Revolusi Trotoar Cicadas: Muhammad Farhan Bersihkan Ahmad Yani dan Bidik Kawasan Cikutra untuk Penataan Modern

Dewi Lestari | ZonaKabar
20 Mei 2026, 13:46 WIB
Revolusi Trotoar Cicadas: Muhammad Farhan Bersihkan Ahmad Yani dan Bidik Kawasan Cikutra untuk Penataan Modern

ZonaKabar — Suasana pagi di kawasan Cicadas, tepatnya di sepanjang koridor Jalan Ahmad Yani, kini tak lagi sama. Pemandangan hiruk-pikuk lapak pedagang kaki lima (PKL) yang selama berpuluh-puluh tahun seolah menjadi identitas permanen kawasan tersebut, kini berganti dengan pemandangan trotoar yang lapang dan bersih. Langkah besar Pemerintah Kota Bandung dalam mengembalikan fungsi ruang publik mulai menunjukkan hasil nyata yang signifikan.

Perubahan drastis ini merupakan buah dari upaya pembongkaran ratusan lapak PKL yang berdiri di atas trotoar, yang telah dilaksanakan pada Selasa, 19 Mei 2026. Pada Rabu (20/5/2026) subuh, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, turun langsung untuk memastikan bahwa area yang selama ini dikenal sebagai ‘Cicadas Market’ tersebut benar-benar bersih dari hambatan fisik bagi pejalan kaki.

Langkah Nyata Menuju Estetika Kota yang Lebih Baik

Muhammad Farhan menegaskan bahwa penertiban di Jalan Ahmad Yani hanyalah permulaan dari rangkaian panjang penataan PKL di wilayah timur Bandung. Dalam keterangannya kepada tim redaksi, Farhan mengungkapkan kepuasannya atas kelancaran proses pembersihan tersebut. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari pola komunikasi yang baik antara pemerintah dan para pedagang.

Baca Juga Skandal di Lapangan Latihan: Neymar Jr Terjerat Konflik Fisik dengan Robinho Jr, Santos FC Ambil Langkah Hukum
Skandal di Lapangan Latihan: Neymar Jr Terjerat Konflik Fisik dengan Robinho Jr, Santos FC Ambil Langkah Hukum

“Tadi subuh sudah dipastikan, area Ahmad Yani sudah benar-benar selesai dibersihkan. Namun, perjuangan kita tidak berhenti di sini. Setelah ruas Jalan Ahmad Yani, target berikutnya adalah masuk ke ruas Jalan Cikutra,” ujar Farhan dengan nada optimis. Penataan ini dianggap krusial mengingat kawasan Cikutra juga memiliki tingkat kepadatan yang tinggi dan membutuhkan sentuhan manajemen ruang yang serupa.

Menariknya, penertiban kali ini tidak diwarnai dengan ketegangan atau penolakan anarkis. Farhan mengklaim bahwa pembongkaran lapak di Cicadas Market didasari oleh kesadaran mandiri dari para pedagang itu sendiri. Sejak awal Mei 2026, dialog intensif telah dilakukan untuk memberikan pengertian bahwa trotoar adalah hak publik yang harus dikembalikan fungsinya.

Transformasi Ekonomi: Model Bisnis Baru bagi Pedagang

Pemerintah Pemerintah Kota Bandung menyadari bahwa para pedagang tetap membutuhkan lahan untuk mencari nafkah. Oleh karena itu, konsep penataan ini tidak sekadar menggusur, melainkan menggeser ke arah yang lebih teratur dan profesional. Farhan menjanjikan sebuah skema penataan yang akan mengakomodasi kebutuhan ekonomi warga namun tetap menjaga ketertiban kota.

Baca Juga Sukun Arjasari: Menakar Potensi ‘Emas Hijau’ Bandung Sebagai Penyelamat Pangan Masa Depan
Sukun Arjasari: Menakar Potensi ‘Emas Hijau’ Bandung Sebagai Penyelamat Pangan Masa Depan

“Ini adalah bentuk kesadaran kolektif. Kita sedang menyiapkan opsi penataan baru di lokasi yang sama, namun dengan model bisnis yang jauh berbeda. Tidak bisa lagi seperti dulu yang semrawut. Kita ingin bisnis mereka naik kelas, lebih higienis, dan menarik bagi wisatawan,” ungkapnya. Sejak tanggal 1 Mei, proses pembongkaran mandiri telah dimulai sesuai kesepakatan antara pemerintah dan paguyuban PKL setempat.

Rencana ini diharapkan dapat menjadi pilot project bagi kawasan lain di Bandung. Dengan merubah wajah Cicadas, citra kawasan yang dulunya dianggap kumuh bisa berubah menjadi pusat ekonomi yang lebih modern tanpa menghilangkan nilai sejarahnya sebagai pusat perbelanjaan rakyat.

