Megah! Sapi Jumbo 1,2 Ton Asal Lamongan Jadi Pilihan Presiden Prabowo Subianto untuk Kurban Iduladha 1447 H

Budi Santoso | ZonaKabar
13 Mei 2026, 16:11 WIB
Megah! Sapi Jumbo 1,2 Ton Asal Lamongan Jadi Pilihan Presiden Prabowo Subianto untuk Kurban Iduladha 1447 H

ZonaKabar — Suasana menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mendadak riuh dengan kabar membanggakan. Salah satu aset terbaik dari Bumi Wali ini, yakni seekor sapi kurban berukuran raksasa, secara resmi telah dipinang oleh orang nomor satu di Indonesia. Presiden Prabowo Subianto menjatuhkan pilihannya pada seekor sapi jenis Simental yang memiliki bobot fantastis mencapai 1,2 ton.

Kehadiran sapi kurban presiden ini bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan, melainkan menjadi simbol pengakuan terhadap kualitas peternakan di tingkat akar rumput. Sapi istimewa ini berasal dari sebuah kandang di Desa Puter, Kecamatan Kembangbahu, sebuah wilayah yang memang dikenal sebagai salah satu lumbung ternak unggulan di Lamongan. Sang pemilik, Haji Wignyo, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya saat mengetahui hewan ternak yang dirawatnya dengan penuh ketelatenan kini menjadi bagian dari ibadah kurban presiden.

Kategori Ekstrem: Hanya yang Terbaik untuk Presiden

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Lamongan, Shofiah Nurhayati, mengungkapkan bahwa proses terpilihnya sapi ini melalui tahapan seleksi yang cukup ketat. Tidak sembarang sapi bisa masuk dalam radar pantauan pemerintah pusat. Lamongan sendiri merupakan daerah yang proaktif dalam menyodorkan bibit-bibit unggul untuk skala nasional.

Baca Juga Si Pembunuh Senyap di Balik Gaya Hidup Modern: Membongkar Penyebab Hipertensi yang Sering Terabaikan
Si Pembunuh Senyap di Balik Gaya Hidup Modern: Membongkar Penyebab Hipertensi yang Sering Terabaikan

“Kami di Lamongan mengusulkan setidaknya 13 ekor sapi dengan kategori ekstrem. Sapi-sapi ini memiliki rentang berat yang luar biasa, mulai dari 900 kilogram hingga menembus 1,3 ton,” ujar Shofiah saat memberikan keterangan resmi kepada media pada Rabu (13/5/2026). Dari belasan kandidat tangguh tersebut, sapi Simental milik Haji Wignyo-lah yang akhirnya terpilih karena memenuhi segala kriteria, baik dari segi bobot, kesehatan, maupun estetika fisik hewan.

Istilah “sapi ekstrem” yang digunakan oleh DPKH merujuk pada hewan ternak yang mendapatkan perawatan khusus sehingga mampu melampaui standar berat sapi pada umumnya. Perawatan ini mencakup pola makan yang terjaga, suplemen nutrisi, hingga kebersihan kandang yang sangat diperhatikan, sehingga menghasilkan sapi jumbo yang sehat dan berkualitas premium.

Rahasia di Balik Bobot 1,2 Ton

Mencapai bobot lebih dari satu ton bukanlah perkara mudah. Diperlukan dedikasi luar biasa dari para peternak lokal. Sapi jenis Simental sendiri memang dikenal sebagai ras sapi potong yang memiliki pertumbuhan sangat cepat dan mampu mencapai ukuran tubuh yang masif. Namun, tanpa tangan dingin Haji Wignyo di Desa Puter, potensi genetik tersebut mungkin tidak akan maksimal.

Baca Juga Magis Francisco Rivera: Jantung Permainan Persebaya Surabaya dalam Pesta Tujuh Gol di Ranah Minang
Magis Francisco Rivera: Jantung Permainan Persebaya Surabaya dalam Pesta Tujuh Gol di Ranah Minang

Setiap harinya, sapi ini mendapatkan asupan pakan berkualitas yang terdiri dari kombinasi konsentrat, rumput segar, hingga ampas tahu yang kaya protein. Tidak hanya soal makan, kenyamanan psikologis hewan juga dijaga agar sapi tidak mengalami stres, yang bisa berdampak pada penurunan nafsu makan atau kualitas daging. Keberhasilan ini menempatkan Lamongan sebagai daerah yang patut diperhitungkan dalam peta peternakan lokal nasional.

Shofiah Nurhayati menegaskan bahwa peran dinas dalam hal ini adalah sebagai jembatan informasi. “Proses transaksi dan pembelian dilakukan secara langsung oleh tim dari pemerintah pusat. Tugas kami adalah memastikan bahwa sapi yang kami usulkan adalah yang terbaik dan benar-benar layak menyandang status sebagai hewan kurban bantuan presiden,” tambahnya.

Protokol Ketat Kesehatan Hewan Kurban

Menjelang Iduladha, isu kesehatan hewan selalu menjadi prioritas utama. Mengingat statusnya sebagai sapi pilihan presiden, protokol kesehatan yang diterapkan jauh lebih berlapis. Tim ahli kedokteran hewan secara rutin melakukan pengecekan mulai dari pemeriksaan kuku, mulut, hingga sampel darah untuk memastikan sapi tersebut bebas dari penyakit menular seperti PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) atau LSD (Lumpy Skin Disease).

Baca Juga Rahasia Masak Kambing Sehat Tanpa Santan: Trik Cerdas Menggunakan Kemiri untuk Hidangan Lezat
Rahasia Masak Kambing Sehat Tanpa Santan: Trik Cerdas Menggunakan Kemiri untuk Hidangan Lezat

Bagi masyarakat yang juga ingin mencari hewan kurban, Shofiah memberikan tips agar tidak hanya terpukau oleh ukuran. Sangat penting untuk memastikan hewan tersebut memiliki surat keterangan kesehatan yang sah. “Jangan cuma tergiur dengan ukuran jumbo. Pastikan matanya bening, gerakannya lincah, dan tidak ada luka pada tubuhnya,” imbau Shofiah sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat luas melalui tips pilih hewan kurban yang aman.

Simbol Kebanggaan Masyarakat Lamongan

Terpilihnya sapi dari Kecamatan Kembangbahu ini membawa angin segar bagi citra Kabupaten Lamongan. Hal ini membuktikan bahwa peternak tradisional di desa mampu bersaing dan memproduksi hewan ternak dengan standar internasional. Dampaknya pun tidak main-main, harga jual sapi di wilayah sekitar biasanya turut terkerek naik seiring dengan meningkatnya reputasi daerah tersebut sebagai penghasil sapi kualitas wahid.

Rencananya, sapi bantuan Presiden Prabowo Subianto ini tidak akan dibawa jauh ke Jakarta. Berdasarkan koordinasi yang ada, sapi tersebut akan disembelih di wilayah Kecamatan Mantup, Lamongan. Keputusan ini disambut baik oleh warga setempat, karena manfaat dari daging kurban tersebut akan dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar lokasi penyembelihan.

Baca Juga Tragedi Berdarah di Jalan Sencaki: Mengungkap Tabir Gelap di Balik Aksi Sadis AR Terhadap Rekannya
Tragedi Berdarah di Jalan Sencaki: Mengungkap Tabir Gelap di Balik Aksi Sadis AR Terhadap Rekannya

Sebagaimana tradisi tahun-tahun sebelumnya, sebelum prosesi penyembelihan dilakukan pada hari raya, akan diadakan penyerahan secara simbolis. Bupati Lamongan dijadwalkan akan menyerahkan sapi tersebut kepada panitia kurban sebagai wakil dari Presiden. Momen ini selalu menjadi salah satu sorotan utama dalam perayaan Iduladha 1447 H di Kabupaten Lamongan.

Harapan untuk Masa Depan Peternakan

Kisah sukses Haji Wignyo dan sapinya diharapkan menjadi inspirasi bagi peternak-peternak muda lainnya di Lamongan dan seluruh Indonesia. Dukungan pemerintah melalui pembelian sapi kurban dari peternak lokal adalah bentuk nyata keberpihakan terhadap ekonomi kerakyatan. Dengan adanya apresiasi seperti ini, semangat peternak untuk terus berinovasi dalam teknik penggemukan sapi akan tetap terjaga.

Kini, warga Desa Puter dan sekitarnya tengah bersiap menyambut hari kemenangan dengan rasa bangga yang berlipat. Sapi 1,2 ton yang selama ini mereka lihat di kandang Haji Wignyo, kini telah bersiap menjalankan tugas mulianya sebagai sarana ibadah sang Presiden, sekaligus membawa nama baik Kabupaten Lamongan ke panggung nasional.

Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan stok hewan kurban dan harga terkini di pasaran dapat dipantau melalui pembaruan berita kami selanjutnya. Pastikan Anda mendapatkan informasi yang akurat hanya dari sumber terpercaya.

Baca Juga Kalender Jawa 21 Mei 2026: Menakar Karakter dan Rahasia Keberuntungan Weton Kamis Pon
Kalender Jawa 21 Mei 2026: Menakar Karakter dan Rahasia Keberuntungan Weton Kamis Pon
Budi Santoso

Budi Santoso

Pengamat dinamika perkotaan yang aktif meliput perkembangan ekonomi dan infrastruktur di area Jawa Timur dan Jawa Barat.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *