Laga Pamungkas Derbi Jatim: Mengapa Duel Panas Persebaya vs Persik Absen di Layar Kaca Nasional?

Budi Santoso | ZonaKabar
19 Mei 2026, 13:41 WIB
Laga Pamungkas Derbi Jatim: Mengapa Duel Panas Persebaya vs Persik Absen di Layar Kaca Nasional?

ZonaKabar — Gema dukungan dari tribun Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) dipastikan akan tetap menggelegar meski sorotan kamera televisi nasional tidak hadir secara langsung dalam laga penutup musim ini. Pertandingan yang mempertemukan dua kekuatan besar sepak bola Jawa Timur, Persebaya Surabaya melawan Persik Kediri, menjadi sorotan bukan hanya karena rivalitasnya, melainkan juga karena keputusan hak siar yang cukup mengejutkan bagi para penggemar layar kaca.

Duel bertajuk Derbi Jatim ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu sore, 23 Mei 2026. Sebagai laga pamungkas di kompetisi BRI Super League musim 2025/2026, ekspektasi publik tentu sangat tinggi. Namun, para pendukung yang terbiasa menyaksikan perjuangan tim kesayangannya melalui saluran televisi nasional Indosiar harus menelan kekecewaan lantaran laga ini tidak masuk dalam daftar siaran langsung televisi terestrial.

Alasan di Balik Absennya Derbi Jatim di Televisi Nasional

Keputusan tidak menayangkan pertandingan ini di televisi nasional tentu memicu tanda tanya besar di kalangan suporter. Mengingat Persebaya Surabaya adalah salah satu klub dengan basis massa terbesar di Indonesia, absennya mereka dari layar kaca adalah hal yang jarang terjadi. Namun, terdapat alasan logis dan teknis di balik keputusan tersebut.

Baca Juga Shell Kembali Beroperasi: Gebrakan V-Power Diesel di Tengah Dinamika Pasar BBM 2026
Shell Kembali Beroperasi: Gebrakan V-Power Diesel di Tengah Dinamika Pasar BBM 2026

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh tim redaksi, pihak pemegang hak siar lebih memilih untuk memprioritaskan pertandingan lain yang berjalan secara simultan. Pada waktu yang bersamaan, sedang berlangsung laga penentuan gelar juara Super League musim ini. Dalam industri penyiaran, laga yang menentukan takhta tertinggi kompetisi biasanya mendapatkan slot utama demi mengejar rating dan kepentingan sejarah liga.

Media Officer Persebaya, Jonathan Yohvinno, memberikan klarifikasi terkait situasi ini. Menurutnya, koordinasi dengan pihak operator liga, I-League, dan pemegang hak siar telah dilakukan secara intensif. “Berdasarkan komunikasi kami dengan pihak I-League dan Indosiar, pertandingan Persebaya melawan Persik memang tidak tayang di Indosiar. Hal ini dikarenakan adanya bentrokan jadwal dengan laga krusial penentuan juara,” ungkap Vinno saat ditemui di markas tim.

Solusi Digital: Streaming Menjadi Jembatan

Meskipun layar televisi nasional gelap untuk pertandingan ini, bukan berarti para pendukung tidak bisa menyaksikan aksi Bruno Moreira dan kawan-kawan. Pihak manajemen memastikan bahwa akses menonton tetap terbuka lebar melalui jalur digital. Layanan streaming Vidio akan menyiarkan secara eksklusif jalannya pertandingan dari menit awal hingga peluit panjang dibunyikan.

Baca Juga Waspada Jebakan Batman: Panduan Lengkap Mengenali Modus Penipuan Lowongan Kerja di Era Digital
Waspada Jebakan Batman: Panduan Lengkap Mengenali Modus Penipuan Lowongan Kerja di Era Digital

Era digital memang telah mengubah pola konsumsi informasi dan hiburan, termasuk sepak bola. Bagi suporter yang tidak bisa hadir langsung ke Stadion Gelora Bung Tomo, platform streaming menjadi solusi tunggal untuk tetap memberikan dukungan secara virtual. Vinno menegaskan bahwa kualitas siaran di platform streaming tersebut tetap akan terjaga dengan standar produksi yang profesional.

Misi Penutup Musim yang Manis bagi Bajul Ijo

Terlepas dari urusan hak siar, laga melawan Persik Kediri ini memiliki nilai sentimental dan strategis yang luar biasa bagi skuad Bajul Ijo. Bermain di depan ribuan Bonek dan Bonita pada laga kandang terakhir adalah momen untuk memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pendukung setia yang telah mengawal tim sepanjang musim.

Pelatih Persebaya menekankan pentingnya menjaga tren positif di akhir musim. Kemenangan bukan sekadar soal tiga poin, melainkan soal menjaga marwah dan harga diri di tanah sendiri. Apalagi, performa Persebaya belakangan ini sedang menanjak, terutama dengan sentuhan magis dari beberapa pemain pilar yang berhasil menghidupkan lini tengah tim.