Memperbaiki Akar Masalah: Fokus pada Sistem Drainase

Salah satu alasan utama mengapa penataan ini mendesak adalah kondisi infrastruktur bawah tanah yang selama ini terabaikan. Selama bertahun-tahun, keberadaan lapak PKL di atas trotoar telah menutup akses ke bak kontrol drainase. Hal ini menyebabkan pemeliharaan saluran air terhambat, yang pada gilirannya sering memicu genangan air saat hujan deras melanda kawasan tersebut.

Baca Juga Jadwal Sholat Cirebon Hari Ini, Minggu 26 April 2026: Panduan Ibadah dan Keutamaannya di Kota Wali
Jadwal Sholat Cirebon Hari Ini, Minggu 26 April 2026: Panduan Ibadah dan Keutamaannya di Kota Wali

“Prioritas utama setelah pembersihan ini adalah perbaikan masalah banjir melalui normalisasi drainase. Selama ini, Dinas Bina Marga kesulitan melakukan pengecekan karena lubang kontrol tertutup permanen oleh bangunan lapak. Sekarang, setelah area bersih, tim akan segera masuk untuk membereskan sumbatan-sumbatan yang ada,” tambah Farhan.

Pengerjaan drainase ini dipandang sebagai langkah fundamental sebelum masuk ke tahap beautifikasi atau mempercantik estetika trotoar. Dengan sistem drainase yang sehat, usia infrastruktur jalan di Cicadas dipastikan akan lebih panjang dan masyarakat sekitar terhindar dari ancaman luapan air selokan yang selama ini menjadi keluhan rutin.

Dukungan Terhadap Proyek Transportasi Massal BRT

Penataan kawasan Cicadas juga memiliki kaitan erat dengan rencana besar pengembangan transportasi publik di Kota Bandung. Kawasan Ahmad Yani diproyeksikan menjadi salah satu jalur utama Bus Rapid Transit (BRT) yang sedang digarap secara serius oleh pemerintah pusat dan daerah. Untuk mendukung operasional BRT, diperlukan ruang jalan yang memadai serta akses pejalan kaki yang nyaman menuju halte-halte yang akan dibangun.

Baca Juga Luka di Balik Etalase: Kisah Pilu Pemilik Warung di Cirebon yang Terpukul Aksi Brutal Geng Motor
Luka di Balik Etalase: Kisah Pilu Pemilik Warung di Cirebon yang Terpukul Aksi Brutal Geng Motor

Jika trotoar masih dipenuhi lapak, maka integrasi moda transportasi ini akan mustahil dilakukan secara maksimal. Dengan wajah baru Cicadas yang lebih tertata, diharapkan warga Bandung akan lebih tertarik menggunakan transportasi umum, yang pada akhirnya dapat mengurangi kemacetan kronis di wilayah tersebut.

Masyarakat kini menantikan kelanjutan dari rencana besar ini. Kawasan Cikutra yang menjadi target berikutnya diharapkan dapat mengikuti jejak Cicadas dalam hal kooperasi pedagang. Tantangan tentu masih ada, terutama terkait dengan konsistensi pengawasan agar para pedagang tidak kembali berjualan di zona terlarang (relokasi permanen).

Kesimpulan: Harapan Baru untuk Wajah Bandung Timur

Langkah berani Muhammad Farhan dalam melakukan revitalisasi Cicadas merupakan sinyal kuat bahwa Bandung sedang bergerak menuju arah kota yang lebih teratur dan manusiawi. Keberhasilan pembersihan di Jalan Ahmad Yani membuktikan bahwa dengan komunikasi yang tepat, perubahan besar bisa terjadi tanpa harus melalui jalur kekerasan.

Kini, bola ada di tangan pemerintah untuk segera mewujudkan janji penataan model bisnis baru bagi para PKL. Masyarakat berharap agar Cicadas tidak hanya bersih untuk sementara waktu, namun dapat bertransformasi menjadi ikon baru Bandung Timur yang membanggakan secara ekonomi dan estetika. Dengan drainase yang lancar, trotoar yang nyaman, dan transportasi publik yang terintegrasi, Cicadas siap menyongsong masa depan baru yang lebih cerah.

Baca Juga Prakiraan Cuaca Bandung Raya 22 Mei 2026: Waspada Guyuran Hujan di Akhir Pekan, Suhu Dingin Menyapa Parahyangan
Prakiraan Cuaca Bandung Raya 22 Mei 2026: Waspada Guyuran Hujan di Akhir Pekan, Suhu Dingin Menyapa Parahyangan
Dewi Lestari

Dewi Lestari

Penulis berita yang cekatan dalam mengolah informasi terkini (breaking news) agar tersaji secara akurat dan mudah dipahami.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *