Langkah Maju Bajol Ijo: Persebaya Surabaya Raih Lisensi Klub Profesional AFC 2025/2026
ZonaKabar — Kabar gembira menyelimuti publik sepak bola Surabaya. Klub kebanggaan masyarakat Jawa Timur, Persebaya Surabaya, baru saja mengukir prestasi administratif yang sangat krusial bagi masa depan tim. Tim berjuluk Bajol Ijo ini resmi dinyatakan lolos dalam proses Club Licensing Cycle untuk musim 2025/2026 dengan status ‘Granted’. Pencapaian ini menegaskan bahwa manajemen klub telah bekerja keras di balik layar untuk memenuhi standar ketat yang ditetapkan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan operator kompetisi domestik.
Status ‘Granted’ yang disematkan kepada Persebaya bukanlah sekadar stempel formalitas. Di dunia sepak bola Indonesia yang kian menuntut profesionalisme, lisensi ini merupakan bukti autentik bahwa sebuah klub dikelola dengan manajemen yang sehat, transparan, dan visioner. Persebaya menjadi satu dari sedikit elit klub Liga 1 yang berhasil melewati lubang jarum verifikasi tanpa catatan sanksi, yang menunjukkan betapa matangnya persiapan manajemen dalam menghadapi audit tahunan ini.
Standar Tinggi AFC: Melampaui Batas Rumput Hijau
Keberhasilan Persebaya Surabaya ini didasarkan pada pemenuhan lima aspek fundamental yang menjadi pilar utama penilaian klub profesional. Kelima aspek tersebut meliputi sporting (olahraga), infrastructure (infrastruktur), personnel and administrative (personel dan administrasi), legal (hukum), hingga financial (keuangan). Setiap elemen diuji secara mendalam untuk memastikan bahwa klub tidak hanya kompetitif di lapangan, tetapi juga memiliki fondasi yang kokoh secara organisasi.
Dalam kategori lisensi ACL 2, Persebaya bersanding dengan deretan klub besar lainnya seperti PSM Makassar, Borneo FC Samarinda, Persita, Dewa United Banten FC, Persik Kediri, Persib Bandung, dan Persija Jakarta. Keberadaan Persebaya dalam daftar ini memberikan rasa aman bagi para pendukungnya, Bonek Mania, bahwa tim kesayangan mereka berada di jalur yang benar untuk bersaing di level tertinggi, bahkan di kancah internasional.
Bedah Lima Pilar Lisensi Persebaya
Mengapa lima aspek ini begitu penting? Mari kita bedah lebih dalam. Dari sisi sporting, Persebaya dinilai memiliki program pembinaan usia muda yang sistematis dan berkelanjutan. Manajemen Persebaya memang dikenal sangat serius mengelola akademi, yang terbukti terus memproduksi talenta-talenta lokal berbakat untuk skuad utama.
Dari segi infrastruktur, penilaian mencakup ketersediaan stadion yang memenuhi standar keamanan dan kenyamanan, serta fasilitas latihan yang mumpuni. Sementara itu, aspek personel dan administrasi menuntut klub memiliki tenaga profesional di bidang medis, kepelatihan, hingga media. Aspek legal memastikan legalitas entitas klub di mata hukum, dan aspek finansial menjadi penentu utama kelangsungan hidup klub melalui laporan keuangan yang diaudit secara ketat untuk menghindari krisis di tengah musim.
Suara Otoritas: Pentingnya Tata Kelola bagi Liga
Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, dalam sebuah kesempatan menekankan bahwa proses club licensing adalah instrumen paling efektif untuk mentransformasi ekosistem sepak bola nasional. Menurutnya, keberhasilan klub-klub seperti Persebaya dalam meraih lisensi ini merupakan angin segar bagi kualitas kompetisi Liga 1 secara keseluruhan.
“Club licensing bukan sekadar pemenuhan administrasi di atas kertas, tetapi menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem sepak bola nasional yang profesional, sehat, dan berkelanjutan. Kami sangat mengapresiasi seluruh klub yang telah mengikuti proses ini dengan dedikasi tinggi,” ungkap Asep Saputra sebagaimana dikutip dari kanal resmi otoritas liga. Pernyataan ini menegaskan bahwa kepatuhan klub terhadap aturan adalah kunci untuk menarik sponsor dan kepercayaan publik.
Pendampingan Intensif Menuju Standar Global
Senada dengan Asep, Ketua Komite Club Licensing, Essy Asiah, menjelaskan bahwa proses tahun ini tidak dilakukan secara kaku, melainkan melalui serangkaian pendampingan. Otoritas terkait menyadari bahwa untuk mencapai standar lisensi AFC, klub memerlukan arahan teknis agar implementasi di lapangan berjalan mulus.
“Proses Club Licensing 2025/26 juga diiringi dengan pendampingan dan asistensi kepada klub agar implementasi standar AFC dapat berjalan lebih baik dari musim sebelumnya. Kami berharap langkah ini dapat terus mendorong peningkatan kualitas kompetisi dan perkembangan sepak bola Indonesia ke depannya,” ujar Essy Asiah. Hal ini menunjukkan adanya kolaborasi yang baik antara federasi, operator, dan klub demi kemajuan bersama.
Dampak Positif bagi Persebaya di Lapangan
Bagi tim asuhan Paul Munster, kelolosan lisensi ini memberikan suntikan moral yang besar. Dengan kepastian administratif yang sudah aman, fokus seluruh elemen tim kini bisa dicurahkan sepenuhnya ke atas lapangan hijau. Validasi sebagai klub profesional siap operasi memberikan kepercayaan diri kepada para pemain bahwa mereka membela institusi yang stabil dan memiliki masa depan cerah.
Selain itu, kepemilikan lisensi ACL 2 ini membuka gerbang bagi Persebaya untuk mewakili Indonesia di kompetisi Asia jika mereka mampu mengakhiri musim di papan atas klasemen. Tanpa lisensi ini, prestasi sehebat apa pun di liga domestik akan sia-sia karena syarat utama untuk tampil di turnamen resmi AFC adalah kelolosan verifikasi profesional ini.
Harapan untuk Sepak Bola Nasional
Keberhasilan Persebaya Surabaya diharapkan menjadi pemacu bagi klub-klub lain di Indonesia yang belum mendapatkan status Granted. Standar tinggi yang ditetapkan AFC sebenarnya bertujuan untuk melindungi klub itu sendiri dari risiko kebangkrutan atau manajemen yang buruk. Jika seluruh peserta liga mampu memenuhi standar ini, maka nilai jual sepak bola Indonesia di mata dunia akan meningkat drastis.
Persebaya telah membuktikan bahwa dengan komitmen dan kerja keras, standar tinggi bukan lagi menjadi penghalang, melainkan tantangan yang bisa ditaklukkan. Kini, tantangan sebenarnya bagi Bajol Ijo adalah menjaga konsistensi performa di liga agar lisensi yang sudah di tangan bisa digunakan untuk mengibarkan bendera hijau di panggung Asia.
Dengan manajemen yang tertata dan dukungan luar biasa dari Bonek, Persebaya Surabaya kini menatap musim depan dengan kepala tegak. Status ‘Granted’ adalah langkah awal dari perjalanan panjang menuju kejayaan yang lebih besar. Mari kita tunggu aksi-aksi memukau dari tim asal Surabaya ini di sisa musim dan musim-musim mendatang.