Fenomena Rossby: Mengapa Surabaya Dilanda Panas Terik Siang Hari Namun Diguyur Hujan Lebat di Malam Hari?

Budi Santoso | ZonaKabar
17 Mei 2026, 14:06 WIB
Fenomena Rossby: Mengapa Surabaya Dilanda Panas Terik Siang Hari Namun Diguyur Hujan Lebat di Malam Hari?

ZonaKabar Warga Kota Surabaya belakangan ini dihadapkan pada situasi cuaca yang cukup membingungkan dan ekstrem. Pada siang hari, matahari seolah memanggang aspal jalanan dengan suhu yang sangat menyengat, namun ketika matahari terbenam, langit tiba-tiba berubah gelap dan menumpahkan hujan lebat yang disertai angin kencang. Fenomena kontras ini memicu pertanyaan besar di benak publik: apa yang sebenarnya sedang terjadi dengan atmosfer di atas langit Kota Pahlawan?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda akhirnya angkat bicara untuk memberikan penjelasan ilmiah di balik anomali cuaca ini. Berdasarkan analisis data terbaru, kondisi ini bukanlah tanpa alasan. Terdapat gangguan atmosfer skala luas yang sedang melintasi wilayah Jawa, yang kemudian berinteraksi dengan kondisi lokal di Jawa Timur.

Mengenal Gangguan Atmosfer Rossby

Prakirawan BMKG Juanda, Rendy Irawadi, mengungkapkan bahwa salah satu faktor utama yang memicu tingginya intensitas hujan di tengah cuaca panas adalah adanya gangguan atmosfer yang dikenal dengan sebutan Gelombang Rossby Ekuatorial. Gelombang ini merupakan pergerakan pola tekanan udara yang merambat ke arah barat di sepanjang wilayah ekuator.

Baca Juga Tragedi Berdarah di Mojokerto: Di Balik Teriakan ‘Harga Diri’ Sang Badut Pembantai Mertua
Tragedi Berdarah di Mojokerto: Di Balik Teriakan ‘Harga Diri’ Sang Badut Pembantai Mertua

“Beberapa hari ini memang terdeteksi adanya gangguan Rossby di wilayah Jawa. Hal ini menyebabkan penumpukan massa udara yang meningkatkan potensi pembentukan awan hujan secara signifikan. Akibatnya, meskipun pada pagi hingga siang hari cuaca terlihat sangat cerah dan panas, energi konvektif yang terkumpul justru memicu hujan deras pada sore atau malam harinya,” ujar Rendy saat memberikan keterangan resminya.

Fenomena Rossby ini tidak terjadi sendirian. Keberadaannya bertepatan dengan masa transisi atau yang akrab disebut sebagai musim pancaroba. Di wilayah Jawa Timur, periode peralihan ini sering kali ditandai dengan cuaca yang tidak menentu, di mana perubahan suhu dapat terjadi secara drastis dalam waktu singkat.

Dampak Nyata di Lapangan dan Durasi Fenomena

Masyarakat Surabaya mungkin merasakan betapa gerahnya udara saat siang hari, sebuah kondisi yang sering dikaitkan dengan kelembapan tinggi sebelum turunnya hujan. Menurut catatan BMKG Juanda, gangguan Rossby ini diprakirakan masih akan bertahan dan memberikan dampak pada pola cuaca di Surabaya serta sekitarnya setidaknya hingga tiga hari ke depan.

Baca Juga Tragedi Jalur Pantura Rejoso: Gagal Menyalip, Pemotor Vixion Tewas Mengenaskan Terlindas Dump Truk
Tragedi Jalur Pantura Rejoso: Gagal Menyalip, Pemotor Vixion Tewas Mengenaskan Terlindas Dump Truk

Kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra bagi para pengguna jalan dan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan. Pasalnya, hujan yang turun akibat gangguan Rossby sering kali datang dengan intensitas tinggi dalam durasi yang relatif singkat, namun disertai dengan fenomena cuaca ekstrem lainnya.

“Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba. Biasanya, hujan di masa peralihan ini akan dibarengi dengan hembusan angin kencang dan sambaran petir yang cukup kuat,” tambah Rendy mengingatkan.

Kapan Musim Kemarau Sesungguhnya Tiba?

Meskipun hujan masih sering turun, secara klimatologis Surabaya sedang bergerak menuju musim kemarau. BMKG memprediksi bahwa awal musim kemarau di sebagian besar wilayah Surabaya akan terjadi pada dasarian III Mei 2026. Namun, ada sedikit perbedaan untuk wilayah Surabaya bagian barat.

Beberapa titik di Surabaya Barat dilaporkan telah memasuki awal musim kemarau lebih awal, yakni pada dasarian II Mei 2026. Perbedaan waktu ini merupakan hal yang lumrah dalam meteorologi karena dipengaruhi oleh karakteristik geografis masing-masing wilayah, termasuk tutupan lahan dan jarak dari garis pantai.

Baca Juga Aksi Berani Sejoli di Taman Bundaran GKB Gresik Jadi Sorotan: Viralitas di Tengah Memudarnya Etika Ruang Publik
Aksi Berani Sejoli di Taman Bundaran GKB Gresik Jadi Sorotan: Viralitas di Tengah Memudarnya Etika Ruang Publik

Kendati sudah memasuki atau mendekati musim kemarau, bukan berarti hujan akan hilang sepenuhnya. Fenomena seperti gelombang Rossby atau adanya gangguan dinamika atmosfer lainnya tetap bisa mendatangkan hujan “bonus” di tengah teriknya matahari kemarau.

Tips Menghadapi Cuaca Ekstrem bagi Warga Surabaya

Dengan kondisi cuaca yang berubah-ubah, kesehatan menjadi taruhan utama. Perubahan suhu dari panas menyengat ke dinginnya air hujan dapat menurunkan imunitas tubuh dengan cepat. Oleh karena itu, penting bagi warga Surabaya untuk menjaga kondisi fisik agar tetap prima selama masa cuaca ekstrem ini berlangsung.

  • Sedia Payung dan Jas Hujan: Meskipun siang hari terlihat sangat cerah tanpa awan, jangan pernah meninggalkan perlengkapan hujan saat bepergian.
  • Cukupi Kebutuhan Cairan: Suhu panas di siang hari dapat memicu dehidrasi. Pastikan untuk minum air putih yang cukup untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.
  • Waspadai Pohon Tumbang: Saat terjadi angin kencang di malam hari, hindari berteduh di bawah pohon besar, baliho, atau bangunan yang terlihat rapuh.
  • Pantau Informasi BMKG: Selalu perbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG untuk mengantisipasi perjalanan atau kegiatan outdoor.

Fenomena alam ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang betapa dinamisnya atmosfer bumi. Di tengah ancaman perubahan iklim global, pola cuaca yang sulit ditebak seperti ini mungkin akan lebih sering kita temui di masa depan. Oleh karena itu, pemahaman mengenai literasi cuaca menjadi krusial agar masyarakat dapat melakukan mitigasi secara mandiri.

Baca Juga Menjelang Idul Adha, Kapan Batas Waktu Terakhir Potong Kuku Bagi Shohibul Qurban? Simak Penjelasan Lengkapnya
Menjelang Idul Adha, Kapan Batas Waktu Terakhir Potong Kuku Bagi Shohibul Qurban? Simak Penjelasan Lengkapnya

Bagi Anda yang berdomisili di Jawa Timur, khususnya Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, pastikan untuk selalu memeriksa kondisi lingkungan sekitar, seperti membersihkan saluran air (selokan) untuk mencegah genangan saat hujan mendadak tiba. Tetap jaga kesehatan dan utamakan keselamatan dalam setiap aktivitas di bawah langit Surabaya yang sedang fluktuatif ini.

Terus ikuti perkembangan berita terkini mengenai prakiraan cuaca dan informasi publik lainnya hanya di platform kami, yang berkomitmen menyajikan berita akurat dan mendalam bagi Anda.

Budi Santoso

Budi Santoso

Pengamat dinamika perkotaan yang aktif meliput perkembangan ekonomi dan infrastruktur di area Jawa Timur dan Jawa Barat.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *