Amukan Si Jago Merah di Wonoplumbo Mijen: Dua Rumah dan Warung Sembako Hangus Tak Tersisa

Aris Munandar | ZonaKabar
02 Jun 2026, 18:03 WIB
Amukan Si Jago Merah di Wonoplumbo Mijen: Dua Rumah dan Warung Sembako Hangus Tak Tersisa

ZonaKabar — Musibah kebakaran hebat kembali menggegerkan warga Kota Semarang, tepatnya di kawasan Wonoplumbo, Kecamatan Mijen. Terik matahari di siang hari yang semula tenang mendadak berubah menjadi kepanikan luar biasa saat api dengan cepat melahap bangunan hunian dan tempat usaha milik warga setempat pada Selasa (2/6/2026). Peristiwa memilukan ini menghanguskan dua unit rumah tinggal serta sebuah warung sembako yang menjadi tumpuan ekonomi pemiliknya.

Kejadian yang berlangsung begitu cepat ini diduga kuat bermula dari gangguan arus pendek listrik atau korsleting. Berdasarkan informasi yang dihimpun tim redaksi di lapangan, api pertama kali muncul dari salah satu sudut rumah sebelum akhirnya menyambar tumpukan barang yang mudah terbakar. Dalam hitungan menit, asap hitam pekat membumbung tinggi, menjadi pertanda buruk bagi warga di sekitar pemukiman padat tersebut.

Kronologi Kejadian: Kepanikan di Tengah Hari Bolong

Laporan mengenai insiden kebakaran Semarang ini pertama kali diterima oleh Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang sekitar pukul 11.30 WIB. Kabid Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tantri Pradono, mengonfirmasi bahwa panggilan darurat masuk melalui hotline resmi Damkar tak lama setelah api mulai membesar.

Baca Juga Tragedi Maut di Tambang Galian C Klaten: Operator Ekskavator Asal Rembang Mengembuskan Napas Terakhir Akibat Tertimbun Tebing
Tragedi Maut di Tambang Galian C Klaten: Operator Ekskavator Asal Rembang Mengembuskan Napas Terakhir Akibat Tertimbun Tebing

“Kami menerima laporan langsung dari Ketua RT setempat yang melihat api sudah menjalar ke bagian atap. Informasi awal yang kami terima menyebutkan bahwa api diduga berasal dari korsleting listrik yang kemudian menyambar tumpukan kardus makanan di dalam rumah,” ungkap Tantri saat memberikan keterangan resminya. Kondisi cuaca yang cukup kering dan angin yang berembus membuat api dengan sangat mudah berpindah dari satu titik ke titik lainnya.

Warga sekitar sempat berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun kobaran si jago merah yang sudah terlanjur besar membuat upaya mandiri tersebut tidak membuahkan hasil maksimal. Kekhawatiran warga semakin memuncak mengingat lokasi kebakaran berada di area yang cukup rapat dengan bangunan lainnya.

Perjuangan Petugas Damkar Menembus Medan Sempit

Menanggapi laporan darurat tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang segera mengerahkan kekuatan penuh. Sebanyak empat armada pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi kejadian guna menjinakkan api agar tidak merembet ke pemukiman yang lebih luas. Namun, upaya petugas di lapangan tidak berjalan tanpa hambatan.

Baca Juga Tragedi di Tanjung Barat: Anggota BPK RI Haerul Saleh Meninggal Dunia dalam Kebakaran Hebat
Tragedi di Tanjung Barat: Anggota BPK RI Haerul Saleh Meninggal Dunia dalam Kebakaran Hebat

Tantri menjelaskan bahwa salah satu tantangan terbesar yang dihadapi personelnya adalah akses jalan menuju titik api yang sangat terbatas. Petugas damkar harus beradu cepat dengan waktu di tengah gang-gang sempit yang sulit dilalui oleh truk pemadam berukuran besar. Keahlian navigasi dan strategi penempatan selang menjadi kunci utama dalam operasi pemadaman kali ini.

“Akses jalan yang sempit memang menjadi kendala klasik dalam penanganan kebakaran di area pemukiman. Namun, berkat kesiapsiagaan tim, kami berhasil mencapai lokasi dengan waktu respons sekitar 20 menit setelah laporan masuk,” tambah Tantri. Strategi pemadaman pun segera disusun untuk memutus rantai penyebaran api ke rumah-rumah di sebelahnya.

Manfaatkan Sumber Air Alami: Kearifan Lokal di Tengah Bencana

Ada hal menarik sekaligus krusial dalam proses pemadaman di Wonoplumbo ini. Di tengah keterbatasan pasokan air dari hidran terdekat, petugas pemadam kebakaran memanfaatkan kearifan lokal berupa sendang atau mata air alami yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Langkah taktis ini terbukti sangat membantu mempercepat proses pemadaman.

Baca Juga Jadwal Lengkap SBY Cup 2026 Hari Ini: Daftar Tim, Harga Tiket, dan Panduan Live Streaming
Jadwal Lengkap SBY Cup 2026 Hari Ini: Daftar Tim, Harga Tiket, dan Panduan Live Streaming

Penggunaan air dari sendang tersebut memungkinkan pasokan air ke unit pemadam tetap stabil dan kontinyu. Setelah berjuang keras selama lebih dari dua jam, api akhirnya berhasil dikuasai sepenuhnya pada pukul 13.48 WIB. Proses pendinginan kemudian dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan di balik reruntuhan bangunan.

Dampak Kerugian: Puing dan Arang yang Tersisa

Pasca api berhasil dipadamkan, pemandangan memilukan terlihat jelas di lokasi. Bangunan yang tadinya berdiri kokoh kini hanya menyisakan dinding-dinding yang menghitam. Atap rumah telah runtuh total, menjadi arang yang bercampur dengan perabotan rumah tangga serta stok barang dagangan dari warung sembako yang ikut ludes terbakar.

Berdasarkan data yang dirilis, total area yang terdampak mencapai luas sekitar 96 meter persegi (12 meter x 8 meter). Kerugian materiil akibat musibah kerugian kebakaran ini ditaksir mencapai angka yang cukup fantastis, yakni sekitar Rp 300 juta. Nilai tersebut mencakup kerusakan struktural bangunan serta seluruh isi rumah dan barang dagangan di warung sembako.

Baca Juga Kabar Gembira! Inilah Prediksi Jadwal dan Besaran Gaji ke-13 ASN, TNI, serta Polri Tahun 2026
Kabar Gembira! Inilah Prediksi Jadwal dan Besaran Gaji ke-13 ASN, TNI, serta Polri Tahun 2026

“Kerugian cukup besar karena api menghanguskan satu warung sembako dan dua rumah huni sekaligus. Namun, ada satu hal yang patut disyukuri, tim kami berhasil menyelamatkan satu rumah di sebelah lokasi kebakaran yang luasnya sekitar 50 meter persegi, sehingga dampak kerusakan tidak semakin meluas,” pungkas Tantri Pradono.

Pentingnya Kewaspadaan Terhadap Instalasi Listrik

Tragedi di Mijen ini kembali menjadi pengingat keras bagi masyarakat akan pentingnya pemeliharaan instalasi listrik secara berkala. Korsleting listrik seringkali menjadi penyebab utama kebakaran di wilayah perkotaan maupun pemukiman padat. Penggunaan kabel yang tidak standar atau penumpukan beban listrik pada satu titik kontak seringkali memicu percikan api yang fatal.

Selain itu, menyimpan barang-barang yang mudah terbakar seperti kardus, kertas, atau plastik di dekat instalasi listrik juga sangat berisiko. Dalam kasus di Wonoplumbo, tumpukan kardus makanan menjadi bahan bakar efektif yang mempercepat pembesaran api. Warga diimbau untuk selalu memeriksa kondisi kabel di rumah dan memastikan tidak ada kabel yang terkelupas atau sambungan yang longgar.

Baca Juga Skandal Gagal Berangkat Umroh: Kantor Travel di Java Mall Semarang Digeruduk Massa, Pemilik Tak Berkutik
Skandal Gagal Berangkat Umroh: Kantor Travel di Java Mall Semarang Digeruduk Massa, Pemilik Tak Berkutik

Hingga berita ini diturunkan, pemilik rumah dan warung yang terdampak masih dalam kondisi syok dan harus mengungsi ke tempat kerabat terdekat. Pihak berwenang diharapkan dapat segera memberikan bantuan bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal dan mata pencahariannya dalam sekejap akibat amukan si jago merah di awal Juni ini.

Aris Munandar

Aris Munandar

Jurnalis senior dengan spesialisasi berita regional dan kebijakan publik. Fokus pada isu sosial di wilayah Jawa Tengah.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *