Langkah Nyata Menuju Brebes Sejahtera: Sinergi Pemkab dan PT Djarum Bangun Rumah Layak Huni dan Sanitasi Terpadu

Aris Munandar | ZonaKabar
29 Apr 2026, 17:52 WIB
Langkah Nyata Menuju Brebes Sejahtera: Sinergi Pemkab dan PT Djarum Bangun Rumah Layak Huni dan Sanitasi Terpadu

ZonaKabar Harapan baru menyelimuti wajah warga Desa Rungkang, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes. Di bawah terik matahari yang mulai meluruh, sebuah momentum besar bagi perbaikan kualitas hidup masyarakat resmi dimulai. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes bersama PT Djarum meluncurkan secara resmi Kick Off Ceremony program kolaborasi Corporate Social Responsibility (CSR) yang berfokus pada pembangunan Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH), penyediaan sanitasi terpadu, dan penguatan sendi-sendi ekonomi desa.

Membedah Sinergi Strategis di Desa Rungkang

Bertempat di halaman Kopdes Merah Putih, geliat pembangunan ini menandai babak baru dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di wilayah Jawa Tengah. Program yang diinisiasi pada Rabu (29/4/2026) ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan sebuah gerakan integratif untuk menghadirkan lingkungan sehat yang berkelanjutan. Fokus utamanya adalah memutus rantai permasalahan mendasar, mulai dari hunian yang tidak layak hingga akses air bersih yang selama ini menjadi kendala bagi warga pesisir Brebes.

Melalui Program Sanitasi Terpadu, kolaborasi yang melibatkan Djarum Foundation dan Savoria Group ini berupaya menjawab tantangan kesehatan masyarakat secara holistik. Masalah stunting, yang erat kaitannya dengan sanitasi buruk dan kualitas hunian, menjadi salah satu target utama yang ingin diredam melalui program ini. Dengan hunian yang lebih sehat, diharapkan generasi masa depan Brebes dapat tumbuh dengan potensi maksimal tanpa dibayangi ancaman penyakit lingkungan.

Baca Juga Langkah Strategis Jokowi Usai Masa Jabatan: Projo Ungkap Rencana Safari Nasional Mulai Juni Mendatang
Langkah Strategis Jokowi Usai Masa Jabatan: Projo Ungkap Rencana Safari Nasional Mulai Juni Mendatang

Visi Kualitas Hidup: Lebih dari Sekadar Bangunan Fisik

General Manager Community Development Djarum Foundation, Achmad Budiharto, menegaskan bahwa visi besar dari program RSLH ini adalah mengangkat martabat dan kualitas hidup masyarakat. Baginya, sebuah rumah harus menjadi benteng pertama kesehatan keluarga. “Program Rumah Sederhana Layak Huni ini kami jalankan sebagai bentuk kepedulian nyata. Sanitasi terpadu yang memadai akan memberikan dampak berantai yang positif, mulai dari kesehatan individu hingga kesejahteraan ekonomi lingkungan sekitar,” ujar Achmad dalam keterangannya.

Lebih lanjut, Achmad menekankan bahwa keberhasilan Program CSR ini tidak diukur dari seberapa banyak bangunan yang berdiri, melainkan dari perubahan perilaku masyarakat. Djarum Foundation berkomitmen untuk memastikan program ini bersifat berkelanjutan (sustainable), di mana edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi bagian tak terpisahkan dari penyerahan kunci rumah. Tujuannya jelas: menciptakan masyarakat yang mandiri dalam menjaga kesehatan lingkungannya sendiri.

Komitmen Bupati Mitha: Kolaborasi Adalah Kunci

Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, yang akrab disapa Bupati Mitha, hadir dengan penuh optimisme. Dalam sambutannya yang inspiratif, ia menyoroti bahwa beban pembangunan daerah tidak bisa hanya dipikul oleh pemerintah sendirian. Diperlukan tangan-tangan dari sektor swasta dan partisipasi aktif masyarakat desa untuk menciptakan perubahan yang signifikan.

Baca Juga Tragedi Maut di Randugarut: Truk Hantam Halte BRT Semarang Hingga Hancur, Satu Penumpang Tewas di Lokasi
Tragedi Maut di Randugarut: Truk Hantam Halte BRT Semarang Hingga Hancur, Satu Penumpang Tewas di Lokasi

“Keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Kami dari pemerintah daerah, pihak desa, hingga warga penerima manfaat harus bergerak dalam satu irama,” tegas Bupati Mitha. Ia juga menambahkan bahwa sanitasi terpadu adalah instrumen penting untuk mengubah wajah desa. Dengan tersedianya air bersih dan sanitasi yang aman, edukasi mengenai kesehatan akan lebih mudah diserap oleh masyarakat, sehingga kualitas hidup secara keseluruhan meningkat secara bertahap.

Tiga Pilar Utama Transformasi Desa

Program kolaborasi antara Pemkab Brebes dan PT Djarum ini berdiri di atas tiga pilar utama yang dirancang untuk memberikan dampak komprehensif. Pertama, pembangunan rumah layak huni yang memenuhi standar keamanan struktur dan kecukupan ruang. Sebanyak 10 keluarga di Desa Rungkang telah menerima kunci rumah secara simbolis, yang menjadi awal dari target yang lebih luas di masa depan.

Kedua adalah implementasi sanitasi terpadu. Rencananya, program ini akan menyasar tiga desa dengan target pembangunan 100 unit sanitasi serta pemasangan sambungan air bersih. Ini merupakan langkah krusial mengingat akses air bersih masih menjadi barang mewah di beberapa titik di Brebes. Ketiga adalah penguatan ekonomi desa. Melalui pemberdayaan BUMDes dan koperasi di lima desa, program ini berusaha memastikan bahwa warga tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga kuat secara finansial melalui ekonomi kreatif dan pengelolaan usaha desa yang profesional.

Baca Juga Duel Sengit di Bumi Kartini: Prediksi Persijap Jepara vs Borneo FC dalam Perebutan Tahta Juara
Duel Sengit di Bumi Kartini: Prediksi Persijap Jepara vs Borneo FC dalam Perebutan Tahta Juara

Jejak Panjang Bakti Pada Negeri

Kehadiran PT Djarum di Brebes bukanlah hal baru. Momentum ini bertepatan dengan peringatan 75 tahun PT Djarum dan 40 tahun Djarum Foundation, yang mempertegas komitmen “Bakti Pada Negeri”. Perjalanan panjang ini dimulai sejak tahun 2012 melalui program penghijauan di sepanjang jalur Pantura. Kini, kontribusi tersebut bertransformasi dan meluas ke sektor perumahan dan permukiman, menunjukkan adaptabilitas perusahaan dalam merespons kebutuhan sosial yang paling mendesak.

Meski langkah besar telah diambil, Bupati Mitha menyadari bahwa tantangan di depan masih membentang luas. Data Pemkab Brebes menunjukkan masih ada ratusan rumah tidak layak huni yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk keterbatasan akses sanitasi di Desa Rungkang itu sendiri. Oleh karena itu, Pemkab berkomitmen untuk menjadikan kolaborasi ini sebagai model atau blueprint yang akan direplikasi secara bertahap di desa-desa lain di seluruh Kabupaten Brebes.

Menjaga Keberlanjutan Pasca-Program

Satu hal yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah adalah aspek pendampingan. Bupati Mitha mengingatkan seluruh jajaran pemerintah desa dan pemangku kepentingan agar tidak membiarkan warga setelah bantuan diserahkan. Harus ada pengawasan dan pemeliharaan terhadap fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya terasa dalam jangka panjang.

Baca Juga Inovasi Nyata Polres Grobogan: Kini Urus SKCK Makin Mudah, Tinggal Duduk Manis di Rumah dan Tunggu Kurir Datang
Inovasi Nyata Polres Grobogan: Kini Urus SKCK Makin Mudah, Tinggal Duduk Manis di Rumah dan Tunggu Kurir Datang

Acara Kick Off ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan PT Djarum, perwakilan Yayasan Rabu Biru, para camat, kepala desa, serta pengurus BUMDes. Kehadiran berbagai pihak ini memperkuat sinyal bahwa sinergi lintas sektoral adalah jalan keluar terbaik bagi permasalahan sosial yang kompleks. Dengan dimulainya program ini, Brebes sedang menata masa depan yang lebih cerah, di mana setiap warganya memiliki kesempatan untuk hidup di bawah atap yang layak dan dalam lingkungan yang mendukung pertumbuhan mereka.

Harapannya, melalui Rumah Layak Huni dan sanitasi yang baik, angka kemiskinan dapat ditekan, kesehatan meningkat, dan kesejahteraan bukan lagi sekadar impian bagi warga desa di ujung barat Jawa Tengah ini.

Aris Munandar

Aris Munandar

Jurnalis senior dengan spesialisasi berita regional dan kebijakan publik. Fokus pada isu sosial di wilayah Jawa Tengah.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *