Langkah Nyata Bupati Subandi: Bedah Rumah dan Bantuan Sosial untuk Warga Sidoarjo di Kecamatan Tarik

Budi Santoso | ZonaKabar
04 Mei 2026, 10:56 WIB
Langkah Nyata Bupati Subandi: Bedah Rumah dan Bantuan Sosial untuk Warga Sidoarjo di Kecamatan Tarik

ZonaKabar — Di balik derap langkah pembangunan industri yang kian masif di Kabupaten Sidoarjo, potret kehidupan warga yang membutuhkan uluran tangan masih kerap ditemukan. Hal inilah yang memicu empati mendalam dari Bupati Sidoarjo, Subandi, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pelosok desa di Kecamatan Tarik baru-baru ini. Pemandangan hunian yang tidak layak huni menyambut kehadirannya, memunculkan komitmen kuat dari orang nomor satu di Sidoarjo ini untuk segera melakukan intervensi nyata.

Kunjungan lapangan ini bukan sekadar seremoni formal. Bupati Subandi menyisir gang-gang sempit untuk melihat langsung bagaimana kondisi riil masyarakatnya. Di sana, ia mendapati fakta bahwa masih ada warga yang tinggal di rumah dengan kondisi struktur yang sangat mengkhawatirkan. Tanpa menunggu lama, Subandi langsung menginstruksikan jajaran terkait untuk memasukkan rumah-rumah tersebut ke dalam daftar prioritas perbaikan.

Potret Memprihatinkan di Tengah Desa Tarik

Salah satu titik yang menjadi perhatian utama dalam agenda Bupati Sidoarjo kali ini adalah kediaman milik Abdul Kholik. Pria berusia 64 tahun ini harus berjuang menghidupi empat orang anaknya di bawah naungan rumah yang jauh dari kata layak. Dinding rumahnya hanya terbuat dari anyaman bambu yang sudah mulai lapuk dimakan usia dan cuaca. Lubang-lubang kecil di dinding bambu tersebut menjadi saksi bisu betapa rentannya keluarga ini saat angin kencang atau hujan melanda.

Baca Juga Skandal Sel Sultan Lapas Blitar: Ketika Kebebasan Terbatas Dibanderol Rp 100 Juta bagi Napi Korupsi
Skandal Sel Sultan Lapas Blitar: Ketika Kebebasan Terbatas Dibanderol Rp 100 Juta bagi Napi Korupsi

Kondisi yang tak jauh berbeda juga dialami oleh Suwondo (56). Seorang petani yang kini hidup sebatang kara ini menempati rumah yang kondisinya sangat memprihatinkan. Sebagai warga yang menggantungkan hidup dari hasil bumi, Suwondo tak memiliki biaya cukup untuk sekadar memperbaiki atap yang bocor atau dinding yang mulai miring. Kehadiran Bupati Subandi di depan pintunya menjadi secercah harapan baru bagi masa depan huniannya.

“Melihat kondisi ini secara langsung membuat hati saya sangat miris. Tidak boleh ada warga Sidoarjo yang hidup dalam kondisi rumah yang membahayakan nyawa seperti ini. Pemerintah harus hadir dan memberikan solusi cepat,” ujar Subandi dengan nada bicara yang penuh kesungguhan.

Transformasi Melalui Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)

Sebagai langkah solutif, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memastikan bahwa rumah-rumah warga yang telah didata akan segera mendapatkan bantuan melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Program ini didesain bukan hanya untuk memoles tampilan luar rumah, melainkan melakukan pembangunan ulang secara menyeluruh agar rumah tersebut aman, sehat, dan nyaman untuk ditempati.

Baca Juga Skandal Sel Sultan Lapas Blitar Terungkap: Gebrakan 15 Hari Kalapas Baru Bongkar Bisnis Kamar Mewah Rp 100 Juta
Skandal Sel Sultan Lapas Blitar Terungkap: Gebrakan 15 Hari Kalapas Baru Bongkar Bisnis Kamar Mewah Rp 100 Juta

Subandi menegaskan bahwa komitmen ini merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang kurang beruntung. Ia menjelaskan bahwa proses pengerjaan akan melibatkan koordinasi lintas sektor guna memastikan kualitas bangunan tetap terjaga. Penataan ulang ruang-ruang dalam rumah juga menjadi perhatian agar sirkulasi udara dan sanitasi di rumah tersebut menjadi lebih baik dari sebelumnya.

“Inisiatif yang sedang kita jalankan saat ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam memberikan perhatian kepada masyarakat yang kurang beruntung, termasuk mereka yang menempati hunian tidak layak,” tegasnya pada Senin (4/5/2026).

Sinergi dengan Baznas dan Swadaya Masyarakat

Dalam eksekusi program bedah rumah ini, Pemkab Sidoarjo tidak berjalan sendirian. Bupati Subandi menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sebagai mitra utama dalam penyediaan dana stimulan. Kolaborasi ini dianggap sangat efektif karena prosedur pencairan bantuan dari Baznas cenderung lebih fleksibel dan cepat untuk penanganan kasus darurat atau mendesak.

Namun, Bupati juga menekankan pentingnya semangat gotong royong di tengah masyarakat. Ia berharap warga sekitar juga turut berpartisipasi secara swadaya, baik dalam bentuk tenaga maupun bantuan lainnya. Sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat inilah yang diyakini akan mempercepat penyelesaian pembangunan sehingga warga bisa segera menempati rumah barunya.

Baca Juga Topeng Kelam Si Badut Mojokerto: Antara Jeratan Judi Online dan Eksploitasi Anak di Balik Tragedi Berdarah
Topeng Kelam Si Badut Mojokerto: Antara Jeratan Judi Online dan Eksploitasi Anak di Balik Tragedi Berdarah

“Pembangunan rumah ini akan dilaksanakan dari awal dan akan melalui proses penataan ulang, dengan dukungan utama dari Baznas. Kami juga mengharapkan partisipasi aktif dari masyarakat melalui swadaya agar proses perbaikan dapat berjalan sinergis dan selesai tepat waktu,” tambah Subandi.

Sentuhan Kemanusiaan: Bantuan Kursi Roda untuk Lansia dan Anak-anak

Selain fokus pada infrastruktur hunian, agenda sidak kali ini juga menyentuh aspek kesehatan masyarakat. Pemkab Sidoarjo turut menyalurkan bantuan alat kesehatan berupa kursi roda bagi warga yang memiliki keterbatasan mobilitas. Langkah ini diambil setelah ditemukannya sejumlah anak dan lansia yang hanya bisa terbaring lemah karena sakit atau cacat fisik.

Beberapa penerima manfaat yang membuat suasana menjadi haru adalah Aiswa Maula Sholima, seorang bocah perempuan berusia 8 tahun yang mengalami kelumpuhan. Selain itu, ada pula Muhammad Abinara Alfarizqi yang baru berusia 2 tahun, namun harus berjuang melawan penyakit hidrosefalus sejak lahir. Tak ketinggalan, bantuan juga diberikan kepada Ibu Waginten (70), seorang lansia yang sudah kehilangan kemampuan berjalan secara normal.

Baca Juga Strategi Menghadapi ‘Neraka’ Aspal Surabaya: Tips Jitu Mencegah Mesin Kendaraan Overheat Saat Terjebak Macet Ekstrem
Strategi Menghadapi ‘Neraka’ Aspal Surabaya: Tips Jitu Mencegah Mesin Kendaraan Overheat Saat Terjebak Macet Ekstrem

Pemberian bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup para penerimanya. Dengan adanya kursi roda, diharapkan para penderita disabilitas ini bisa lebih mudah bergerak, menghirup udara segar di luar rumah, dan mempermudah keluarga dalam merawat mereka.

Optimalisasi Peran Puskesmas dalam Pemantauan Kesehatan

Menyadari bahwa bantuan alat saja tidak cukup, Bupati Subandi juga memberikan instruksi keras kepada Dinas Kesehatan Sidoarjo. Ia meminta setiap Puskesmas untuk lebih proaktif dalam melakukan kunjungan rumah (home care), terutama bagi warga yang menderita penyakit kronis atau cacat sejak lahir. Menurutnya, pemantauan kesehatan secara berkala adalah kunci agar kondisi pasien tidak semakin memburuk.

“Perhatian kami juga tertuju bagi individu yang memerlukan bantuan alat bantu mobilitas seperti kursi roda, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi pihak-pihak yang membutuhkan,” kata Subandi saat menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis.

Ia mengimbau agar tenaga medis tidak hanya menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan, melainkan menjemput bola dengan mendatangi warga yang kesulitan akses. Dengan pendampingan rutin, diharapkan pengobatan yang diterima warga bisa terpantau dengan baik dan mereka mendapatkan hak kesehatan yang setara.

Baca Juga Jadwal Sholat Surabaya 30 April 2026: Panduan Lengkap Ibadah Wajib dan Kekuatan Niat di Baliknya
Jadwal Sholat Surabaya 30 April 2026: Panduan Lengkap Ibadah Wajib dan Kekuatan Niat di Baliknya

“Melalui kunjungan dan pendampingan, kondisi kesehatan warga akan senantiasa terpantau dan pengobatan dapat diterima secara rutin. Ini adalah bagian dari layanan publik yang harus kita maksimalkan,” tutupnya mengakhiri rangkaian kegiatan di Kecamatan Tarik.

Aksi nyata Bupati Subandi ini memberikan pesan kuat bahwa pembangunan di Sidoarjo tidak hanya bicara soal beton dan aspal, melainkan juga tentang memanusiakan manusia. Harapan kini tumbuh di hati Abdul Kholik, Suwondo, dan keluarga penerima manfaat lainnya, menanti masa depan yang lebih cerah di rumah yang layak dan dengan kesehatan yang lebih terjaga.

Budi Santoso

Budi Santoso

Pengamat dinamika perkotaan yang aktif meliput perkembangan ekonomi dan infrastruktur di area Jawa Timur dan Jawa Barat.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *