Desa Pulokerto Terisolasi: Jeritan Warga Pasuruan di Tengah Kepungan Banjir yang Tak Kunjung Surut

Budi Santoso | ZonaKabar
21 Mei 2026, 13:42 WIB
Desa Pulokerto Terisolasi: Jeritan Warga Pasuruan di Tengah Kepungan Banjir yang Tak Kunjung Surut

ZonaKabar — Pemandangan memilukan masih menyelimuti Desa Pulokerto, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Di saat wilayah lain di sekitarnya mulai bernapas lega karena genangan air mulai mengering, Desa Pulokerto justru seolah menjadi ‘kantong’ air yang terabaikan. Sejak Rabu (20/5) dini hari, pemukiman warga di sana masih terendam banjir yang tak kunjung menunjukkan tanda-tanda akan surut sepenuhnya.

Hingga Kamis siang, suasana di desa tersebut tampak sunyi, hanya terdengar gemericik air yang diaduk oleh langkah kaki warga yang terpaksa keluar rumah. Berdasarkan pantauan tim lapangan kami di lokasi, ketinggian air masih fluktuatif di kisaran 30 hingga 50 sentimeter. Meski terlihat dangkal bagi sebagian orang, bagi warga setempat, genangan ini adalah tembok penghalang yang melumpuhkan sendi-sendi kehidupan ekonomi dan sosial mereka.

Kronologi Banjir yang Mengunci Desa Pulokerto

Bencana ini bermula ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur hampir seluruh wilayah Pasuruan pada Rabu dini hari. Curah hujan yang ekstrem ini menyebabkan debit air sungai meluap dan melimpah ke pemukiman warga. Namun, ada fenomena unik sekaligus menyakitkan yang terjadi di Pulokerto. Ketika desa-desa lain yang juga terdampak banjir Pasuruan mulai surut dalam hitungan jam, Pulokerto justru tetap tergenang hingga berhari-hari.

Baca Juga Detik-Detik Mencekam di MTsN 1 Bojonegoro: Tiang Bendera Selamatkan Puluhan Nyawa dari Terjangan Mobil Hilang Kendali
Detik-Detik Mencekam di MTsN 1 Bojonegoro: Tiang Bendera Selamatkan Puluhan Nyawa dari Terjangan Mobil Hilang Kendali

Titik terparah dilaporkan berada di Dusun Pulodowo. Di lokasi ini, air seolah tertahan dan enggan mengalir keluar. Hal ini menyebabkan puluhan rumah warga masih terendam, memaksa penghuninya untuk beraktivitas di atas dipan atau meja demi menghindari kontak langsung dengan air yang mulai kotor dan berbau.

Faktor Alam: Perpaduan Hujan Lebat dan Pasang Air Laut

Penyebab mengapa banjir di wilayah ini begitu bandel bukan tanpa alasan. Samian, salah satu warga Dusun Pulodowo, menuturkan bahwa kondisi kali ini terasa jauh lebih berat dibandingkan banjir-banjir sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa fenomena alam yang terjadi saat ini adalah kombinasi maut antara air kiriman dari hulu dan fenomena air laut pasang atau rob.

“Biasanya kalau banjir itu cepat turunnya. Paling beberapa jam sudah surut ke sungai. Tapi sekarang susah sekali, karena air laut sedang pasang besar. Jadi air dari daratan mau keluar ke laut tertahan oleh air laut yang masuk. Kami benar-benar terjebak di tengah-tengahnya,” keluh Samian dengan nada getir. Kondisi geografis Desa Pulokerto yang berada di dataran rendah dan dekat dengan garis pantai memang membuatnya sangat rentan terhadap fenomena ini.

Baca Juga Pesta Gol di Sidoarjo: Australia U-17 Hancurkan Laos 8-0, Amankan Posisi Ketiga Piala AFF U-17 2026
Pesta Gol di Sidoarjo: Australia U-17 Hancurkan Laos 8-0, Amankan Posisi Ketiga Piala AFF U-17 2026

Dampak Sosial: 50 Kepala Keluarga Terjebak

Data sementara menunjukkan setidaknya ada sekitar 50 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak langsung di Dusun Pulodowo saja. Dampaknya tidak hanya soal rumah yang basah, tetapi juga lumpuhnya akses mobilitas. Jalur-jalur utama di dalam kampung berubah menjadi aliran sungai kecil yang licin dan berbahaya. Warga, terutama lansia dan anak-anak, praktis terisolasi di dalam rumah mereka masing-masing.

Aktivitas ekonomi warga yang mayoritas bergantung pada sektor informal dan pertanian juga terhenti total. Pasar lokal sulit diakses, dan banyak warga yang mulai khawatir akan persediaan bahan pangan jika air tidak kunjung surut dalam 24 jam ke depan. “Kalau mau keluar harus menerobos banjir, dan itu berisiko. Kendaraan motor pasti mogok. Jadi ya, kami hanya bisa menunggu bantuan sambil berdoa hujan tidak turun lagi nanti malam,” tambah Samian.

Langkah Darurat dan Penanganan BPBD

Menanggapi situasi yang kian mendesak, pihak otoritas terkait tidak tinggal diam. Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariadi, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan intensif di lokasi kejadian. Personel BPBD telah diterjunkan untuk melakukan pendataan detail mengenai kebutuhan mendesak warga terdampak.

Baca Juga Operasi Besar Polres Probolinggo Kota: 9 Pengedar Sabu Lintas Wilayah Berhasil Diringkus
Operasi Besar Polres Probolinggo Kota: 9 Pengedar Sabu Lintas Wilayah Berhasil Diringkus

“Kami menyadari bahwa Desa Pulokerto memerlukan penanganan khusus karena letak geografisnya. Saat ini fokus utama kami adalah memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Distribusi bantuan makanan siap saji dan air bersih sedang kami siapkan untuk dikirimkan ke titik-titik pengungsian mandiri di rumah warga,” ujar Sugeng saat dikonfirmasi.

Upaya Teknis: Mobilisasi Pompa Air

Selain bantuan logistik, pemerintah kabupaten juga sedang mengupayakan solusi teknis untuk mempercepat penurunan debit air. Mengingat air tidak bisa mengalir secara gravitasi karena pasang laut, penggunaan pompa air menjadi satu-satunya jalan keluar yang rasional. BPBD telah menjalin koordinasi erat dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur untuk mendatangkan pompa mobile berkapasitas besar ke lokasi banjir.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak provinsi untuk bantuan pompa. Kami berharap dengan adanya intervensi pompa ini, air yang terjebak di pemukiman bisa dibuang secara paksa ke saluran pembuangan utama, meskipun tantangannya tetap ada pada elevasi air laut yang masih tinggi,” jelasnya lebih lanjut.

Baca Juga Update Jadwal Bioskop Surabaya 5 Mei 2026: Pilihan Film Horor, Drama, dan Aksi Terbaru Hari Ini
Update Jadwal Bioskop Surabaya 5 Mei 2026: Pilihan Film Horor, Drama, dan Aksi Terbaru Hari Ini

Peringatan bagi Pengguna Jalan: Waspadai Jalur Pantura

Banjir yang melanda Pasuruan ini tidak hanya merendam pemukiman, tetapi juga sempat memberikan dampak signifikan pada urat nadi transportasi nasional. Jalur Pantura Pasuruan dilaporkan sempat mengalami gangguan di beberapa titik akibat genangan air yang menyeberangi jalan. Meski saat ini lalu lintas mulai berangsur normal, para pengemudi tetap dihimbau untuk waspada terhadap potensi cuaca buruk susulan yang dapat menyebabkan genangan mendadak.

ZonaKabar akan terus memperbarui informasi terkait perkembangan banjir di Desa Pulokerto. Harapannya, sinergi antara pemerintah daerah dan provinsi dapat segera memberikan solusi permanen bagi warga Kraton yang setiap tahun harus berhadapan dengan ancaman banjir yang sama. Bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan, disarankan untuk menyalurkannya melalui posko resmi agar distribusi dapat merata dan tepat sasaran.

Budi Santoso

Budi Santoso

Pengamat dinamika perkotaan yang aktif meliput perkembangan ekonomi dan infrastruktur di area Jawa Timur dan Jawa Barat.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *