Drama Evakuasi Sapi ‘Giras’ di Klaten: Terperosok ke Bak Sedalam 4 Meter, Damkar Kerahkan 12 Ribu Liter Air
ZonaKabar — Insiden tak terduga mewarnai pagi hari yang tenang di Desa Temuireng, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten. Seekor sapi milik warga setempat dilaporkan terperosok ke dalam sebuah bak penampungan air dengan kedalaman mencapai empat hingga lima meter. Peristiwa yang terjadi pada Selasa (19/5/2026) ini sontak memancing perhatian warga dan memaksa tim penyelamat dari Damkar Klaten untuk turun tangan dengan strategi evakuasi yang unik dan tak biasa.
Kronologi Sapi Baru yang Berujung Kepanikan
Kejadian ini bermula saat Supriyanto (33), seorang peternak asal Desa Temuireng, baru saja mendatangkan seekor sapi jenis Peranakan Ongole (PO) ke kediamannya. Harapan untuk menambah koleksi hewan ternaknya justru berubah menjadi kepanikan sesaat setelah sapi tersebut diturunkan dari armada pengangkut. Sapi yang baru saja menempuh perjalanan jauh itu tampak mengalami stres dan menunjukkan perilaku agresif atau dalam istilah lokal disebut ‘giras’.
Menurut keterangan Supriyanto, sapi tersebut sangat sulit dikendalikan begitu kakinya menginjak tanah. Kondisi lingkungan yang baru serta suara bising diduga menjadi pemicu sapi tersebut meronta-ronta. Tanpa sempat diikat dengan kuat, sapi berukuran besar itu berlari tak tentu arah hingga akhirnya terperosok ke dalam lubang bak penampungan air yang menganga di sekitar lokasi.
“Turun dari mobil langsung lari ketakutan, sepertinya kaget dengan suasana baru. Tidak lama kemudian langsung masuk ke bak penampungan air. Kedalamannya sekitar 4 sampai 5 meter, sangat dalam untuk ukuran lubang di pemukiman,” ungkap Supriyanto saat menceritakan kembali peristiwa Klaten tersebut dengan nada yang masih tersirat kecemasan.
Tantangan Evakuasi di Kedalaman 4 Meter
Bak penampungan air yang menjadi lokasi jatuhnya sapi bukanlah lubang biasa. Dengan dinding beton yang curam dan dasar yang dalam, mustahil bagi warga untuk mengangkat sapi tersebut secara manual. Berat sapi jenis PO yang bisa mencapai ratusan kilogram menjadi hambatan utama. Menyadari keterbatasan alat dan tenaga, Supriyanto segera menghubungi pihak berwenang untuk meminta bantuan profesional.
Laporan tersebut masuk ke kantor Satpol-PP dan Pemadam Kebakaran Pemkab Klaten sekitar pukul 08.00 WIB. Respon cepat ditunjukkan oleh tim piket yang segera menerjunkan satu unit mobil pemadam kebakaran beserta personel yang terlatih dalam urusan animal rescue. Setibanya di lokasi, tim harus memutar otak untuk mengeluarkan hewan malang tersebut tanpa melukainya lebih lanjut.
Komandan Regu 3 Damkar Klaten, Tri Hatmoko, menjelaskan bahwa kondisi di lapangan memang cukup menyulitkan. Sapi berada di dasar bak yang sempit, sehingga ruang gerak petugas untuk mengikat tali pengaman sangat terbatas. Jika dipaksakan ditarik menggunakan katrol tanpa perhitungan, dikhawatirkan sapi akan mengalami patah tulang atau luka serius pada leher dan tubuhnya.
Strategi ‘Pengapungan’: Menggelontorkan 12 Ribu Liter Air
Setelah melakukan asesmen singkat, tim Damkar memutuskan untuk menggunakan teknik pengapungan. Strategi ini dilakukan dengan cara mengisi bak penampungan air secara perlahan menggunakan air dari tangki mobil pemadam kebakaran. Tujuannya adalah untuk memanfaatkan daya apung air sehingga posisi sapi secara bertahap naik ke permukaan, memudahkan proses evakuasi sapi tersebut.
“Tadi yang kita masukkan ke bak penampungan air itu sekitar 12 ribu liter air. Kami harus memastikan debit air yang masuk tidak membuat sapi panik berlebihan, namun cukup cepat untuk membuatnya mulai mengambang,” jelas Tri Hatmoko kepada awak media usai proses evakuasi berhasil diselesaikan.
Sebanyak dua tangki air dikerahkan untuk memenuhi bak penampungan tersebut. Proses ini memakan waktu yang cukup lama karena petugas harus memastikan posisi kepala sapi tetap berada di atas permukaan air agar tidak tenggelam. Warga sekitar pun turut bahu-membahu membantu petugas dengan memegang tali kendali sapi dari atas bibir bak.
Satu Jam yang Menegangkan dan Kerja Sama Tim
Drama penyelamatan ini berlangsung selama kurang lebih satu jam. Setiap detiknya terasa begitu krusial. Ketika permukaan air mulai mendekati bibir bak, sapi tersebut akhirnya bisa dijangkau oleh tangan-tangan petugas dan warga. Dengan penuh kehati-hatian, sapi tersebut dituntun keluar dari bak penampungan air yang kini telah penuh dengan air.
“Evakuasi sekitar satu jam. Beruntung tidak ada kendala teknis yang berarti selama proses suplai air berlangsung. Kami juga dibantu oleh solidaritas warga Temuireng yang luar biasa,” tambah Tri. Sapi jenis PO tersebut akhirnya berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup, meskipun tampak lemas dan mengalami beberapa luka ringan akibat gesekan dengan dinding beton bak.
Bagi petugas Damkar Klaten, menangani laporan penyelamatan hewan seperti ini sudah menjadi bagian dari tugas kemanusiaan mereka di luar pemadaman api. Keahlian mereka dalam menangani situasi darurat kembali teruji dalam insiden unik di Jatinom ini.
Pentingnya Keamanan Kandang dan Penanganan Ternak
Kejadian yang menimpa Supriyanto ini menjadi pelajaran berharga bagi para peternak lainnya di wilayah Klaten. Sapi yang baru dibeli atau dipindahkan ke lingkungan baru cenderung memiliki tingkat stres yang tinggi. Para ahli peternakan menyarankan agar proses penurunan ternak dilakukan di area yang tertutup atau memiliki pagar pengaman yang kuat.
Selain itu, lubang-lubang terbuka seperti bak penampungan air atau sumur di sekitar area kandang seharusnya selalu tertutup rapat dengan penutup yang kuat. Hal ini untuk mencegah insiden serupa yang tidak hanya membahayakan nyawa hewan ternak yang berharga mahal, tetapi juga bisa membahayakan keselamatan manusia di sekitarnya.
Sapi jenis Peranakan Ongole sendiri dikenal sebagai ras sapi yang kuat dan tahan terhadap lingkungan tropis, namun sifatnya memang bisa menjadi sangat liar jika merasa terancam. Dengan harga yang cukup tinggi di pasaran, kehilangan sapi akibat kecelakaan seperti ini tentu akan menjadi kerugian finansial yang signifikan bagi peternak kecil.
Penutup yang Manis di Desa Temuireng
Setelah berhasil dievakuasi, sapi tersebut langsung dibawa ke area yang lebih aman oleh Supriyanto dan keluarga. Ucapan terima kasih tak henti-hentinya disampaikan kepada tim Damkar Klaten yang telah bekerja keras di bawah terik matahari. Berkat tindakan cepat dan strategi yang tepat, sapi yang baru saja dibeli itu tidak berakhir tragis di dasar lubang beton.
Kejadian ini mengingatkan kita semua akan pentingnya kesiapsiagaan instansi publik dalam melayani masyarakat. Berita Jateng hari ini sekali lagi mencatat aksi heroik petugas pemadam kebakaran yang melampaui tugas pokoknya demi membantu kesulitan warga desa.