Juta

Pemerintah Kota Malang juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk tindakan intimidatif atau keresahan yang terjadi di ruang publik. Sinergi antara laporan warga yang cepat dan respon petugas yang sigap dianggap sebagai kunci utama dalam menjaga kondusivitas kota. Harapannya, dengan pembinaan yang tepat dari Dinas Sosial, pelaku tidak akan kembali lagi melakukan perbuatan serupa di masa mendatang, sehingga jalanan di Kota Malang tetap menjadi tempat yang aman bagi siapa saja.

Aksi tegas ini sekaligus mengirimkan pesan kuat kepada oknum-oknum lainnya bahwa segala bentuk premanisme berkedok pengamen tidak akan ditoleransi di Bumi Arema. Melalui pendekatan yang humanis namun tetap tegas, diharapkan permasalahan sosial di jalanan dapat teratasi tanpa mengesampingkan aspek kemanusiaan.

Budi Santoso

Budi Santoso

Pengamat dinamika perkotaan yang aktif meliput perkembangan ekonomi dan infrastruktur di area Jawa Timur dan Jawa Barat.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *