Sentilan Menohok Presiden Prabowo di Cilacap: Silakan ‘Kabur Aja’ Agar Indonesia Tak Lagi Gaduh

Aris Munandar | ZonaKabar
29 Apr 2026, 16:02 WIB
Sentilan Menohok Presiden Prabowo di Cilacap: Silakan 'Kabur Aja' Agar Indonesia Tak Lagi Gaduh

ZonaKabar — Di tengah deru mesin pembangunan dan semangat kedaulatan ekonomi yang sedang digelorakan, Presiden RI Prabowo Subianto kembali menunjukkan karakter kepemimpinannya yang lugas dan tanpa basa-basi. Saat meresmikan peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek strategis hilirisasi di Kawasan Industri Cilacap, Jawa Tengah, Sang Kepala Negara memberikan pesan yang sangat tajam bagi mereka yang sering melontarkan narasi pesimisme terhadap masa depan bangsa.

Presiden Prabowo tidak hanya berbicara soal teknis pembangunan pabrik atau angka-angka investasi. Lebih dari itu, ia menyentuh aspek fundamental mengenai mentalitas kebangsaan. Di hadapan para pejabat, pelaku industri, dan masyarakat yang hadir, Prabowo secara khusus menyinggung pihak-pihak tertentu yang gemar menyuarakan ajakan untuk meninggalkan Indonesia atau dikenal dengan jargon ‘kabur aja’. Bagi Prabowo, sikap semacam itu justru menjadi penghambat kemajuan di tengah upaya keras pemerintah melakukan transformasi ekonomi melalui hilirisasi industri.

Filosofi ‘Long March’ dan Jejak Panjang Sejarah Bangsa

Dalam pidatonya yang berapi-api, Prabowo menekankan bahwa apa yang sedang dikerjakan pemerintah saat ini, termasuk proyek di Cilacap tersebut, bukanlah sebuah agenda instan. Ia mengibaratkan perjalanan bangsa Indonesia menuju kemandirian ekonomi sebagai sebuah long march atau perjalanan panjang yang penuh dengan peluh dan tantangan. Istilah ini merujuk pada sebuah proses sejarah yang tidak hanya membutuhkan waktu lama, tetapi juga ketabahan yang luar biasa dari seluruh elemen rakyat.

Baca Juga Update Gaji ke-13 PNS & PPPK 2026: Jadwal Cair, Rincian Komponen, hingga Daftar Besaran Lengkap
Update Gaji ke-13 PNS & PPPK 2026: Jadwal Cair, Rincian Komponen, hingga Daftar Besaran Lengkap

“Jadi saudara-saudara, hilirisasi ini adalah hal yang bersejarah. Ini adalah perjalanan satu bangsa yang saya katakan lama, susah, ibarat ‘long march’. Ini bukan sekadar membangun pabrik, ini adalah perjuangan mengembalikan kedaulatan atas kekayaan alam kita sendiri,” tegas Prabowo dengan nada mantap. Beliau mengingatkan bahwa kemandirian tidak datang secara cuma-cuma, melainkan melalui kebijakan ekonomi yang berani dan konsisten.

Prabowo kemudian membawa audiens kembali pada memori kolektif sejarah Indonesia. Ia merunut bagaimana bangsa ini harus jatuh bangun menghadapi berbagai cobaan sejak masa penjajahan hingga era kemerdekaan yang diwarnai berbagai konflik internal. Dari taktik adu domba kolonial hingga infiltrasi asing yang memicu berbagai pemberontakan seperti DI/TII, Angkatan Perang Ratu Adil (APRA), Republik Maluku Selatan (RMS), hingga PRRI-Permesta.

Menangkis Narasi ‘Indonesia Gelap’

Salah satu poin yang menarik perhatian adalah kegeraman Presiden terhadap pihak-pihak yang terus memproduksi narasi negatif bahwa masa depan Indonesia suram atau ‘gelap’. Menurutnya, pandangan tersebut sangat kontradiktif dengan realitas yang ada di lapangan. Ia menilai bahwa ada kelompok-kelompok tertentu yang seolah-olah sengaja ingin membutakan mata masyarakat terhadap kemajuan yang telah dicapai melalui program pembangunan nasional.

Baca Juga Dominasi Jerez! Marc Marquez Incar Podium Utama MotoGP Spanyol 2026: Cek Jadwal, Starting Grid, dan Link Live Streaming
Dominasi Jerez! Marc Marquez Incar Podium Utama MotoGP Spanyol 2026: Cek Jadwal, Starting Grid, dan Link Live Streaming

“Terus kita dibikin apa lagi? Indonesia gelap. Katanya matanya buram, Indonesia gelap. Padahal Indonesia ini terang benderang bagi mereka yang mau melihat dengan hati dan logika yang sehat,” sindirnya. Prabowo menegaskan bahwa Indonesia kini telah mulai belajar dan berhasil hidup secara mandiri, mengolah sumber daya alamnya sendiri, dan tidak lagi hanya menjadi penonton di tengah persaingan global.

Fenomena pesimisme ini, menurut Prabowo, sering kali berujung pada seruan-seruan yang tidak konstruktif. Kalimat ‘kabur aja’ menjadi simbol dari kurangnya rasa cinta dan tanggung jawab terhadap tanah air. Presiden tidak segan-segan mempersilakan mereka yang merasa tidak lagi sejalan dengan visi besar bangsa ini untuk segera merealisasikan niatnya tersebut.

Tantangan Terbuka bagi Para Pesimis: ‘Silakan Kabur ke Yaman’

Dengan gaya bicaranya yang khas, Prabowo secara eksplisit mempersilakan siapa pun yang ingin menyerah pada kondisi bangsa untuk pergi meninggalkan Indonesia. Bahkan, ia sempat melontarkan pernyataan retoris dengan menyebutkan salah satu destinasi sebagai perbandingan. Pernyataan ini segera menjadi sorotan karena keberaniannya dalam menantang arus pesimisme yang sering muncul di media sosial atau forum-forum diskursus publik.

Baca Juga Kisah Pilu Bocah 8 Tahun di Klaten: Di Balik Aksi Bejat Ayah Tiri Berkedok Iming-iming Jajan
Kisah Pilu Bocah 8 Tahun di Klaten: Di Balik Aksi Bejat Ayah Tiri Berkedok Iming-iming Jajan

“Ada yang mau kabur? Kabur aja. Kok kabur aja ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman ya? Silakan. Mau kabur ke mana?” ucap Prabowo yang disambut dengan suasana hening sekaligus penuh perhatian dari hadirin. Baginya, kepergian orang-orang yang hanya bisa mengeluh dan memicu kegaduhan justru akan memberikan ruang bagi mereka yang benar-benar ingin bekerja keras untuk bangsa agar bisa fokus tanpa gangguan.

Logika yang dibangun oleh Presiden adalah kebersihan lingkungan kerja nasional. Dengan berkurangnya suara-suara yang hanya menciptakan kegaduhan tanpa solusi, pemerintah dan rakyat yang setia bisa lebih fokus dalam memperkuat ketahanan nasional. Ia ingin memastikan bahwa energi bangsa tidak habis hanya untuk merespons kritik yang tidak berdasar atau narasi yang melemahkan mentalitas publik.

Pesan untuk Kaum Intelektual dan Pengakuan Keamanan Global

Tidak hanya menyasar masyarakat umum, Prabowo juga memberikan pesan khusus kepada kalangan intelektual atau orang-orang yang ia sebut sebagai ‘orang pintar’. Ia mengajak para akademisi dan pengamat untuk lebih objektif dalam melihat kondisi dunia internasional saat ini. Ia meminta mereka untuk membuka mata terhadap data-data global yang menempatkan Indonesia pada posisi yang sangat dihormati.

Baca Juga Mengenang Jejak Sang ‘Saudara Tua’: Pameran Filateli Langka di Jantung Kota Lama Semarang
Mengenang Jejak Sang ‘Saudara Tua’: Pameran Filateli Langka di Jantung Kota Lama Semarang

“Hei orang-orang pintar, bukalah, bukalah berita ya, lihatlah dunia. Kita ini sekarang ditempatkan sebagai salah satu negara yang paling aman di dunia. Ini fakta yang diakui secara internasional,” ujarnya. Pernyataan ini didukung oleh berbagai riset keamanan global yang sering kali menempatkan Indonesia di papan atas dalam hal stabilitas sosial dan keamanan bagi warga negara maupun investor asing.

Prabowo menyayangkan jika status sebagai negara aman tersebut tidak dihargai oleh warga negaranya sendiri. Menurutnya, stabilitas yang dirasakan saat ini adalah modal utama untuk menjalankan program pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Oleh karena itu, ajakan ‘kabur’ dianggap sebagai penghinaan terhadap kerja keras aparat keamanan dan seluruh masyarakat yang selama ini menjaga harmoni di tanah air.

Makna Strategis Groundbreaking Kawasan Industri Cilacap

Kembali ke konteks acara, proyek hilirisasi di Kawasan Industri Cilacap ini merupakan bagian integral dari strategi besar pemerintah untuk memutus rantai ekspor bahan mentah. Dengan adanya fasilitas pengolahan di dalam negeri, nilai tambah dari sumber daya alam akan tetap tinggal di Indonesia, menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya, dan meningkatkan devisa negara.

Baca Juga Stadion Manahan Memerah, Perayaan Flare Suporter Persis Solo Picu Kekhawatiran Sanksi Baru dari Komdis PSSI
Stadion Manahan Memerah, Perayaan Flare Suporter Persis Solo Picu Kekhawatiran Sanksi Baru dari Komdis PSSI

Proyek ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi di Jawa Tengah bagian selatan. Cilacap, dengan keunggulan geografis dan infrastruktur pelabuhannya, diproyeksikan menjadi hub industri yang kompetitif di tingkat regional maupun internasional. Presiden berharap dengan dimulainya proyek ini, masyarakat sekitar dapat merasakan dampak ekonomi secara langsung, sehingga narasi-narasi negatif akan hilang dengan sendirinya seiring meningkatnya kesejahteraan.

Pesan penutup dari Presiden dalam kunjungannya kali ini sangat jelas: Indonesia adalah bangsa yang besar, bangsa pejuang, dan bangsa yang sedang bergerak menuju cahaya terang. Mereka yang memilih untuk tetap tinggal dan berjuang akan menjadi bagian dari sejarah emas tersebut, sementara mereka yang memilih untuk ‘kabur’ dipersilakan agar tidak menambah kebisingan yang tidak perlu. Semangat patriotisme dan kepercayaan diri inilah yang diharapkan menjadi bahan bakar bagi kemajuan Indonesia di masa depan.

Aris Munandar

Aris Munandar

Jurnalis senior dengan spesialisasi berita regional dan kebijakan publik. Fokus pada isu sosial di wilayah Jawa Tengah.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *