Geger! Oknum Polisi Bersenjata Samurai Cari Anggota DPR RI di Garut, Akhiri Aksi dengan Amukan Massa

Dewi Lestari | ZonaKabar
20 Mei 2026, 11:43 WIB
Geger! Oknum Polisi Bersenjata Samurai Cari Anggota DPR RI di Garut, Akhiri Aksi dengan Amukan Massa

ZonaKabar — Suasana tenang di kawasan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, mendadak berubah menjadi mencekam ketika seorang pria yang belakangan diketahui sebagai oknum anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengamuk di ruang publik. Pria tersebut tidak hanya datang dengan emosi yang meledak-ledak, tetapi juga membekali diri dengan senjata tajam jenis samurai dan diduga membawa senjata api jenis pistol. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, aksi nekat ini dipicu oleh upaya pencarian terhadap salah satu tokoh politik nasional, yakni Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Ade Ginanjar.

Peristiwa yang terjadi pada Selasa sore ini segera menyedot perhatian publik setelah rekaman video amatirnya tersebar luas di berbagai platform media sosial. Dalam video berdurasi lebih dari dua menit tersebut, terlihat jelas bagaimana pria yang mengenakan kaus berwarna abu-abu itu bertindak secara beringas. Langkah kakinya tampak sempoyongan, yang memperkuat dugaan kuat bahwa dirinya sedang berada di bawah pengaruh minuman keras atau zat memabukkan lainnya saat melakukan aksi tersebut.

Baca Juga Sukun Arjasari: Menakar Potensi ‘Emas Hijau’ Bandung Sebagai Penyelamat Pangan Masa Depan
Sukun Arjasari: Menakar Potensi ‘Emas Hijau’ Bandung Sebagai Penyelamat Pangan Masa Depan

Kronologi Aksi Koboi di Jalan Letjen Ibrahim Adjie

Kejadian bermula ketika sebuah mobil berhenti secara mendadak di kawasan Jalan Letjen Ibrahim Adjie, Kecamatan Tarogong Kaler. Pria tersebut turun dari kendaraan dengan menggenggam sebuah samurai yang panjang, menebar ancaman kepada siapa saja yang berada di dekatnya. Para pedagang kaki lima dan warga sekitar yang tengah beraktivitas sore itu langsung dirundung ketakutan. Teriakan kasar dan kata-kata tidak pantas terus mengalir dari mulut oknum tersebut sembari ia mengacungkan senjatanya ke arah warga.

Berdasarkan laporan lapangan dari tim ZonaKabar, pelaku seolah kehilangan kendali diri. Ia tidak hanya mengancam secara verbal, tetapi juga mulai melakukan tindakan destruktif terhadap fasilitas umum dan properti milik warga. Beberapa lapak dagang dan tenda milik pedagang di pinggir jalan menjadi sasaran amukan samurainya. Kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan, menciptakan kekacauan di sepanjang jalur yang biasanya ramai oleh aktivitas ekonomi warga lokal.

Mencari Anggota DPR RI Ade Ginanjar

Fakta yang paling mengejutkan dari insiden ini adalah motif di balik kemarahan sang oknum. Sambil terus berteriak, ia secara spesifik menanyakan keberadaan Ade Ginanjar. Diketahui, politisi senior Partai Golkar tersebut memang memiliki kediaman di sekitar lokasi kejadian. Warga yang menyaksikan peristiwa itu menyebutkan bahwa pria tersebut tampak sangat berambisi untuk menemukan sang legislator.

Baca Juga Jadwal Lengkap SIM Keliling Bandung Mei 2026: Lokasi Strategis, Syarat Terbaru, dan Panduan Praktis Bagi Pengendara
Jadwal Lengkap SIM Keliling Bandung Mei 2026: Lokasi Strategis, Syarat Terbaru, dan Panduan Praktis Bagi Pengendara

Wilma (30), salah seorang pedagang yang berada di lokasi saat kejadian, memberikan kesaksiannya kepada tim kami. Menurutnya, pelaku terus menerus memanggil nama ‘Pak Haji’ (sebutan akrab Ade Ginanjar) dengan nada mengancam. “Iya, ada di video juga jelas sekali dia nyari-nyari Pak Haji Ade Ginanjar. Dia datang langsung marah-marah, turun dari mobil sudah bawa samurai,” ungkap Wilma dengan nada masih tampak trauma. Anda bisa memantau perkembangan kasus serupa melalui kolom pencarian kami di kriminal Garut.

Upaya Penyerangan ke Kediaman Pribadi

Tak puas hanya mengamuk di jalanan, oknum polisi tersebut dilaporkan mencoba merangsek masuk ke area pribadi rumah Ade Ginanjar melalui pintu belakang. Di area tersebut, ia meluapkan amarahnya dengan merusak bagian atap bangunan kecil atau yang biasa disebut warga setempat sebagai ‘sasaungan’. Dengan sabetan samurainya, bangunan yang biasanya digunakan untuk bersantai itu rusak di beberapa bagian.

Aksi vandalisme dan ancaman fisik yang terus berlanjut ini akhirnya memicu reaksi spontan dari masyarakat sekitar. Warga yang awalnya ketakutan mulai merasa jengah dan terancam keselamatannya. Melihat celah saat pelaku lengah, sejumlah warga dengan berani mencoba melumpuhkan pria bersenjata tersebut. Massa yang tersulut emosi sempat memberikan bogem mentah kepada pelaku sebagai bentuk pertahanan diri dan kekesalan atas tindakan brutal yang dilakukannya.

Baca Juga Menikmati Minggu Sejuk di Kota Kembang: Prakiraan Cuaca Bandung 10 Mei 2026 Berawan Sepanjang Hari
Menikmati Minggu Sejuk di Kota Kembang: Prakiraan Cuaca Bandung 10 Mei 2026 Berawan Sepanjang Hari

Intervensi Kepolisian dan Penangkapan Pelaku

Situasi yang hampir lepas kendali tersebut akhirnya dapat diredam setelah personel dari Polsek Tarogong Kaler tiba di lokasi kejadian dengan cepat. Petugas segera mengamankan oknum tersebut dari kepungan massa yang sudah terlanjur emosi. Dalam kondisi babak belur akibat amukan warga, pelaku kemudian dibawa ke fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan perawatan sebelum menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kapolres Garut, AKBP Yugi Bayu Hendarto, mengonfirmasi insiden tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya akan bertindak tegas tanpa pandang bulu. “Benar, pelaku saat ini sedang dalam penanganan medis karena mengalami sejumlah luka setelah kejadian tersebut. Kami mengedepankan prosedur medis terlebih dahulu sebelum melakukan pemeriksaan mendalam,” ujar Yugi saat dikonfirmasi oleh awak media. Informasi mengenai kebijakan kepolisian lainnya dapat ditemukan melalui tautan oknum polisi di situs kami.

Identitas Pelaku: Anggota Polda Jawa Barat

Berdasarkan data yang dihimpun, identitas pria yang melakukan aksi nekad tersebut telah terkonfirmasi sebagai anggota aktif Polri yang berdinas di bawah naungan Polda Jawa Barat. Hal ini tentu menjadi tamparan keras bagi institusi kepolisian, terutama di tengah upaya Polri untuk terus memperbaiki citra di mata masyarakat. Kasus ini kini menjadi perhatian serius dari Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jabar untuk diproses secara kode etik maupun pidana umum.

Baca Juga Menjinakkan Bayang-Bayang Sesar Lembang: Ngabandungan Bandung 2026 Hadirkan Edukasi Bencana Berbalut Video Mapping Spektakuler
Menjinakkan Bayang-Bayang Sesar Lembang: Ngabandungan Bandung 2026 Hadirkan Edukasi Bencana Berbalut Video Mapping Spektakuler

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti motif personal apa yang melatarbelakangi oknum tersebut hingga nekat mencari Ade Ginanjar dalam kondisi mabuk. Pihak keluarga Ade Ginanjar sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait ancaman yang mengarah langsung ke kediaman mereka. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak yang berwenang, sebagaimana dilaporkan secara mendalam oleh Ade Ginanjar dalam arsip berita kami.

Dampak Psikologis bagi Warga dan Pedagang

Selain kerugian materiil berupa kerusakan lapak dan bangunan, trauma psikologis dialami oleh para pedagang dan warga yang menyaksikan langsung kekerasan tersebut. Jalan Letjen Ibrahim Adjie yang biasanya menjadi pusat ekonomi kecil bagi warga Garut sempat lumpuh sesaat. Banyak pedagang yang memilih menutup usahanya lebih awal karena khawatir akan adanya aksi balasan atau kejadian serupa yang tak terduga.

Fenomena oknum aparat yang menyalahgunakan wewenang atau berperilaku menyimpang menjadi catatan krusial bagi reformasi internal di tubuh kepolisian. Publik berharap ada transparansi penuh dalam penanganan kasus ini, agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum tidak semakin tergerus. Kasus ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan senjata dan perilaku anggota di luar jam dinas.

Baca Juga Wajah Muram Sungai Cikundul Cianjur: Saat Aliran Air Berubah Menjadi Hamparan ‘Daratan Sampah’ yang Meresahkan
Wajah Muram Sungai Cikundul Cianjur: Saat Aliran Air Berubah Menjadi Hamparan ‘Daratan Sampah’ yang Meresahkan

Langkah Hukum Selanjutnya

Pihak Kepolisian Resor Garut berkomitmen untuk mengusut tuntas perkara ini. Selain ancaman hukuman pidana terkait perusakan properti dan ancaman kekerasan dengan senjata tajam, pelaku juga terancam sanksi berat secara kedinasan, termasuk kemungkinan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Proses hukum akan terus berjalan beriringan dengan pemeriksaan kesehatan mental dan tes urine untuk memastikan sejauh mana pengaruh zat adiktif mempengaruhi tindakan pelaku.

ZonaKabar akan terus memantau perkembangan kasus ini untuk memastikan keadilan bagi warga yang terdampak serta memberikan informasi yang akurat dan berimbang bagi seluruh pembaca. Kejadian ini diharapkan menjadi yang terakhir, dan keamanan di wilayah Garut kembali kondusif seperti sedia kala.

Dewi Lestari

Dewi Lestari

Penulis berita yang cekatan dalam mengolah informasi terkini (breaking news) agar tersaji secara akurat dan mudah dipahami.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *