Misteri Pisau yang Tertinggal: Satreskrim Polres Sumedang Buru Pelaku Kekerasan Terhadap Mahasiswi Unpad

Dewi Lestari | ZonaKabar
14 Mei 2026, 20:20 WIB
Misteri Pisau yang Tertinggal: Satreskrim Polres Sumedang Buru Pelaku Kekerasan Terhadap Mahasiswi Unpad

ZonaKabar — Suasana tenang di kawasan pendidikan Jatinangor mendadak berubah mencekam menyusul peristiwa tragis yang menimpa seorang mahasiswi Universitas Padjadjaran (Unpad) berinisial GC. Penyelidikan mendalam kini tengah dilakukan oleh jajaran Satreskrim Polres Sumedang guna mengungkap tabir di balik aksi kekerasan yang sempat terekam kamera pengawas tersebut. Dalam perkembangan terbaru, pihak kepolisian berhasil mengamankan satu barang bukti kunci yang diduga kuat milik pelaku, yakni sebuah senjata tajam jenis pisau yang tertinggal di lokasi kejadian.

Kehadiran senjata tajam ini menjadi titik terang sekaligus bukti betapa berbahayanya situasi yang dihadapi korban saat itu. Peristiwa yang terjadi di sebuah gang sempit di Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang ini, telah memicu kekhawatiran di kalangan mahasiswa dan warga sekitar akan tingkat keamanan di lingkungan tempat tinggal mereka. Polisi pun bergerak cepat dengan melibatkan tim khusus untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku yang melarikan diri setelah melakukan aksi brutalnya.

Temuan Barang Bukti di Lokasi Kejadian

Kasat Reskrim Polres Sumedang, AKP Tanwin Nopiansah, dalam keterangannya kepada awak media di Mapolsek Jatinangor, menegaskan bahwa timnya telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan sangat teliti. Hasilnya, sebuah pisau ditemukan tidak jauh dari titik di mana korban tersungkur. Temuan ini menjadi bukti vital dalam mengarahkan penyelidikan ke arah tindak pidana yang direncanakan.

Baca Juga Mimpi Mexico City Kandas: Nestapa Garuda Jalanan dan Absennya Peran Negara di Homeless World Cup 2026
Mimpi Mexico City Kandas: Nestapa Garuda Jalanan dan Absennya Peran Negara di Homeless World Cup 2026

“Senjata tajam sudah kami amankan di TKP. Berdasarkan temuan di lapangan, pisau tersebut tertinggal saat pelaku melarikan diri dalam kondisi panik,” ujar AKP Tanwin pada Kamis (14/5/2026). Keberadaan pisau ini mengonfirmasi keterangan korban yang sebelumnya mengaku diancam dengan benda tajam sebelum akhirnya mengalami kekerasan fisik. Saat ini, tim kriminal jabar tengah melakukan pemeriksaan forensik terhadap barang bukti tersebut untuk mencari jejak sidik jari atau identitas lain yang mungkin menempel.

Kronologi Mencekam di Gang Hegarmanah

Peristiwa memilukan ini bermula pada Selasa malam (12/5), saat suasana Jatinangor mulai sunyi. Korban GC, yang baru saja membeli makanan di pinggir jalan raya, bermaksud kembali ke tempat kosnya melewati sebuah gang kecil yang memang sering dilewati oleh mahasiswa. Namun, perjalanan pulang yang biasa itu berubah menjadi mimpi buruk ketika seorang pria misterius yang mengendarai sepeda motor mulai membuntutinya.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku tidak hanya membuntuti, tetapi juga melontarkan ancaman verbal sambil menodongkan pisau. Ancaman tersebut membuat korban dilanda kepanikan luar biasa. Dalam upaya menyelamatkan diri, GC mencoba berlari lebih cepat ke dalam gang yang lebih sempit, berharap pelaku tidak bisa mengejarnya. Namun, nasib nahas menimpanya saat ia tersandung dan jatuh ke aspal.

Baca Juga Pesona Liburan Murah Meriah di Bandung: Kisah Rita dan Wajah Ruang Terbuka Hijau Kota Kembang
Pesona Liburan Murah Meriah di Bandung: Kisah Rita dan Wajah Ruang Terbuka Hijau Kota Kembang

Melihat korbannya terjatuh dan berteriak meminta pertolongan, pelaku bukannya menghentikan aksinya, justru terlihat semakin kalap. Dalam rekaman video yang kini viral di media sosial, terlihat pelaku yang panik mendengar teriakan korban justru memacu motornya dan melindas tubuh mahasiswi tersebut sebelum akhirnya memutar balik dan memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi meninggalkan lokasi.

Analisis 12 Rekaman CCTV oleh Tim Penyidik

Untuk mempersempit ruang gerak pelaku, Satreskrim Polres Sumedang yang dibackup penuh oleh Ditkrimum Polda Jabar telah mengumpulkan setidaknya 12 rekaman CCTV dari berbagai titik di sekitar lokasi kejadian. Rekaman ini sangat krusial untuk memetakan rute pelarian pelaku serta mengidentifikasi ciri-ciri fisik maupun plat nomor kendaraan yang digunakan. Penanganan kasus mahasiswi unpad ini menjadi prioritas utama pihak kepolisian saat ini.

“Rekaman CCTV sudah 12 titik kami amankan dan saat ini sedang dalam proses analisis mendalam oleh tim digital forensik. Kami berupaya mendapatkan visual yang lebih jelas mengenai wajah pelaku dan kendaraan yang digunakannya,” tambah AKP Tanwin. Polisi optimis bahwa dengan banyaknya rekaman yang dikumpulkan, identitas pelaku akan segera terungkap. Partisipasi warga dalam memberikan informasi tambahan juga sangat diharapkan untuk mempercepat proses hukum ini.

Baca Juga Malam Kelam di Jayapura: Tragedi Amuk Massa Pasca Laga Persipura vs Adhyaksa FC, Puluhan Kendaraan Hangus
Malam Kelam di Jayapura: Tragedi Amuk Massa Pasca Laga Persipura vs Adhyaksa FC, Puluhan Kendaraan Hangus

Penegasan Polisi: Murni Percobaan Pencurian dengan Kekerasan

Di tengah simpang siur informasi yang beredar di masyarakat, terutama di media sosial, Polres Sumedang merasa perlu memberikan klarifikasi tegas mengenai motif di balik kejadian ini. Sebelumnya, sempat beredar isu bahwa insiden tersebut merupakan aksi pelecehan atau yang sering disebut sebagai begal payudara. Namun, setelah melakukan pemeriksaan intensif terhadap korban dan saksi-saksi, polisi membantah hal tersebut.

“Kami tegaskan kembali, berdasarkan bukti dan keterangan yang ada, ini murni merupakan perkara percobaan pencurian dengan kekerasan. Ini bukan aksi begal payudara seperti yang sempat ramai diisukan. Fokus pelaku adalah harta benda korban, namun karena korban melakukan perlawanan dengan cara berteriak, pelaku menjadi panik dan melakukan kekerasan fisik,” tegas AKP Tanwin di hadapan wartawan.

Pernyataan ini dikeluarkan untuk meredam keresahan publik dan memastikan bahwa penyidikan tetap berjalan pada koridor hukum yang tepat. Pihak kepolisian juga menghimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi spekulatif yang dapat mengganggu proses penyidikan maupun menciptakan ketakutan yang tidak perlu di lingkungan mahasiswa Sumedang.

Baca Juga Geger! Anggota Polri Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Mobil di Tasikmalaya: Inilah Sosok Bripka Budi Akbar yang Dikenal Gigih
Geger! Anggota Polri Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Mobil di Tasikmalaya: Inilah Sosok Bripka Budi Akbar yang Dikenal Gigih

Upaya Keamanan dan Perlindungan Mahasiswa di Jatinangor

Kasus yang menimpa GC ini menjadi alarm keras bagi pihak keamanan wilayah dan otoritas kampus. Jatinangor sebagai kawasan pendidikan yang dihuni oleh puluhan ribu mahasiswa dari berbagai daerah menuntut standar keamanan yang lebih tinggi. Kurangnya penerangan di beberapa gang kecil serta minimnya patroli pada jam-jam rawan menjadi catatan yang perlu segera dievaluasi oleh pemerintah daerah setempat.

Pihak Universitas Padjadjaran sendiri dikabarkan telah memberikan pendampingan kepada korban, baik secara medis maupun psikologis. Trauma yang dialami korban akibat ancaman senjata tajam dan kekerasan fisik tentu membutuhkan waktu penyembuhan yang tidak sebentar. Di sisi lain, forum komunikasi warga di Desa Hegarmanah juga mulai memperketat penjagaan lingkungan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Langkah Selanjutnya: Perburuan Pelaku Masih Berlangsung

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan dari Satreskrim Polres Sumedang dan Polda Jabar masih berada di lapangan untuk melakukan pengejaran. Identitas terduga pelaku yang mulai mengerucut memberikan harapan besar bahwa kasus ini akan segera berakhir dengan penangkapan. Polisi berjanji akan memberikan sanksi hukum yang berat bagi pelaku mengingat tindakannya yang sangat sadis dan membahayakan nyawa orang lain.

Baca Juga Waspada Teror di Area Lembap! Inilah 4 Alasan Utama Mengapa Ular Sering Masuk ke Kamar Mandi
Waspada Teror di Area Lembap! Inilah 4 Alasan Utama Mengapa Ular Sering Masuk ke Kamar Mandi

Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada saat beraktivitas di malam hari, terutama saat melintasi jalur-jalur yang sepi. Kejadian di Jatinangor ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa kewaspadaan adalah kunci utama keselamatan. ZonaKabar akan terus mengawal perkembangan kasus ini hingga pelaku berhasil diringkus dan keadilan bagi korban dapat ditegakkan sepenuhnya.

Dewi Lestari

Dewi Lestari

Penulis berita yang cekatan dalam mengolah informasi terkini (breaking news) agar tersaji secara akurat dan mudah dipahami.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *