Teror Tengah Malam di Kebonpedes: Pemuda Sukabumi Ngamuk, Bacok Tetangga hingga Rusak Rumah Warga

Dewi Lestari | ZonaKabar
22 Mei 2026, 11:42 WIB
Teror Tengah Malam di Kebonpedes: Pemuda Sukabumi Ngamuk, Bacok Tetangga hingga Rusak Rumah Warga

ZonaKabar — Suasana tenang di Kampung Pamoyanan, Desa Bojongsawah, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, mendadak berubah menjadi mencekam. Seorang pemuda setempat berinisial NY alias D (25) dilaporkan mengamuk membabi buta dengan senjata tajam, yang mengakibatkan jatuhnya korban luka hingga kerusakan properti yang cukup parah. Aksi brutal ini menyisakan trauma mendalam bagi warga sekitar yang menyaksikan langsung rentetan kejadian mengerikan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim redaksi di lapangan, insiden berdarah ini tidak terjadi begitu saja, melainkan melibatkan dua fase serangan yang dilakukan oleh pelaku pada waktu yang berbeda. Pihak kepolisian pun kini tengah mendalami motif di balik tindakan nekat pemuda tersebut yang tega melukai tetangganya sendiri.

Kronologi Awal: Serangan Mendadak Terhadap Buruh Tani

Peristiwa bermula pada Rabu (20/5), saat matahari mulai condong ke barat. Pelaku NY mendatangi kediaman seorang warga berinisial US (59), yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani. Tanpa alasan yang jelas dan tanpa ada dialog yang mendinginkan suasana, NY langsung melancarkan serangan fisik secara tiba-tiba kepada korban yang sudah berusia senja tersebut.

Baca Juga Mengenal Partai Rakyat Kecoak: Simbol Perlawanan Kreatif Kaum Muda India Terhadap Penghinaan Elit
Mengenal Partai Rakyat Kecoak: Simbol Perlawanan Kreatif Kaum Muda India Terhadap Penghinaan Elit

Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli, membenarkan adanya laporan mengenai kriminal Sukabumi ini. Dalam keterangannya kepada media, ia menjelaskan bahwa pelaku awalnya melakukan tindakan pemukulan terhadap korban pertama. “Pelaku mendatangi rumah korban (US) lalu tanpa basa-basi langsung melayangkan pukulan keras yang mengenai bagian pelipis korban,” tutur Ade pada Jumat (22/5/2026).

Hantaman keras di area wajah tersebut sontak membuat korban tersungkur dan mengundang perhatian warga sekitar. Situasi yang awalnya hanya berupa cekcok mulut kecil dalam hitungan detik berubah menjadi aksi kekerasan fisik yang tidak terduga.

Upaya Melerai yang Berujung Sabetan Golok

Melihat ada keributan di rumah US, seorang warga lain berinisial A (38), yang bekerja sebagai buruh harian lepas, berusaha mengambil inisiatif untuk melerai. A mencoba menenangkan NY dan memintanya untuk segera pulang agar ketegangan tidak semakin meluas. Namun, alih-alih meredam emosi, saran tersebut justru dibalas dengan aksi yang lebih mengerikan oleh pelaku.

Tak berselang lama setelah sempat diminta pergi, NY kembali ke lokasi. Kali ini, ia tidak datang dengan tangan kosong. Sebuah senjata tajam jenis golok terselip di tangannya, siap untuk diayunkan. Melihat bahaya yang mengancam nyawa orang lain, A mencoba melakukan langkah persuasif dengan merangkul pelaku, berharap bisa mengamankan senjata tajam tersebut.

Baca Juga Revolusi Gizi Nasional: Mengapa IPB University Turun Tangan Benahi Ekosistem Makan Bergizi Gratis?
Revolusi Gizi Nasional: Mengapa IPB University Turun Tangan Benahi Ekosistem Makan Bergizi Gratis?

Nahas, emosi NY yang sudah meledak membuatnya gelap mata. Ia justru mengayunkan goloknya dengan liar ke arah A. Akibatnya, paha kiri A terkena sabetan cukup dalam yang mengakibatkan luka robek serius. Darah segar pun mengucur, memaksa warga lain segera memberikan pertolongan medis darurat kepada korban kedua tersebut.

“Korban kedua berinisial A mengalami luka robek yang cukup serius di bagian paha kiri akibat sabetan senjata tajam jenis golok yang dibawa pelaku,” tambah Ipda Ade Ruli menggambarkan kasus penganiayaan tersebut.

Insiden Aneh: Pelaku Terjatuh dan Pingsan

Ada sebuah fakta menarik sekaligus membingungkan dalam pelarian pelaku setelah membacok A. Menurut saksi mata, setelah melakukan aksinya, NY berlari kencang menuju rumah korban pertama (US). Namun, di tengah kepanikannya sendiri, pelaku dilaporkan terjatuh dengan keras ke aspal atau tanah hingga tak sadarkan diri di lokasi kejadian.

Keluarga pelaku yang mengetahui kondisi tersebut segera mendatangi lokasi dan membawa NY pulang ke rumah mereka untuk mendapatkan perawatan. Banyak warga berspekulasi apakah pingsannya pelaku diakibatkan oleh faktor kelelahan, pengaruh zat tertentu, atau murni kecelakaan saat melarikan diri. Kejadian pingsannya pelaku ini sempat memberikan sedikit napas lega bagi warga, namun ternyata itu hanyalah jeda singkat sebelum teror yang lebih besar terjadi.

Baca Juga Menyulam Asa dari Serat Bambu: Kisah Tangguh Perajin Tradisional Cipanas Cirebon yang Tak Lekang Zaman
Menyulam Asa dari Serat Bambu: Kisah Tangguh Perajin Tradisional Cipanas Cirebon yang Tak Lekang Zaman

Serangan Tengah Malam dan Perusakan Rumah

Ketentangan di Kampung Pamoyanan mencapai puncaknya pada tengah malam, tepatnya sekitar pukul 00.00 WIB. Pelaku yang diduga sudah sadar dari pingsannya, bukannya menyesali perbuatannya, justru kembali mendatangi kediaman US dengan tingkat agresivitas yang lebih tinggi. Di bawah kegelapan malam, NY melakukan aksi perusakan rumah secara brutal.

Suara kaca pecah dan hantaman benda keras ke dinding rumah US memecah keheningan malam. Pelaku menghancurkan berbagai bagian rumah, mulai dari jendela hingga pintu, yang menyebabkan kerugian material cukup besar. Berdasarkan taksiran sementara dari pihak kepolisian, kerugian yang diderita oleh korban mencapai angka Rp10 juta—jumlah yang sangat besar bagi seorang buruh tani seperti US.

Tindakan anarkis ini membuat warga desa ketakutan untuk keluar rumah. Kondisi psikologis para korban, terutama US dan keluarganya, saat ini dalam keadaan trauma berat akibat teror beruntun yang dilakukan oleh pelaku dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.

Langkah Tegas Kepolisian dan Ancaman Pasal Berlapis

Pihak kepolisian dari Polsek Kebonpedes yang menerima laporan tersebut bergerak cepat. Tim penyidik telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta memeriksa sejumlah saksi kunci yang melihat langsung rangkaian kejadian sejak pemukulan pertama hingga perusakan rumah di tengah malam.

Baca Juga Darurat Ekologi di Kota Hujan: Dedi Mulyadi Sebut Alih Fungsi Lahan Jadi Biang Kerok Bencana Bogor
Darurat Ekologi di Kota Hujan: Dedi Mulyadi Sebut Alih Fungsi Lahan Jadi Biang Kerok Bencana Bogor

Polisi menegaskan tidak akan menoleransi aksi premanisme dan kekerasan semacam ini. Ipda Ade Ruli menjelaskan bahwa perkara ini akan ditangani secara serius dengan menerapkan pasal-pasal berat dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Mengingat rangkaian tindakannya yang sistematis, NY alias D terancam hukuman penjara yang tidak sebentar.

“Kami menangani perkara ini dengan dugaan tindak pidana penganiayaan, penganiayaan berencana, perusakan barang, hingga pencurian dengan pemberatan. Proses hukum akan ditegakkan secara profesional guna memberikan rasa aman kembali kepada masyarakat,” tegas Ade.

Masyarakat setempat berharap agar proses hukum berjalan transparan dan pelaku segera diamankan agar tidak ada lagi teror serupa di kemudian hari. Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi seluruh warga untuk tetap waspada dan segera melaporkan setiap potensi konflik kepada pihak berwajib sebelum berubah menjadi aksi tindak kekerasan yang merugikan banyak pihak.

Saat ini, situasi di Kampung Pamoyanan berangsur kondusif, namun personel kepolisian tetap melakukan pemantauan rutin untuk memastikan tidak ada aksi balasan atau gangguan kamtibmas lainnya. Warga juga diimbau untuk tidak terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya penyelesaian kasus ini kepada pihak kepolisian.

Baca Juga Waspada! Kenali Perbedaan Mencolok Siomay Ikan Sapu-Sapu dan Ikan Tenggiri untuk Kesehatan Anda
Waspada! Kenali Perbedaan Mencolok Siomay Ikan Sapu-Sapu dan Ikan Tenggiri untuk Kesehatan Anda
Dewi Lestari

Dewi Lestari

Penulis berita yang cekatan dalam mengolah informasi terkini (breaking news) agar tersaji secara akurat dan mudah dipahami.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *