Transformasi Eks Asrama Polisi Plosoklaten: Lahirnya Lapangan Tembak Tathya Dharaka Sebagai Kawah Candradimuka Polres Kediri

Budi Santoso | ZonaKabar
28 Apr 2026, 21:44 WIB
Transformasi Eks Asrama Polisi Plosoklaten: Lahirnya Lapangan Tembak Tathya Dharaka Sebagai Kawah Candradimuka Polres Ke

ZonaKabar — Transformasi signifikan baru saja terjadi di wilayah hukum Polres Kediri, tepatnya di kawasan Polsek Plosoklaten. Sebuah lahan yang dulunya merupakan area asrama polisi yang mulai menua, kini telah bersulih rupa menjadi fasilitas modern yang vital bagi korps kepolisian. Lahan tersebut kini resmi menyandang nama Lapangan Tembak Tathya Dharaka, sebuah arena yang dirancang khusus untuk menempa ketajaman insting dan kemampuan teknis para personel kepolisian di Bumi Panjalu.

Wajah Baru di Tengah Ketenangan Desa Plosolor

Langkah kaki para pejabat utama menyusuri rerumputan hijau di Desa Plosolor, Kecamatan Plosoklaten, menjadi saksi dimulainya babak baru dalam pembinaan personel. Peresmian lapangan tembak ini dipimpin langsung oleh Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji. Suasana khidmat menyelimuti prosesi pemotongan tumpeng, sebuah simbol rasa syukur sekaligus harapan agar fasilitas ini membawa manfaat besar bagi keamanan masyarakat luas.

Bukan tanpa alasan lokasi ini dipilih. Pemanfaatan eks asrama polisi mencerminkan semangat efisiensi dan optimalisasi aset negara. Dengan penataan ulang yang mengikuti standar keamanan ketat, area yang semula hanya berfungsi sebagai hunian kini bertransformasi menjadi pusat pelatihan taktis yang kompetitif. Keberadaan lapangan ini di wilayah Plosoklaten juga memberikan nuansa baru bagi dinamika Polsek Plosoklaten dan sekitarnya.

Baca Juga Eksklusif: Bupati Sidoarjo Melepas Keberangkatan Jemaah Haji 2026, Tekankan Pentingnya Kesehatan dan Keamanan Global
Eksklusif: Bupati Sidoarjo Melepas Keberangkatan Jemaah Haji 2026, Tekankan Pentingnya Kesehatan dan Keamanan Global

Tathya Dharaka: Lebih dari Sekadar Nama

Nama “Tathya Dharaka” yang disematkan pada lapangan tembak ini membawa filosofi mendalam. Dalam tradisi kepolisian, nama-nama Sanskerta seringkali dipilih untuk merepresentasikan nilai-nilai luhur. Tathya berarti kebenaran, sementara Dharaka dapat diartikan sebagai penjaga atau penopang. Secara keseluruhan, lapangan ini diharapkan menjadi tempat di mana para penjaga kebenaran mengasah kemampuan mereka demi melindungi keadilan di tengah masyarakat.

Setelah prosesi seremoni selesai, AKBP Bramastyo Priaji beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) langsung menjajal fasilitas tersebut. Suara dentuman proyektil yang menghujam sasaran menjadi tanda bahwa lapangan ini telah siap digunakan sepenuhnya. Sesi latihan perdana ini bukan sekadar pamer kemahiran, melainkan bentuk pengawasan langsung pimpinan terhadap standar keamanan dan kualitas fasilitas yang baru saja diresmikan.

Menembak Sebagai Cerminan Disiplin dan Pengendalian Diri

Dalam arahannya, AKBP Bramastyo menekankan bahwa kemahiran dalam menggunakan senjata api bukanlah tentang siapa yang paling cepat menarik pelatuk. Sebaliknya, ini adalah tentang pengendalian diri yang luar biasa. Seorang polisi yang memegang senjata memikul tanggung jawab moral dan hukum yang sangat berat. Satu peluru yang keluar harus bisa dipertanggungjawabkan di hadapan hukum dan kemanusiaan.

Baca Juga Menilik Hukum Kurban Online Melalui Aplikasi: Antara Kemudahan Digital dan Ketentuan Syariat yang Sah
Menilik Hukum Kurban Online Melalui Aplikasi: Antara Kemudahan Digital dan Ketentuan Syariat yang Sah

“Setiap anggota harus memahami bahwa penggunaan senjata api memiliki konsekuensi besar. Oleh karena itu, kemampuan ini harus didukung dengan latihan yang rutin, terarah, dan berkesinambungan,” ujar AKBP Bramastyo dengan nada tegas. Menurutnya, lapangan tembak ini adalah sarana untuk memastikan bahwa setiap personel tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga matang secara psikologis dalam mengambil keputusan di bawah tekanan tinggi.

Pelatihan menembak secara rutin dianggap sebagai bagian dari penguatan profesionalisme Polri. Di lapangan, situasi bisa berubah dalam hitungan detik. Tanpa latihan yang mumpuni, risiko kesalahan prosedur (human error) akan meningkat. Dengan adanya fasilitas internal milik Polres Kediri ini, hambatan logistik dan waktu untuk berlatih dapat dipangkas secara signifikan.

Standarisasi Keamanan dan Keunggulan Fasilitas

Pembangunan Lapangan Tembak Tathya Dharaka dilakukan dengan pengawasan yang ketat. Mengingat lokasinya yang berada di lingkungan Polsek, faktor keamanan lingkungan menjadi prioritas utama. Penataan tanggul pengaman, arah bidikan, hingga pengaturan akses masuk telah disesuaikan dengan prosedur standar operasional (SOP) latihan menembak Polri. Hal ini memastikan bahwa aktivitas latihan tidak akan membahayakan warga sekitar desa Plosolor.

Baca Juga Surabaya Akselerasi Ekosistem Hijau: 10 Unit SPKLU Ultra Fast Charging Resmi Beroperasi di Lima Titik Strategis
Surabaya Akselerasi Ekosistem Hijau: 10 Unit SPKLU Ultra Fast Charging Resmi Beroperasi di Lima Titik Strategis

Fasilitas ini juga dirancang untuk mendukung berbagai jenis latihan, mulai dari menembak presisi hingga menembak reaksi. Dengan memiliki lapangan tembak sendiri, Polres Kediri kini memiliki kemandirian dalam menyusun jadwal pembinaan anggota. Tidak perlu lagi bergantung pada jadwal peminjaman fasilitas milik instansi lain atau militer yang seringkali padat. Ini adalah langkah strategis untuk menciptakan personel yang sigap dan tanggap terhadap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Investasi Jangka Panjang untuk Keamanan Kediri

Keberadaan lapangan tembak ini merupakan investasi jangka panjang dalam menjaga stabilitas wilayah Kabupaten Kediri. Masyarakat membutuhkan polisi yang terlatih, bukan hanya dalam hal negosiasi dan mediasi, tetapi juga memiliki kesiapan fisik dan teknis saat menghadapi ancaman kejahatan yang menggunakan kekerasan. Dengan personel yang rutin berlatih, tingkat kepercayaan publik diharapkan akan terus meningkat seiring dengan profesionalisme yang ditunjukkan di lapangan.

“Fasilitas ini diharapkan mampu menunjang kemampuan teknis personel agar semakin terasah, terukur, dan sesuai standar operasional yang berlaku,” tambah AKBP Bramastyo. Kedepannya, lapangan ini diproyeksikan menjadi tulang punggung pembinaan kemampuan anggota, melahirkan polisi-polisi yang tidak hanya berani, tetapi juga cerdas dalam bertindak dan presisi dalam mengambil langkah hukum.

Baca Juga Dilema Trotoar Suhat: Antara Estetika Ruang Publik dan Kepungan Parkir Liar di Jantung Kota Malang
Dilema Trotoar Suhat: Antara Estetika Ruang Publik dan Kepungan Parkir Liar di Jantung Kota Malang

Membangun Mentalitas Penjaga yang Humanis

Meski fokus pada aspek senjata api, peresmian lapangan ini juga menjadi momentum bagi Kepolisian Indonesia, khususnya di Kediri, untuk merefleksikan kembali peran mereka sebagai pelayan masyarakat. Menembak hanyalah salah satu instrumen dalam penegakan hukum, namun mentalitas di balik senjata itulah yang paling menentukan. Dengan latihan yang disiplin, diharapkan tumbuh sikap rendah hati dan kebijaksanaan dalam setiap tindakan kepolisian.

Peresmian ini juga mendapat sambutan positif dari berbagai elemen. Transformasi lahan eks asrama menjadi fasilitas produktif dinilai sebagai langkah cerdas dalam manajemen aset. Kini, setiap dentuman peluru di Plosoklaten bukan lagi sekadar suara bising, melainkan simbol dari persiapan matang para penjaga keamanan dalam menjalankan tugas mulia mereka demi masyarakat Kediri yang aman dan kondusif.

Dengan hadirnya Lapangan Tembak Tathya Dharaka, Polres Kediri telah meletakkan batu fondasi penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia mereka. Ini adalah bukti nyata bahwa di bawah kepemimpinan AKBP Bramastyo Priaji, Polres Kediri terus berinovasi dan berkomitmen untuk selalu memberikan yang terbaik, baik dari sisi fasilitas maupun kualitas personel di lapangan.

Baca Juga Misteri Pencuri Spesialis Spion Fortuner di Ponorogo: Aksi Kilat 10 Detik yang Terekam Jelas di CCTV
Misteri Pencuri Spesialis Spion Fortuner di Ponorogo: Aksi Kilat 10 Detik yang Terekam Jelas di CCTV
Budi Santoso

Budi Santoso

Pengamat dinamika perkotaan yang aktif meliput perkembangan ekonomi dan infrastruktur di area Jawa Timur dan Jawa Barat.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *