Panduan Lengkap Tata Cara Sa’i: Menelusuri Jejak Perjuangan Siti Hajar dari Safa ke Marwah

Budi Santoso | ZonaKabar
06 Mei 2026, 07:41 WIB
Panduan Lengkap Tata Cara Sa'i: Menelusuri Jejak Perjuangan Siti Hajar dari Safa ke Marwah

ZonaKabar — Mengenang kembali lembaran sejarah ribuan tahun silam di lembah Makkah yang gersang, kita akan menemukan sebuah narasi luar biasa tentang keteguhan hati dan iman seorang wanita bernama Siti Hajar. Di tengah hamparan padang pasir tanpa tanda-tanda kehidupan, ia berlari kecil tujuh kali antara dua bukit, Safa dan Marwah, demi mencari setetes air untuk putra tercintanya, Ismail AS. Jejak spiritual inilah yang kemudian diabadikan menjadi ibadah Sa’i, sebuah fragmen krusial dalam rangkaian ibadah haji dan umrah yang wajib dipahami oleh setiap jemaah.

Sa’i bukan sekadar aktivitas fisik berjalan bolak-balik. Ia adalah manifestasi dari ikhtiar manusiawi yang dipadukan dengan tawakal mutlak kepada Sang Pencipta. Bagi jemaah yang sedang mempersiapkan diri menuju Baitullah, memahami manasik haji secara mendalam, termasuk tata cara Sa’i yang benar, adalah kunci untuk meraih ibadah yang mabrur dan penuh kekhusyukan.

Esensi dan Hukum Sa’i dalam Syariat Islam

Dalam kacamata fiqih, Sa’i memegang posisi yang sangat sentral. Mayoritas ulama dari mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hanbali menegaskan bahwa Sa’i merupakan salah satu rukun haji. Artinya, ibadah haji seseorang dianggap tidak sah apabila ritual ini ditinggalkan dengan sengaja tanpa uzur syar’i. Sementara itu, mazhab Hanafi menempatkan Sa’i sebagai wajib haji, di mana jika ditinggalkan tidak membatalkan haji secara total, namun jemaah diwajibkan membayar dam atau denda berupa penyembelihan hewan kurban.

Baca Juga Jadwal Sholat Jawa Timur 14 Mei 2026: Panduan Lengkap Waktu Ibadah di 38 Kabupaten dan Kota
Jadwal Sholat Jawa Timur 14 Mei 2026: Panduan Lengkap Waktu Ibadah di 38 Kabupaten dan Kota

Ritual ini dilakukan setelah jemaah menyelesaikan Tawaf, baik itu Tawaf Ifadah maupun Tawaf Umrah. Suasana di lintasan Sa’i (Mas’a) kini memang sudah jauh lebih nyaman dengan pendingin ruangan dan lantai marmer yang sejuk, namun semangat yang dibawa harus tetap sama: semangat penghambaan dan permohonan pertolongan hanya kepada Allah SWT.

Tata Cara Sa’i: Langkah Demi Langkah Menuju Kesempurnaan

Agar ibadah Anda berjalan sesuai dengan tuntunan sunnah, berikut adalah tahapan detail pelaksanaan Sa’i yang telah dirangkum oleh redaksi ZonaKabar berdasarkan pedoman resmi Kementerian Agama RI dan literatur klasik Islam.

1. Memulai Langkah dari Bukit Safa

Perjalanan suci ini harus diawali dari Bukit Safa. Saat ini, Bukit Safa dan Marwah berada di dalam bangunan Masjidil Haram yang telah diperluas. Jemaah disunahkan untuk naik ke atas bukit hingga melihat Ka’bah (jika memungkinkan atau melihat arahnya). Sebelum memulai, jemaah dianjurkan membaca ayat Al-Qur’an dan doa pembuka untuk memantapkan niat di dalam hati.

Baca Juga Tragedi di Balik Jeruji Suci: Kisah Pilu 7 Santri di Surabaya Menjadi Korban Nafsu Bejat Oknum Ustaz
Tragedi di Balik Jeruji Suci: Kisah Pilu 7 Santri di Surabaya Menjadi Korban Nafsu Bejat Oknum Ustaz

2. Menuntaskan Tujuh Kali Perjalanan

Penting untuk diingat bahwa perhitungan satu kali perjalanan adalah dari Safa ke Marwah. Sebaliknya, perjalanan dari Marwah kembali ke Safa dihitung sebagai perjalanan kedua. Dengan demikian, Sa’i akan selalu berakhir di Bukit Marwah pada hitungan ketujuh. Kesalahan dalam menghitung putaran ini dapat mempengaruhi keabsahan ibadah, sehingga fokus dan konsentrasi sangat diperlukan di tengah kerumunan jemaah.

3. Aturan Berjalan dan Berlari Kecil

Dalam pelaksanaan Sa’i, terdapat perbedaan perlakuan antara jemaah laki-laki dan perempuan. Bagi pria, disunahkan untuk melakukan raml atau berlari-lari kecil saat melintasi area yang ditandai dengan lampu hijau (pilar hijau). Sementara itu, bagi jemaah perempuan, cukup berjalan biasa dengan tenang di sepanjang lintasan. Hal ini merujuk pada prinsip kesantunan dan perlindungan terhadap kaum wanita dalam ibadah.

4. Menjaga Kesinambungan (Muwalat)

Sangat dianjurkan untuk melakukan Sa’i secara berturut-turut tanpa jeda yang lama. Namun, jika di tengah perjalanan terdengar kumandang azan atau jemaah merasa sangat kelelahan, diperbolehkan untuk berhenti sejenak untuk salat berjemaah atau beristirahat, kemudian melanjutkan hitungan dari titik terakhir mereka berhenti.

Baca Juga Lautan Doa Melepas 1.175 Jemaah Haji Tulungagung: Haru Biru Keberangkatan Menuju Baitullah
Lautan Doa Melepas 1.175 Jemaah Haji Tulungagung: Haru Biru Keberangkatan Menuju Baitullah

Kumpulan Doa dan Zikir Selama Perjalanan Sa’i

Mengingat Sa’i adalah momentum doa mustajab, jemaah sangat disarankan untuk membasahi lidah mereka dengan zikir dan permohonan. Berikut adalah rangkaian doa yang bisa Anda amalkan:

Doa Saat Mendekati Bukit Safa

Ketika pertama kali mendekati kaki Bukit Safa, jemaah membaca doa yang merujuk pada Surat Al-Baqarah ayat 158:

“Bismillahirrahmaanirrahiim wa rasuluh. Innash shofaa wal marwata min sya’airillah, fa man hajjal baita awi’ tamara falaa junaaha ‘alaihi an yat thouwwada bihimaa, wa man tathouwwa’a khoiron fa innallaha syaakirun ‘aliim. Abda’u bimaa bada’allahu bihi wasuluh.”

Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar Allah. Maka barangsiapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya…”

Zikir di Atas Bukit Safa Menghadap Kiblat

Sambil menghadap Ka’bah dan mengangkat tangan, bacalah takbir tiga kali diikuti dengan zikir ketauhidan:

Baca Juga Strategi Ampuh Pemprov Jatim Tekan Angka Putus Sekolah: Beasiswa Masif dan Kolaborasi Swasta Jadi Kunci Utama
Strategi Ampuh Pemprov Jatim Tekan Angka Putus Sekolah: Beasiswa Masif dan Kolaborasi Swasta Jadi Kunci Utama

“Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar walilahil hamd… Laa ilaaha illallahu wahdahulaa syariikalah, lahulmulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syai’in qodiir…”

Zikir ini menegaskan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, Dialah yang menepati janji-Nya dan menolong hamba-Nya.

Doa di Antara Dua Lampu Hijau

Saat berlari-lari kecil di antara pilar hijau, jemaah dianjurkan membaca doa pengampunan:

“Rabbighfir warham wa’fu wa takarram, wa tajaawaz ammaa ta’lam innaka ta’lamu maa laa na’lamu. Allahummaghfir warham innaka antal aa’azzul akram.”

Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah, sayangilah, maafkanlah, bermurah hatilah, dan hapuslah apa yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui apa yang tidak kami ketahui. Ya Allah, ampunilah dan sayangilah, sesungguhnya Engkau Maha Mulia lagi Maha Pemurah.”

Menutup Ibadah dengan Tahallul

Setelah menyelesaikan putaran ketujuh di Bukit Marwah, jemaah disunahkan membaca doa penutup sebagai bentuk syukur atas kelancaran ibadah. Namun, selesainya Sa’i belum berarti seluruh larangan ihram telah gugur. Jemaah harus melakukan tahallul, yaitu mencukur atau memotong rambut.

Baca Juga Prakiraan Cuaca Jawa Timur 12 Mei 2026: Sidoarjo dan Surabaya Membara, Waspada Udara Kabur di Sejumlah Wilayah
Prakiraan Cuaca Jawa Timur 12 Mei 2026: Sidoarjo dan Surabaya Membara, Waspada Udara Kabur di Sejumlah Wilayah

Bagi laki-laki, lebih utama untuk mencukur gundul (halq) atau setidaknya memotong pendek sebagian rambut. Sedangkan bagi perempuan, cukup memotong ujung rambut sepanjang ruas jari. Setelah prosesi tahallul ini selesai, maka selesailah rangkaian umrah atau bagian dari rukun haji tersebut, dan jemaah diperbolehkan kembali melakukan hal-hal yang sebelumnya dilarang saat berihram.

Semoga panduan ini membantu Anda dalam menjalankan ibadah dengan lebih khidmat. Mengingat Sa’i adalah tentang kesabaran, pastikan kondisi fisik Anda dalam keadaan prima sebelum memulai perjalanan spiritual antara Safa dan Marwah ini.

Budi Santoso

Budi Santoso

Pengamat dinamika perkotaan yang aktif meliput perkembangan ekonomi dan infrastruktur di area Jawa Timur dan Jawa Barat.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *