Revolusi Industri Genteng Majalengka: Menuju Standar SNI dan Gebrakan Program Gentengisasi Nasional

Dewi Lestari | ZonaKabar
19 Mei 2026, 21:43 WIB
Revolusi Industri Genteng Majalengka: Menuju Standar SNI dan Gebrakan Program Gentengisasi Nasional

ZonaKabar — Kabupaten Majalengka, yang selama ini dikenal sebagai rahim dari industri tanah liat terbaik di Jawa Barat, kini tengah bersiap memasuki era baru yang lebih profesional. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka tidak lagi sekadar melihat pabrik genteng atau ‘jebor’ sebagai warisan budaya, melainkan sebagai motor penggerak ekonomi yang harus memiliki standar mutu internasional. Melalui dorongan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI), wajah industri tradisional ini mulai bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi yang kompetitif di kancah nasional.

Langkah progresif ini bertepatan dengan momentum besar yang dibawa oleh Pemerintah Pusat. Program “Gentengisasi” yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi katalisator utama bagi para pelaku UMKM Majalengka. Kebijakan ini diyakini bukan sekadar bantuan teknis, melainkan sebuah pengakuan kedaulatan produk lokal dalam pembangunan infrastruktur nasional, khususnya dalam penyediaan perumahan rakyat yang layak dan kokoh.

Sertifikasi SNI: Melompati Batas Tradisional Menuju Profesionalisme

Sekretaris Daerah (Sekda) Majalengka, Aeron Randy, menegaskan bahwa legalitas dan standarisasi adalah kunci utama agar produk lokal bisa berbicara banyak di pasar yang lebih luas. Selama berpuluh-puluh tahun, industri genteng di Jatiwangi dan sekitarnya beroperasi secara otodidak dengan standar yang diwariskan turun-temurun. Kini, Pemkab Majalengka hadir untuk memberikan sentuhan profesionalisme melalui kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat SNI.

Baca Juga Geger di Garut: Kronologi Oknum Polisi Mabuk Bawa Samurai Cari Anggota DPR RI Ade Ginanjar hingga Diperiksa Propam
Geger di Garut: Kronologi Oknum Polisi Mabuk Bawa Samurai Cari Anggota DPR RI Ade Ginanjar hingga Diperiksa Propam

“Kami mencatat saat ini sudah ada sekitar 200 jebor UMKM yang telah mengantongi NIB. Ini adalah fondasi awal. Dari jumlah tersebut, kami mengusulkan 45 jebor untuk mendapatkan sertifikasi SNI. Hasil verifikasinya sangat menggembirakan, delapan jebor sudah resmi lolos dan berhak menyematkan logo SNI pada produk mereka,” ungkap Aeron Randy saat memberikan keterangan kepada tim redaksi.

Proses verifikasi ini bukanlah perkara mudah. Aeron menjelaskan bahwa kegagalan beberapa unit usaha dalam meraih SNI bukan disebabkan oleh rendahnya kualitas bahan baku atau ketahanan produk. Tanah liat Majalengka sudah teruji kekuatannya selama berdekade-dekade. Kendala teknis justru terletak pada aspek presisi dan hasil akhir cetakan atau finishing yang belum seragam.

Menelisik Tantangan Teknis di Balik Tungku Pembakaran

Dibalik kepulan asap dari cerobong-cerobong jebor, terdapat tantangan besar dalam menyamakan standar dimensi produk. Dalam standar SNI, setiap milimeter sangat berarti. Ketidakpresisian cetakan seringkali membuat genteng sulit dipasang secara rapi atau menimbulkan celah saat penyusunan di atas kerangka atap. Inilah yang menjadi fokus pendampingan Pemkab Majalengka ke depan.

Baca Juga Mengenal Muhammad Nazmi: Sosok Wasit FIFA Asal Malaysia yang Akan Memimpin Duel Panas Bhayangkara FC vs Persib Bandung
Mengenal Muhammad Nazmi: Sosok Wasit FIFA Asal Malaysia yang Akan Memimpin Duel Panas Bhayangkara FC vs Persib Bandung

“Secara kualitas dan kekuatan, genteng kita sangat kokoh dan tidak mudah pecah. Namun, catatan pada finishing cetak ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Kami akan terus mendorong para pengusaha agar melakukan modernisasi alat cetak sehingga presisi produk tetap terjaga tanpa menghilangkan karakteristik asli genteng Majalengka,” tambah Aeron. Dengan adanya sertifikasi SNI, posisi tawar pengusaha lokal akan meningkat drastis, terutama saat berhadapan dengan proyek-proyek strategis pemerintah maupun pengembang besar.

Menanti Kedatangan Presiden: Momentum Emas Gentengisasi

Antusiasme masyarakat Majalengka, khususnya para buruh jebor, kini tengah memuncak. Rencananya, pada 25 Mei 2026 mendatang, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir langsung di Kota Angin. Tak sendirian, Presiden akan didampingi oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, untuk meluncurkan secara resmi program gentengisasi nasional.

Lokasi peluncuran sedang dipersiapkan dengan matang, dengan dua opsi utama yakni kawasan historis Pasar Lama atau pusat ekonomi baru Jatiwangi Square. Kehadiran tokoh-tokoh penting ini menjadi sinyal kuat bahwa industri genteng rakyat tidak lagi dipandang sebelah mata. Program ini diprediksi akan menyerap produksi lokal secara masif, memberikan kepastian pasar yang selama ini fluktuatif.

Baca Juga Sinopsis Peppermint: Amarah Jennifer Garner dan Perjuangan Seorang Ibu Melawan Ketidakadilan Kartel Narkoba
Sinopsis Peppermint: Amarah Jennifer Garner dan Perjuangan Seorang Ibu Melawan Ketidakadilan Kartel Narkoba

Estimasi awal menunjukkan angka yang fantastis. Dalam peluncuran program tersebut, diperkirakan akan ada pemesanan sekitar 600 truk genteng. Jika dikalkulasikan, nilai perputaran uang dari pesanan awal ini mencapai angka Rp 3 miliar. Sebuah suntikan dana segar yang sangat berarti bagi ekosistem UMKM di Majalengka pasca tantangan ekonomi global beberapa tahun terakhir.

Dampak Ekonomi: Lebih Dari Sekadar Penjualan Genteng

Program gentengisasi bukan hanya soal transaksi jual beli material bangunan. Ini adalah tentang menghidupkan kembali denyut nadi ekonomi kerakyatan. Dengan pesanan senilai miliaran rupiah, rantai pasok di tingkat bawah ikut bergerak. Mulai dari penyedia tanah liat, pengangkut kayu bakar atau sekam untuk pembakaran, hingga jasa logistik pengiriman genteng.

Aeron Randy memandang hal ini sebagai sebuah berkah yang luar biasa. Menurutnya, berkat sinergi antara visi Presiden dan eksekusi di tingkat kementerian, industri yang sempat lesu ini kembali bergairah. Para pemilik jebor kini kembali berani menambah tenaga kerja, dan para buruh panggul hingga pencetak genteng memiliki jaminan penghasilan yang lebih stabil.

Baca Juga Misi Juara di GBLA: Viking Persib Club Siapkan Koreografi Kolosal Sambut Laga Penentu Kontra Persijap
Misi Juara di GBLA: Viking Persib Club Siapkan Koreografi Kolosal Sambut Laga Penentu Kontra Persijap

“Ini benar-benar menjadi angin segar. Berkat perhatian Pak Presiden dan Pak Menteri, UMKM genteng di Majalengka kembali menggeliat. Kami optimis, jika standar kualitas terjaga dan dukungan pemerintah terus mengalir, Majalengka akan mengukuhkan posisinya sebagai kiblat industri genteng nasional yang modern namun tetap berbasis kerakyatan,” tutup Aeron dengan nada optimis.

Membangun Masa Depan Jatiwangi Sebagai Kawasan Industri Kreatif Berbasis Tanah

Langkah Pemkab Majalengka yang mendorong sertifikasi SNI dan menyambut program gentengisasi adalah bagian dari visi jangka panjang. Jatiwangi tidak hanya ingin dikenal sebagai produsen, tetapi juga sebagai pusat inovasi material bangunan berbasis tanah liat. Dukungan pemerintah daerah dalam memfasilitasi legalitas usaha merupakan bentuk proteksi agar pengusaha lokal tidak tergerus oleh produk-produk impor atau material sintetis modern.

Ke depan, diharapkan lebih banyak lagi jebor yang mampu memenuhi kriteria SNI. Dengan begitu, setiap atap rumah dalam program pembangunan sejuta rumah oleh pemerintah bisa menggunakan produk asli dari tangan-tangan terampil pengrajin Majalengka. Ini bukan sekadar tentang membangun rumah, tapi tentang membangun kebanggaan atas produk buatan negeri sendiri yang berkualitas dunia.

Baca Juga Tragedi di Kampung Ciawitali: Kronologi Penemuan Perempuan Muda Kritis yang Menggegerkan Sukabumi
Tragedi di Kampung Ciawitali: Kronologi Penemuan Perempuan Muda Kritis yang Menggegerkan Sukabumi

Melalui koordinasi yang erat antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta pendampingan teknis yang berkelanjutan, Pemkab Majalengka berkomitmen untuk menjadikan industri genteng sebagai ikon kesuksesan transformasi UMKM di Indonesia. Perjalanan menuju 25 Mei 2026 akan menjadi catatan sejarah penting bagi masyarakat Majalengka dalam membuktikan bahwa produk tradisional bisa bersaing di era digital dan standarisasi global.

Dewi Lestari

Dewi Lestari

Penulis berita yang cekatan dalam mengolah informasi terkini (breaking news) agar tersaji secara akurat dan mudah dipahami.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *