Skandal Gagal Berangkat Umroh: Kantor Travel di Java Mall Semarang Digeruduk Massa, Pemilik Tak Berkutik

Aris Munandar | ZonaKabar
27 Apr 2026, 01:47 WIB
Skandal Gagal Berangkat Umroh: Kantor Travel di Java Mall Semarang Digeruduk Massa, Pemilik Tak Berkutik

ZonaKabar — Suasana mencekam menyelimuti area basement Java Mall Semarang pada Minggu malam (26/4/2026). Pusat perbelanjaan yang biasanya mulai tenang menjelang jam operasional berakhir, justru mendadak riuh oleh kedatangan sekelompok warga yang tampak emosional. Mereka bukan datang untuk berbelanja, melainkan untuk menuntut hak dan kejelasan atas nasib keberangkatan ibadah mereka yang tak kunjung terealisasi.

Kantor biro perjalanan haji dan umroh bertajuk ‘Al Amanah’, yang mengklaim diri sebagai penyelenggara resmi, menjadi sasaran kemarahan para calon jemaah. Berdasarkan pantauan tim lapangan ZonaKabar di lokasi sekitar pukul 22.04 WIB, puluhan orang masih bertahan di depan kantor tersebut. Gurat kekecewaan dan amarah terlihat jelas di wajah para korban yang merasa dikhianati oleh janji-janji manis pihak pengelola.

Kehadiran aparat kepolisian pun tak terelakkan. Sebuah mobil patroli terparkir di halaman mall, sementara sejumlah personel berseragam tampak berjaga untuk mencegah terjadinya tindakan anarkis. Di tengah kepungan massa, seorang pria yang diduga kuat merupakan pemilik agen travel tersebut hanya bisa terdiam seribu bahasa. Ia tampak pasrah saat pihak berwajib memintanya untuk ikut ke Mapolrestabes Semarang guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga Menjelajahi Jantung Dunia: Daftar Lengkap 54 Negara di Benua Afrika Beserta Ibu Kota dan Mata Uangnya
Menjelajahi Jantung Dunia: Daftar Lengkap 54 Negara di Benua Afrika Beserta Ibu Kota dan Mata Uangnya

Harapan Menuju Tanah Suci yang Berujung Kekecewaan

Bagi banyak orang, menunaikan ibadah umroh adalah impian seumur hidup yang diraih dengan menabung sedikit demi sedikit. Namun, bagi para korban biro Al Amanah, impian itu kini berubah menjadi mimpi buruk yang menyesakkan dada. Salah satu korban yang hadir di lokasi, Endang (54), menceritakan betapa hancur perasaannya setelah berkali-kali dijanjikan keberangkatan yang tak pernah nyata.

Endang berkisah bahwa dirinya telah mendaftarkan diri bersama sang adik sejak Januari 2025. Total uang sebesar Rp 46 juta telah disetorkan kepada pihak agen dengan harapan bisa segera bersujud di depan Ka’bah. Namun, hingga detik ini, keberangkatan itu hanya menjadi isapan jempol semata. Bahkan, dari uang puluhan juta yang disetorkannya, baru sekitar Rp 25 juta yang dikembalikan oleh pihak travel.

“Saya sudah membayar lunas, dijanjikan berangkat 5 Desember 2025. Kemudian diundur lagi ke tanggal 30 Desember, dan mundur lagi ke 5 Januari 2026. Alasannya selalu berubah-ubah, katanya kondisi sedang crowded atau apalah yang kami tidak mengerti,” tutur Endang dengan nada getir saat memberikan keterangan kepada tim ZonaKabar.

Baca Juga Sinergi Kebaikan: Baznas Salurkan Puluhan Hewan Dam Haji 1447 H di Pemalang untuk Masyarakat Rentan
Sinergi Kebaikan: Baznas Salurkan Puluhan Hewan Dam Haji 1447 H di Pemalang untuk Masyarakat Rentan

Modus Operandi: Janji Manis dan Penundaan Sistematis

Kasus yang menimpa Endang hanyalah puncak gunung es dari apa yang diduga sebagai praktik penipuan umroh yang dilakukan secara terencana. Korban lainnya, Sustiowati, mengungkapkan pola serupa yang dialaminya. Ia telah menyetor dana sebesar Rp 26 juta untuk keberangkatan seorang diri, namun hingga kini baru menerima pengembalian dana sebesar Rp 3 juta.

“Setiap kali kita tanya apakah ada jadwal keberangkatan bulan ini, dia selalu bilang ada. Kemudian dia buatkan draf keberangkatannya dan langsung meminta kami melakukan pelunasan segera. Tapi setelah uang masuk, janji itu hilang begitu saja,” ungkap Sustiowati. Ia merasa pihak travel sangat lihai dalam meyakinkan calon jemaah melalui dokumen-dokumen formal yang seolah-olah valid.

Reza Tongga (43), warga Mijen yang juga menjadi korban, mencium aroma kecurangan sejak awal tahun 2026. Seharusnya, ia terbang menuju tanah suci pada 5 Januari 2026 setelah melunasi pembayaran pada Desember sebelumnya. Namun, hanya dua hari sebelum keberangkatan yang dinanti, pihak agen secara mendadak memintanya untuk melakukan penjadwalan ulang (reschedule).

Baca Juga Ketegangan di Selat Hormuz Memuncak: Helikopter AS Gempur Kapal Cepat Iran dalam Misi ‘Project Freedom’
Ketegangan di Selat Hormuz Memuncak: Helikopter AS Gempur Kapal Cepat Iran dalam Misi ‘Project Freedom’

“Saya tegas menolak jadwal ulang. Saya merasa ada indikasi penipuan di sini, sehingga hari itu juga saya langsung melaporkan pemiliknya ke Polda Jateng. Saat ini kasusnya sudah dilimpahkan ke Polrestabes Semarang, namun pergerakannya terasa belum signifikan sehingga kami memutuskan datang langsung malam ini,” tegas Reza.

Strategi Licik Memisahkan Antar Jemaah

Salah satu fakta mengejutkan yang diungkapkan oleh Reza adalah dugaan bahwa pihak agen secara sengaja mengisolasi para calon jemaah. Tujuannya diduga agar para korban tidak saling mengenal satu sama lain dan tidak bisa berkoordinasi untuk melakukan protes bersama. Praktik ini dinilai sangat rapi dan terorganisir.

“Korban yang terdata oleh saya ada sedikitnya 12 orang. Itu baru yang kami tahu, karena selama ini kami dipisah-pisah, seolah-olah jemaah ini berangkat di kelompok yang berbeda. Ini cara mereka agar kami tidak saling kenal dan tidak tahu kalau ada banyak orang lain yang juga gagal berangkat,” tambah Reza. Penemuan ini semakin menguatkan dugaan adanya biro perjalanan nakal yang beroperasi di Semarang.

Baca Juga Kota Semarang Raih Predikat AA: Menilik Rahasia Sukses Manajemen Dokumentasi Terbaik di Indonesia
Kota Semarang Raih Predikat AA: Menilik Rahasia Sukses Manajemen Dokumentasi Terbaik di Indonesia

Data sementara menunjukkan bahwa rata-rata kerugian yang diderita korban berkisar antara Rp 25 juta hingga Rp 50 juta per orang. Bahkan, terdapat satu grup yang berniat melakukan perjalanan ke Masjid Al Aqsa yang terdiri dari 5 orang dengan nilai kerugian mencapai Rp 275 juta. Angka ini tentu bukan jumlah yang sedikit bagi masyarakat yang telah bekerja keras mengumpulkan biaya ibadah.

Langkah Hukum dan Desakan Penutupan Izin

Kedatangan para korban ke Java Mall bukan sekadar bentuk pelampiasan emosi, melainkan sebuah desakan nyata agar keadilan ditegakkan. Mereka merasa geram karena meskipun sudah dilaporkan ke pihak berwajib, agen travel tersebut masih tampak beroperasi seperti biasa seolah tidak terjadi masalah apa pun. Bahkan, ada tekanan dari pihak pelaku yang meminta laporan dicabut sebagai syarat pengembalian uang.

“Dia sempat bilang kalau laporan dicabut, uang akan dikembalikan. Tapi itu tidak masuk akal, itu tidak adil bagi kami yang sudah dirugikan secara mental dan finansial. Kami ingin proses hukum tetap berjalan,” kata salah seorang korban dengan penuh penekanan. Mereka berharap pihak kepolisian segera mengambil tindakan tegas, termasuk penyitaan aset jika diperlukan untuk ganti rugi jemaah.

Baca Juga Aksi Licin Komplotan Maling Motor Lintas Provinsi Berakhir di Blora: 10 TKP Terbongkar!
Aksi Licin Komplotan Maling Motor Lintas Provinsi Berakhir di Blora: 10 TKP Terbongkar!

Harapan besar digantungkan kepada Polrestabes Semarang untuk mengusut tuntas legalitas operasional biro ‘Al Amanah’. Jika terbukti melanggar aturan penyelenggaraan ibadah haji dan umroh, warga mendesak agar izin operasional biro tersebut dicabut secara permanen guna mencegah munculnya korban-korban baru di masa depan.

Tips Terhindar dari Investasi dan Travel Umroh Bodong

Kejadian di Semarang ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat luas untuk lebih waspada dalam memilih info umroh dan biro perjalanan. Berikut adalah beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan agar terhindar dari penipuan serupa:

  • Cek Izin PPIU: Pastikan biro perjalanan memiliki izin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) dari Kementerian Agama. Masyarakat bisa mengeceknya melalui aplikasi Umrah Cerdas atau website resmi Kemenag.
  • Waspadai Harga Murah: Jangan mudah tergiur dengan paket umroh yang harganya jauh di bawah standar minimal yang ditetapkan pemerintah. Harga yang terlalu murah seringkali menjadi pintu masuk penipuan.
  • Pastikan Jadwal dan Maskapai: Biro perjalanan yang kredibel harus bisa memberikan kepastian tanggal keberangkatan, nomor penerbangan, dan nama maskapai yang akan digunakan sejak awal.
  • Cek Rekam Jejak: Cari tahu testimoni dari jemaah sebelumnya. Jangan hanya percaya pada brosur atau iklan di media sosial.
  • Jangan Terburu-buru Melunasi: Pastikan semua dokumen kontrak sudah dibaca dengan teliti sebelum melakukan pembayaran lunas.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus mendalami keterangan dari terduga pelaku di Mapolrestabes Semarang. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada pihak berwajib. Kasus ini menjadi pelajaran berharga bahwa dalam niat suci menuju Tanah Suci, kehati-hatian tetaplah menjadi hal yang paling utama. Ikuti terus perkembangan berita ini hanya di ZonaKabar untuk informasi berita semarang terbaru dan terpercaya.

Aris Munandar

Aris Munandar

Jurnalis senior dengan spesialisasi berita regional dan kebijakan publik. Fokus pada isu sosial di wilayah Jawa Tengah.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *