Teror Samurai di Garut: Aksi Nekat Pria Berkaus Abu Buru Anggota DPR RI, Ini 8 Fakta Mengejutkannya
ZonaKabar — Keheningan di Jalan Letjen Ibrahim Adjie, Kabupaten Garut, mendadak pecah menjadi suasana mencekam saat seorang pria berkaus abu-abu melakukan aksi bak film laga yang mengerikan. Dengan sebilah samurai yang mengkilat di bawah sinar matahari, pria tersebut mengamuk dan menebar teror di tengah kerumunan warga. Kejadian yang terekam dalam kamera amatir ini dengan cepat menjadi konsumsi publik dan viral di berbagai platform media sosial, memicu kekhawatiran mendalam di kalangan masyarakat Tatar Galuh.
Tim redaksi kami telah menghimpun berbagai informasi mendalam terkait insiden yang melibatkan pria yang ditengarai sebagai oknum polisi tersebut. Mulai dari kronologi awal hingga motif di balik pencarian seorang pejabat negara, berikut adalah fakta-fakta lengkap yang berhasil kami rangkum untuk Anda.
1. Amukan di Bawah Pengaruh Alkohol
Insiden berdarah ini terjadi pada Selasa (19/5) siang. Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi kejadian, pria berkaus abu-abu tersebut datang dengan kondisi fisik yang tidak stabil. Ia diduga kuat berada dalam keadaan mabuk berat atau di bawah pengaruh alkohol saat melancarkan aksinya di Jalan Letjen Ibrahim Adjie. Ketidakstabilan ini terlihat dari caranya berjalan yang sempoyongan, namun tetap agresif saat menyerang lapak-lapak pedagang kaki lima yang sedang mencari nafkah.
Aksi kriminal di Garut ini memicu kepanikan luar biasa. Pria tersebut tidak hanya berteriak-teriak tidak jelas, tetapi juga mulai merusak properti milik warga. Warga yang berada di sekitar lokasi tidak berani mendekat karena pelaku terus mengayunkan samurai miliknya dengan membabi buta ke segala arah.
2. Menggunakan Senjata Tajam Jenis Samurai
Yang membuat situasi semakin berbahaya adalah kepemilikan senjata tajam jenis samurai yang dibawa pelaku. Samurai tersebut bukan sekadar pajangan; ia mencabutnya dari sarungnya dan mengacungkannya kepada siapa saja yang berani menatapnya. Kehadiran senjata tajam ini membuat warga sekitar merasa terancam nyawanya. Dalam beberapa potongan video yang beredar, terlihat jelas bagaimana pelaku mencoba mengintimidasi massa dengan bilah pedang panjang tersebut sembari mengeluarkan kata-kata makian yang kasar.
3. Target Utama: Mencari Anggota DPR RI Ade Ginanjar
Motif di balik aksi nekat ini perlahan mulai terkuak. Berdasarkan teriakan-teriakan pelaku saat kejadian, ia secara spesifik mencari keberadaan Ade Ginanjar, seorang anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar. Kebetulan, di kawasan Jalan Letjen Ibrahim Adjie tersebut terdapat sebuah rumah milik Ade Ginanjar. Pria berkaus abu-abu itu tampak sangat terobsesi untuk menemukan sang legislator, meski hingga kini alasan pastinya masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Wilma (30), salah seorang pedagang di lokasi, memberikan kesaksian bahwa pelaku berulang kali menyebut nama “Pak Haji” yang merujuk pada sapaan akrab Ade Ginanjar. “Dia turun dari mobil, langsung bawa samurai, terus nyari-nyari Pak Haji Ade,” ungkap Wilma dengan nada masih gemetar mengingat kejadian tersebut.
4. Perusakan Fasilitas dan Tenda Pedagang
Tidak hanya menebar ancaman secara lisan, pelaku juga melakukan tindakan anarkis berupa perusakan. Tenda-tenda milik pedagang kecil menjadi sasaran amukannya. Dezan, warga lainnya yang menyaksikan langsung kejadian tersebut, menyebutkan bahwa sebuah pintu warung dan tenda jualan es teler rusak parah akibat sabetan senjata tajam dan tendangan pelaku. Kerugian materiil dialami oleh para pedagang yang saat itu sedang mencoba menjemput rezeki, namun justru terjebak dalam pusaran aksi kekerasan.
5. Detik-detik Menegangkan: Warga Nyaris Terbacok
Kesaksian lebih mengerikan datang dari Wilma, yang menyebutkan bahwa kakak iparnya hampir saja kehilangan nyawa. Saat pelaku mengamuk di depan kedai es teler, samurai tersebut diayunkan ke arah kerabatnya. Beruntung, korban berhasil menghindar tepat pada waktunya sehingga sabetan pedang tersebut hanya mengenai benda-benda di sekitarnya. Kejadian ini meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga pedagang yang menjadi target kemarahan tanpa sebab tersebut.
Selain samurai, ada dugaan dari warga sekitar bahwa pria tersebut juga sempat memperlihatkan senjata api jenis pistol. Namun, informasi mengenai kepemilikan senjata api ini masih diklarifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang guna memastikan kebenarannya.
6. Pelaku Akhirnya Dilumpuhkan Massa
Kesabaran warga ada batasnya. Setelah beberapa lama membiarkan pelaku berbuat onar karena takut akan senjatanya, warga sekitar akhirnya mengambil inisiatif saat melihat celah. Ketika pria tersebut lengah akibat pengaruh alkohol, sejumlah warga secara heroik berhasil melumpuhkannya. Dalam proses penangkapan oleh warga tersebut, pelaku sempat menjadi sasaran amukan massa yang geram dengan tindakannya. Tak lama kemudian, pihak kepolisian tiba di lokasi untuk mengamankan pelaku dari penghakiman massa yang lebih luas.
7. Tanggapan Resmi Kepolisian dan Ade Ginanjar
Kapolres Garut, AKBP Yugi Bayu Hendarto, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyatakan bahwa saat ini pelaku sedang menjalani perawatan medis karena luka-luka yang dideritanya saat dilumpuhkan massa. “Kami akan melakukan pemeriksaan mendalam setelah kondisi yang bersangkutan stabil,” tegas Yugi. Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyatakan pihaknya tengah menelusuri status keanggotaan pria tersebut di institusi Polri.
Di sisi lain, Ade Ginanjar memberikan respons melalui pesan singkat. Ia mengakui mengenal sosok pria berinisial F tersebut namun tidak memiliki hubungan dekat. “Dulu memang polisi, tapi sekarang saya tidak tahu statusnya. Saya tahu orangnya, tapi saya tidak pernah mau kenal atau menerima dia jika ingin bertemu,” ujar Ade. Ia juga menegaskan bahwa saat kejadian, ia sedang berada di daerah pemilihan (Dapil) dan rumah di Garut tersebut memang dalam keadaan kosong.
8. Sosok Pelaku yang Dikenal Sering Membuat Onar
Berdasarkan informasi tambahan yang dihimpun dari warga di Garut Selatan, khususnya wilayah Pameungpeuk, pria berinisial F ini ternyata sudah cukup dikenal dengan reputasi buruknya. Ia kerap kali meresahkan masyarakat karena kebiasaan mabuk-mabukan dan memicu keributan di ruang publik. Kejadian di Jalan Letjen Ibrahim Adjie ini seolah menjadi puncak dari rentetan perilaku negatif yang selama ini ia tunjukkan di lingkungannya.
Kini, masyarakat Garut berharap agar proses hukum berjalan dengan transparan dan tegas, tanpa melihat latar belakang pelaku jika benar ia merupakan bagian dari aparat penegak hukum. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap kepemilikan senjata dan perilaku oknum yang dapat merusak citra institusi serta mengancam keselamatan warga sipil.
Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus ini dapat Anda pantau melalui laman pencarian kami dengan kata kunci berita terbaru Garut. Kami akan terus memperbarui informasi demi memberikan sudut pandang yang jernih dan akurat bagi pembaca setia ZonaKabar.