Baca Juga Kepulan Asap di Jantung Medis Surabaya: Detik-Detik Kebakaran Gedung PPJT RSUD dr Soetomo
Kepulan Asap di Jantung Medis Surabaya: Detik-Detik Kebakaran Gedung PPJT RSUD dr Soetomo

Persik Kediri sendiri datang ke Surabaya bukan untuk menjadi penggembira. Tim berjuluk Macan Putih tersebut dikenal sebagai tim yang kerap merepotkan lawan-lawan besarnya dengan permainan disiplin dan serangan balik cepat. Derbi Jatim selalu menyuguhkan drama, dan laga ini diprediksi tidak akan berjalan dengan tempo rendah meski berada di penghujung musim.

Keamanan Super Ketat: Tanpa Flare dan Benda Berbahaya

Menyadari tingginya tensi pertandingan derbi, Panitia Pelaksana (Panpel) Persebaya telah menyiapkan skema pengamanan yang lebih ketat dari biasanya. Belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, fokus utama adalah memastikan kenyamanan bagi seluruh penonton yang hadir di stadion. Pihak keamanan tidak akan mentoleransi adanya benda-benda terlarang yang masuk ke dalam tribun.

“Kami telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan detail di setiap pintu masuk. Larangan membawa flare, petasan, kembang api, hingga senjata tajam adalah harga mati,” tegas Vinno. Penggunaan flare seringkali menjadi kendala yang merugikan klub, baik dari sisi denda materiil maupun sanksi moral dari operator liga.

Baca Juga Misi Berat Bajol Ijo di Ranah Minang: Analisis Mendalam Head to Head Semen Padang vs Persebaya
Misi Berat Bajol Ijo di Ranah Minang: Analisis Mendalam Head to Head Semen Padang vs Persebaya

Imbauan terus disuarakan agar Bonek dan Bonita mematuhi aturan yang ada. Stadion GBT diharapkan menjadi tempat yang ramah bagi semua kalangan, termasuk bagi mereka yang membawa keluarga. Keamanan dan kondusivitas pertandingan adalah prioritas utama agar pesta penutup musim tidak berakhir dengan catatan kelam.

Hiburan Tambahan di GBT: Pesta Rakyat untuk Suporter

Untuk mengobati kerinduan suporter dan sebagai bentuk terima kasih, manajemen Persebaya telah merancang serangkaian acara hiburan di area stadion. Sebelum kick-off dan saat jeda pertandingan, akan ada berbagai aktivasi yang melibatkan suporter, mulai dari pertunjukan musik hingga seremoni perpisahan musim bagi para pemain.

Atmosfer di GBT diprediksi akan sangat emosional. Kehadiran ribuan suporter diharapkan mampu menyuntikkan energi tambahan bagi para pemain untuk tampil habis-habisan. Bagi manajemen, laga ini adalah momentum untuk mempererat ikatan antara klub dan basis pendukungnya sebelum memasuki masa jeda kompetisi dan bursa transfer musim depan.

Kemenangan telak di laga-laga sebelumnya, seperti saat berpesta gol melawan tim lain, menjadi modal kepercayaan diri yang besar. Tim analisis Persebaya optimis bahwa strategi yang diterapkan akan mampu membongkar pertahanan Persik yang dikenal cukup rapat. Dengan dukungan penuh dari tribun, GBT akan tetap menjadi neraka bagi tim tamu, meski tanpa sorotan televisi nasional.

Baca Juga Kalender Jawa 10 Mei 2026: Menguak Rahasia Weton Minggu Pahing dan Filosofi Bulan Selo
Kalender Jawa 10 Mei 2026: Menguak Rahasia Weton Minggu Pahing dan Filosofi Bulan Selo

Menatap Masa Depan di Musim Baru

Laga melawan Persik ini juga menjadi ajang evaluasi terakhir bagi jajaran pelatih. Siapa pemain yang layak dipertahankan dan posisi mana yang perlu diperkuat akan terlihat dari performa mereka di laga penutup ini. Super League musim depan dipastikan akan jauh lebih kompetitif, dan persiapan harus dimulai sejak peluit akhir pertandingan ini dibunyikan.

Bagi suporter, musim 2025/2026 mungkin penuh dengan dinamika, namun semangat mendukung Persebaya tidak pernah luntur. Dengan segala keterbatasan siaran televisi, cinta Bonek pada klubnya membuktikan bahwa sepak bola sejati ada di stadion, dalam setiap nyanyian dan teriakan yang membakar semangat para pemain di lapangan hijau.

Mari kita nantikan, apakah Bajul Ijo mampu menutup buku musim ini dengan tinta emas kemenangan, ataukah Macan Putih yang akan mencuri perhatian di panggung megah Stadion Gelora Bung Tomo.

Budi Santoso

Budi Santoso

Pengamat dinamika perkotaan yang aktif meliput perkembangan ekonomi dan infrastruktur di area Jawa Timur dan Jawa Barat.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *