Lumpuhnya Nadi Utama Jantung Surabaya: Menelisik Kondisi Terkini Pasca Kebakaran di Gedung PPJT RSUD dr Soetomo

Budi Santoso | ZonaKabar
16 Mei 2026, 11:41 WIB
Lumpuhnya Nadi Utama Jantung Surabaya: Menelisik Kondisi Terkini Pasca Kebakaran di Gedung PPJT RSUD dr Soetomo

ZonaKabar — Keheningan yang tak biasa menyelimuti area Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD dr Soetomo Surabaya pada Sabtu pagi. Jika biasanya lorong-lorong gedung ini dipenuhi oleh langkah terburu-buru tenaga medis dan kecemasan keluarga pasien yang menanti kabar, kini hanya ada garis polisi berwarna kuning-hitam yang membentang, menjadi saksi bisu amukan si jago merah yang sempat mencekam pada Jumat pagi (15/5). Tidak ada aktivitas medis yang terlihat di dalam gedung megah tersebut, menandakan bahwa denyut nadi pelayanan di jantung medis Jawa Timur ini masih terhenti sejenak untuk pemulihan.

Pantauan tim redaksi di lapangan menunjukkan suasana yang masih sangat steril dari hilir mudik publik. Sekitar pukul 10.00 WIB, nampak sebuah unit kendaraan Inafis dari Polrestabes Surabaya bergerak perlahan meninggalkan area parkir depan gedung PPJT. Kehadiran tim identifikasi ini mengonfirmasi bahwa penyelidikan mendalam tengah dilakukan untuk membedah penyebab pasti insiden yang nyaris melumpuhkan fasilitas kesehatan vital ini. Hingga berita ini diturunkan, pintu lobby utama gedung masih tertutup rapat bagi pasien maupun pengunjung umum.

Baca Juga Serangan Balik Sukur Priyanto: Prahara Dugaan Ijazah Palsu di Kursi DPRD Bojonegoro Memanas
Serangan Balik Sukur Priyanto: Prahara Dugaan Ijazah Palsu di Kursi DPRD Bojonegoro Memanas

Kronologi Mencekam: Saat Api Melahap Ruang Farmasi

Kembali ke detik-detik terjadinya insiden, peristiwa kebakaran Surabaya ini bermula pada Jumat pagi sekitar pukul 06.20 WIB. Di saat transisi pergantian shift perawat dan dokter, kepulan asap hitam mulai terlihat membubung dari lantai 5 gedung tersebut. Berdasarkan laporan yang dihimpun dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, titik api diduga kuat berasal dari ruang farmasi yang menyimpan berbagai stok obat-obatan penting bagi pasien jantung.

M. Rokhim, Kabid Pemadam Kebakaran DPKP Kota Surabaya, mengungkapkan hasil analisis awal yang merujuk pada aspek teknis kelistrikan. “Dugaan awal yang kami kantongi adalah adanya korsleting listrik. Percikan api disinyalir berasal dari kabel lemari es farmasi yang terus beroperasi 24 jam untuk menjaga suhu obat. Hal ini kemudian memicu api yang dengan cepat merambat ke material mudah terbakar di sekitarnya,” jelasnya dalam keterangan resmi kepada media.

Drama Evakuasi 44 Nyawa di Tengah Kepanikan

Angka 44 bukan sekadar statistik dalam kejadian ini. Ada 44 jiwa pasien yang saat itu sedang berjuang melawan penyakit jantung dan harus menghadapi ujian tambahan berupa ancaman api. Proses evakuasi berlangsung dramatis; para perawat dan petugas keamanan rumah sakit harus bergerak cepat memindahkan pasien yang sebagian besar terhubung dengan peralatan medis kompleks dan tabung oksigen.

Baca Juga Strategi Menghadapi ‘Neraka’ Aspal Surabaya: Tips Jitu Mencegah Mesin Kendaraan Overheat Saat Terjebak Macet Ekstrem
Strategi Menghadapi ‘Neraka’ Aspal Surabaya: Tips Jitu Mencegah Mesin Kendaraan Overheat Saat Terjebak Macet Ekstrem

Meskipun kondisi berlangsung dalam situasi darurat atau emergency medis, koordinasi internal RSUD dr Soetomo patut diacungi jempol. Seluruh pasien berhasil dievakuasi ke titik aman tanpa ada laporan korban jiwa maupun luka serius akibat api. Ke-44 pasien tersebut kini telah didistribusikan ke berbagai ruangan lain di dalam kompleks rumah sakit yang tetap memiliki standar perawatan intensif.

Relokasi Layanan: Jaminan Keselamatan Pasien Tetap Utama

Kepala Instalasi PPJT RSUD dr Soetomo, dr. Rerdyn Julario, memastikan bahwa meski gedung utama sedang tidak beroperasi, pelayanan jantung bagi masyarakat tidak akan dibiarkan terhenti. Sebagai solusi jangka pendek, layanan jantung 24 jam yang bersifat mendesak telah dialihkan sepenuhnya ke Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT).

“Kami tidak ingin pasien terlantar. Fasilitas cath lab yang ada di GBPT memiliki spesifikasi yang serupa dengan yang ada di PPJT, sehingga tindakan-tindakan medis kritis tetap bisa dilakukan di sana. Koordinasi perpindahan pelayanan ini ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan agar operasional kembali stabil,” ujar dr. Rerdyn dengan nada optimis.

Baca Juga Waspada Jebakan Batman: Panduan Lengkap Mengenali Modus Penipuan Lowongan Kerja di Era Digital
Waspada Jebakan Batman: Panduan Lengkap Mengenali Modus Penipuan Lowongan Kerja di Era Digital

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama RSUD dr Soetomo, Prof. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, menegaskan komitmen rumah sakit dalam menjaga kontinuitas layanan. Beliau memastikan bahwa seluruh pasien yang terdampak saat ini dalam kondisi aman dan mendapatkan pemantauan ketat di lokasi perawatan mereka yang baru. “Keamanan pasien adalah prioritas mutlak kami. Layanan gawat darurat tetap berjalan normal di gedung-gedung pendukung lainnya,” tegas Prof. Cita.

Masa Depan PPJT dan Evaluasi Sistem Keamanan Gedung

Insiden ini menjadi pengingat keras bagi pengelola fasilitas publik, terutama rumah sakit, akan pentingnya pemeliharaan rutin instalasi listrik. Gedung PPJT yang merupakan simbol kemajuan medis di Surabaya kini harus menjalani serangkaian audit keselamatan sebelum dinyatakan layak untuk kembali beroperasi secara penuh. Masyarakat pun menantikan kapan pelayanan RSUD dr Soetomo di gedung tersebut akan dibuka kembali.

Hingga saat ini, pihak Humas RSUD dr Soetomo, dr. Martha Kurnia K, masih belum memberikan respons detail terkait estimasi kerugian materil maupun jadwal pasti pembukaan kembali gedung PPJT. Tim teknis rumah sakit bersama pihak kepolisian tampak masih sibuk melakukan inventarisir kerusakan di lantai 5 yang menjadi pusat api.

Baca Juga Dilema Pariwisata Kota Batu: Saat Destinasi Membeludak Namun Okupansi Hotel Masih Enggan Beranjak
Dilema Pariwisata Kota Batu: Saat Destinasi Membeludak Namun Okupansi Hotel Masih Enggan Beranjak

Kesimpulan dan Harapan Masyarakat

Kebakaran di RSUD dr Soetomo bukan hanya sekadar berita kriminal atau musibah biasa, melainkan menyentuh sisi kemanusiaan yang mendalam mengingat peran gedung PPJT sebagai tumpuan harapan bagi ribuan penderita penyakit jantung di Indonesia Timur. Upaya pemulihan yang cepat dan transparan sangat diharapkan agar kepercayaan publik tetap terjaga.

Bagi Anda yang berencana melakukan pemeriksaan rutin di PPJT, disarankan untuk menghubungi pusat informasi RSUD dr Soetomo terlebih dahulu guna mendapatkan arahan mengenai lokasi pelayanan sementara. Tetap waspada dan mari kita doakan agar seluruh pasien yang terdampak segera mendapatkan pemulihan kesehatan yang maksimal di tengah situasi yang menantang ini.

Budi Santoso

Budi Santoso

Pengamat dinamika perkotaan yang aktif meliput perkembangan ekonomi dan infrastruktur di area Jawa Timur dan Jawa Barat.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *