Drama di Kampus UNS: Kaki Mahasiswi Terjepit Selokan, Damkar Solo Turun Tangan Lakukan Evakuasi Dramatis

Aris Munandar | ZonaKabar
31 Mei 2026, 13:40 WIB
Drama di Kampus UNS: Kaki Mahasiswi Terjepit Selokan, Damkar Solo Turun Tangan Lakukan Evakuasi Dramatis

ZonaKabar — Suasana tenang di lingkungan Kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) mendadak berubah menjadi penuh ketegangan. Sebuah insiden tak terduga menimpa seorang mahasiswi yang harus mengalami nasib malang setelah kaki kanannya terperosok dan terjepit di celah sempit penutup selokan besi. Kejadian yang berlangsung pada Senin siang tersebut tidak hanya menghebohkan penghuni kampus, tetapi juga menjadi perbincangan hangat di jagat maya setelah video proses evakuasinya viral.

Kronologi Kejadian: Berawal dari Niat Baik Berujung Petaka

Peristiwa insiden unik ini bermula saat korban tengah beraktivitas bersama rekan-rekannya di area kampus. Berdasarkan informasi yang dihimpun, mahasiswi tersebut awalnya mengeluh merasa tidak enak badan atau sakit pada bagian kaki. Melihat kondisi temannya yang kesulitan berjalan, seorang rekan mahasiswi lainnya berinisiatif untuk memberikan bantuan dengan cara menggendongnya.

Niat baik tersebut sayangnya berujung pada kecelakaan kecil namun fatal. Saat sedang menggendong korban menuju area gedung sebelah FISIP untuk keperluan peminjaman ruangan, sang penggendong kehilangan keseimbangan. Diduga karena beban yang cukup berat dan tumpuan kaki yang tidak pas pada bagian penutup selokan yang konturnya menyerupai tangga, kaki mahasiswi yang digendong justru merosot dan masuk ke dalam celah besi selokan.

Baca Juga Tragedi Berdarah di Jalur Pantura Demak: Kecelakaan Beruntun Melibatkan Dua Truk dan Satu Motor, Satu Pengendara Tewas
Tragedi Berdarah di Jalur Pantura Demak: Kecelakaan Beruntun Melibatkan Dua Truk dan Satu Motor, Satu Pengendara Tewas

“Tumpuan kakinya amblas masuk ke sela-sela penutup selokan karena keberatan menahan beban atau mungkin posisi kaki yang miring saat menginjak besi tersebut,” jelas Komandan Regu Rescue Charlie Damkar Solo, Matias Andri. Kondisi celah besi yang kaku dan sempit membuat kaki mahasiswi tersebut terkunci rapat, hingga tidak mungkin dikeluarkan dengan tenaga manusia biasa tanpa bantuan alat khusus.

Upaya Mandiri Mahasiswa Sebelum Melapor ke Damkar

Sebelum tim profesional tiba, suasana di lokasi dilaporkan sempat diwarnai kepanikan. Para mahasiswa yang berada di sekitar lokasi kejadian sempat mencoba memberikan pertolongan pertama. Mereka berupaya menarik kaki korban secara perlahan, namun usaha tersebut sia-sia karena celah besi justru terasa semakin menjepit saat ada tarikan paksa.

Setelah menyadari bahwa situasi ini membutuhkan penanganan ahli, dua orang rekan korban memutuskan untuk segera mencari bantuan. Menariknya, karena rasa panik dan ketidaktahuan mengenai nomor kontak darurat, mereka memilih untuk mendatangi langsung Pos Induk Pedaringan sekitar pukul 12.30 WIB. Langkah proaktif ini diambil agar bantuan bisa segera datang tanpa menunggu birokrasi yang lama.

Baca Juga Misteri Kematian di Taman Bupati: Makam Warga Boyolali Dibongkar Polisi demi Menguak Tabir Penganiayaan
Misteri Kematian di Taman Bupati: Makam Warga Boyolali Dibongkar Polisi demi Menguak Tabir Penganiayaan

Pihak Pemadam Kebakaran Solo mengapresiasi keberanian para mahasiswa tersebut, meskipun mereka sebenarnya menyediakan layanan call center untuk mempermudah pelaporan melalui koordinat lokasi atau share location.

Proses Evakuasi Menggunakan Teknologi Hydraulic Rescue Tool

Mendapat laporan darurat tersebut, Tim Rescue Charlie yang tengah bersiaga langsung meluncur ke lokasi dengan armada lengkap. Perjalanan dari pos menuju area FISIP UNS hanya memakan waktu sekitar 3 hingga 5 menit. Setibanya di lokasi, petugas melihat korban dalam posisi terduduk lemas dengan kaki kanan yang masih terperangkap di dalam lubang selokan.

Petugas tidak ingin mengambil risiko dengan memotong besi selokan karena selain akan merusak fasilitas kampus, percikan api atau getaran alat potong dikhawatirkan dapat melukai kulit korban atau memicu trauma lebih lanjut. Oleh karena itu, diputuskan untuk menggunakan metode renggang dengan alat hydraulic rescue tool.

“Kita menggunakan metode ‘dibenggang’ atau direnggangkan. Alat hidrolik tersebut dimasukkan ke celah besi, lalu perlahan dilebarkan hingga menciptakan ruang yang cukup bagi kaki korban untuk ditarik keluar,” ungkap Matias. Proses evakuasi teknis ini berlangsung sangat cepat, hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit hingga kaki mahasiswi tersebut berhasil dibebaskan sepenuhnya.

Baca Juga Kedok Spiritual Sang ‘Sultan Nusantara’ Banyumas Berakhir di Sel Tahanan: Manipulasi Harta dan Janji Surga
Kedok Spiritual Sang ‘Sultan Nusantara’ Banyumas Berakhir di Sel Tahanan: Manipulasi Harta dan Janji Surga

Viral di Media Sosial dan Respon Netizen

Kejadian ini mendadak menjadi konsumsi publik setelah akun Instagram resmi @damkar_surakarta mengunggah momen-momen penyelamatan tersebut. Dalam unggahannya, pihak Damkar menuliskan pesan edukatif mengenai kehati-hatian dalam beraktivitas di area publik yang memiliki struktur selokan terbuka. Video tersebut memancing beragam reaksi dari netizen, mulai dari yang merasa simpati hingga mereka yang mengapresiasi kesigapan tim rescue.

Banyak warga net yang memuji profesionalisme tim Damkar yang kini tidak hanya dikenal sebagai pemadam api, tetapi juga sebagai pahlawan penyelamat dalam berbagai situasi sulit. Fenomena ini menunjukkan betapa pentingnya peran petugas pemadam kebakaran dalam ekosistem keselamatan perkotaan modern.

Damkar Solo: Lebih dari Sekadar Pemadam Api

Kasus kaki terjepit di selokan ini hanyalah satu dari sekian banyak tugas non-kebakaran yang ditangani oleh Damkar Solo. Matias Andri menambahkan bahwa pihaknya hampir setiap hari menerima laporan unik yang membutuhkan keahlian evakuasi khusus. Hal ini mempertegas bahwa tugas mereka mencakup aspek keselamatan publik yang sangat luas.

Baca Juga Gebrakan Sektor Kelautan: Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya 80 Ton Udang Vaname di Kebumen dengan Standar Global
Gebrakan Sektor Kelautan: Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya 80 Ton Udang Vaname di Kebumen dengan Standar Global
  • Evakuasi Hewan Liar: Seringkali petugas dipanggil untuk menangani ular yang masuk ke pemukiman warga atau pemindahan sarang tawon vespa yang membahayakan.
  • Penyelamatan Anak-anak: Kasus kepala anak terjepit pagar atau jari terjepit cincin menjadi laporan yang cukup rutin diterima.
  • Penanganan Limbah Berbahaya: Membersihkan tumpahan solar atau oli di jalan raya untuk mencegah kecelakaan lalu lintas.
  • Evakuasi Kecelakaan: Membantu mengeluarkan korban yang terjepit di dalam kabin mobil pasca kecelakaan hebat.

Eksistensi tim rescue seperti Regu Charlie memberikan rasa aman bagi warga Solo dan sekitarnya. Mereka dilatih untuk tetap tenang dan bertindak presisi dalam situasi yang penuh tekanan sekalipun.

Pelajaran Berharga bagi Pengelola Fasilitas Umum

Insiden di FISIP UNS ini menjadi pengingat bagi pihak pengelola universitas maupun pemerintah kota untuk senantiasa melakukan pengecekan berkala terhadap fasilitas umum, terutama penutup selokan. Celah yang terlalu lebar atau besi yang sudah mulai korosif dapat membahayakan pejalan kaki, terutama di area yang padat aktivitas mahasiswa.

Di sisi lain, para mahasiswa juga dihimbau untuk lebih waspada saat berjalan dan tidak melakukan tindakan berisiko seperti menggendong rekan di area yang memiliki permukaan tidak rata atau licin. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama antara penyedia fasilitas dan pengguna jalan.

Baca Juga Tragedi Menjelang Idul Adha: Sapi Kurban Senilai 24 Juta Tercebur Sumur di Wonosari Klaten, Evakuasi Berakhir Duka
Tragedi Menjelang Idul Adha: Sapi Kurban Senilai 24 Juta Tercebur Sumur di Wonosari Klaten, Evakuasi Berakhir Duka

Kini mahasiswi yang menjadi korban telah mendapatkan perawatan ringan dan dilaporkan tidak mengalami cedera serius atau patah tulang, berkat penanganan cepat dari tim evakuasi darurat yang profesional. Kejadian ini akan menjadi catatan penting dalam sejarah keseharian di kampus UNS, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa pahlawan berseragam biru selalu siap siaga membantu kapan saja dibutuhkan.

Aris Munandar

Aris Munandar

Jurnalis senior dengan spesialisasi berita regional dan kebijakan publik. Fokus pada isu sosial di wilayah Jawa Tengah.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *