Menjamin Stamina Tamu Allah: Strategi Embarkasi Kertajati Siapkan Ribuan Porsi Menu Bergizi untuk Jemaah Haji

Dewi Lestari | ZonaKabar
26 Apr 2026, 15:45 WIB
Menjamin Stamina Tamu Allah: Strategi Embarkasi Kertajati Siapkan Ribuan Porsi Menu Bergizi untuk Jemaah Haji

ZonaKabar — Persiapan matang terus dilakukan guna menyambut keberangkatan para tamu Allah menuju Tanah Suci. Salah satu aspek paling krusial yang menjadi perhatian serius pemerintah adalah ketersediaan dan kualitas konsumsi. Di Asrama Haji Indramayu yang merupakan bagian dari Embarkasi Kertajati, layanan katering pada musim haji 2026 kali ini mengalami peningkatan signifikan melalui penerapan sistem dapur terpusat yang profesional dan higienis.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Perjalanan ibadah haji merupakan prosesi yang sangat menguras energi fisik. Oleh karena itu, asupan nutrisi yang tepat menjadi kunci utama agar para jemaah tetap dalam kondisi prima sebelum mengudara menuju Arab Saudi. Kementerian Agama memastikan bahwa setiap butir nasi dan lauk-pauk yang disajikan telah melalui pengawasan ketat, mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses penyajian di atas meja prasmanan.

Logistik Skala Besar: Ribuan Porsi Setiap Hari

Kepala Bidang Akomodasi Kemenag Kanwil Jawa Barat, Boy S. Muniir, mengungkapkan bahwa tantangan utama dalam mengelola Embarkasi Kertajati adalah konsistensi pelayanan. Mengingat jumlah jemaah yang tidak sedikit, dapur asrama dituntut untuk bekerja dengan presisi tinggi. Berdasarkan data operasional, tim kuliner di asrama ini menyiapkan sekitar 445 porsi untuk setiap waktu makan.

Baca Juga Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini Minggu 3 Mei 2026: Waspada Hujan di Akhir Pekan, Suhu Dingin Menyelimuti Kota
Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini Minggu 3 Mei 2026: Waspada Hujan di Akhir Pekan, Suhu Dingin Menyelimuti Kota

“Kami berkomitmen memberikan yang terbaik bagi jemaah. Dengan frekuensi makan tiga kali sehari, total produksi makanan mencapai 1.335 porsi setiap harinya. Ini dilakukan demi memastikan kebutuhan energi jemaah terpenuhi selama masa transit di asrama sebelum keberangkatan,” jelas Boy saat meninjau fasilitas kesehatan haji dan dapur asrama.

Angka tersebut mencakup kebutuhan seluruh jemaah dalam satu kelompok terbang (kloter) yang sedang singgah. Boy menambahkan bahwa koordinasi yang apik antara bagian logistik dan tim dapur menjadi tulang punggung keberhasilan layanan ini. Kecepatan dan ketepatan waktu distribusi adalah hal yang tidak bisa ditawar, mengingat jadwal keberangkatan pesawat yang sangat ketat.

Sistem Distribusi yang Terencana

Pelayanan konsumsi di Embarkasi Kertajati tidak hanya terbatas pada makan di asrama. Pola distribusi disusun secara variatif untuk menyesuaikan dengan mobilitas jemaah. Dalam satu siklus harian, jemaah mendapatkan dua kali makan utama dengan sistem prasmanan di ruang makan asrama. Sistem ini memungkinkan jemaah untuk mengambil porsi sesuai kebutuhan, namun tetap dalam pengawasan petugas agar gizi tetap seimbang.

Baca Juga Jadwal Sholat Cirebon Sabtu 23 Mei 2026: Meraih Keberkahan Melalui Kedisiplinan Ibadah Tepat Waktu
Jadwal Sholat Cirebon Sabtu 23 Mei 2026: Meraih Keberkahan Melalui Kedisiplinan Ibadah Tepat Waktu

Selain makan di tempat, jemaah juga dibekali dengan satu porsi nasi kotak khusus yang akan dibawa sebagai bekal perjalanan menuju bandara. Tidak ketinggalan, ada pula dua kali pembagian makanan ringan (snack) yang diserahkan saat jemaah berada di aula pertemuan. Pola ini dirancang agar jemaah tidak merasa lapar di sela-sela aktivitas administratif dan bimbingan ibadah yang cukup padat.

“Keamanan pangan adalah harga mati. Seluruh proses pengolahan dilakukan secara internal di dapur embarkasi dengan pengawasan ketat. Kami ingin memastikan tidak ada risiko kontaminasi yang dapat mengganggu kesehatan jemaah,” tegas Boy. Hal ini sangat penting mengingat perubahan cuaca dan kelelahan dapat menurunkan imunitas tubuh, sehingga makanan harus menjadi benteng pertahanan kesehatan bagi mereka.

Sentuhan Ahli Gizi dalam Setiap Menu

Agar jemaah tidak bosan dengan menu yang itu-itu saja, pihak embarkasi melibatkan ahli gizi profesional dalam menyusun daftar hidangan. Desta, salah satu ahli gizi yang bertugas di lokasi, menjelaskan bahwa menu makanan disusun menggunakan sistem rotasi lima hari. Artinya, jemaah tidak akan menemui menu yang sama dalam rentang waktu tersebut, sehingga selera makan tetap terjaga.

Baca Juga Wasiat Terakhir di Lereng Rinjani: Kisah Haru Endang Subarna, Pendaki Sukabumi yang Berpulang dalam Dekapan Gunung
Wasiat Terakhir di Lereng Rinjani: Kisah Haru Endang Subarna, Pendaki Sukabumi yang Berpulang dalam Dekapan Gunung

Penyusunan menu ini mengacu pada standar Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. “Kami mengombinasikan protein hewani, protein nabati, sayuran segar, buah-buahan, serta minuman pendukung. Untuk bekal menuju bandara, kami biasanya menyajikan olahan ayam dan telur dengan variasi bumbu yang menggugah selera namun tetap aman bagi pencernaan,” papar Desta.

Setiap menu yang keluar dari dapur harus melalui uji organoleptik sederhana, yakni pengecekan rasa, aroma, dan tekstur. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa makanan benar-benar layak dikonsumsi dan memenuhi standar kualitas rasa nusantara yang akrab di lidah jemaah haji Indonesia.

Perhatian Khusus bagi Jemaah Lansia

Salah satu tantangan terbesar pada musim haji kali ini adalah tingginya jumlah jemaah lanjut usia (lansia). Menyadari hal tersebut, manajemen Embarkasi Kertajati menerapkan kebijakan “Ramah Lansia” pada sektor konsumsi. Tekstur makanan menjadi perhatian utama bagi tim gizi dan juru masak.

Desta menambahkan bahwa bagi jemaah lansia yang memiliki kendala dalam mengunyah atau menelan, disediakan makanan dengan tekstur yang lebih lembut. Misalnya, nasi yang dimasak lebih lembek, daging yang dicincang halus, serta penyajian ayam tanpa tulang (fillet). Strategi ini diharapkan dapat membantu jemaah lansia mendapatkan asupan nutrisi yang maksimal tanpa merasa kesulitan saat makan.

Baca Juga Rangkuman Peristiwa Sepekan Sukabumi Raya: Dari Misteri Selasar RSUD Hingga Terjangan Air Bah di Curug Cikaso
Rangkuman Peristiwa Sepekan Sukabumi Raya: Dari Misteri Selasar RSUD Hingga Terjangan Air Bah di Curug Cikaso

“Kami tidak ingin ada jemaah yang melewatkan waktu makan hanya karena tekstur makanannya sulit dikonsumsi. Oleh karena itu, tim dapur selalu siap melakukan penyesuaian berdasarkan kebutuhan khusus jemaah yang terdata,” imbuhnya. Perlakuan khusus ini merupakan bentuk penghormatan dan pelayanan prima kepada para orang tua yang akan menunaikan rukun Islam kelima.

Dapur Profesional dengan Tenaga Terampil

Di balik ribuan porsi makanan yang tersaji, terdapat kerja keras sekitar 65 tenaga kerja terampil yang dikerahkan dari berbagai daerah, termasuk Jawa Barat dan Yogyakarta. Mereka bekerja dalam beberapa shift untuk memastikan dapur beroperasi 24 jam penuh selama musim keberangkatan haji. Para koki dan staf dapur ini telah dibekali dengan pelatihan sanitasi dan higiene pangan yang mumpuni.

Kehadiran tenaga kerja dari berbagai daerah ini juga memberikan nuansa rasa yang otentik. Sebelum didistribusikan kepada jemaah, setiap batch masakan harus melalui proses pemeriksaan akhir oleh tim pengawas internal. Hal ini dilakukan untuk menjamin bahwa standar operasional prosedur (SOP) dapur terpusat dijalankan dengan disiplin tinggi.

Baca Juga Menyingkap Tabir Misinformasi: Mengapa 67 Ribu Anak di Jawa Barat Masih Terjebak dalam ‘Zero Dose’ Imunisasi?
Menyingkap Tabir Misinformasi: Mengapa 67 Ribu Anak di Jawa Barat Masih Terjebak dalam ‘Zero Dose’ Imunisasi?

Dengan adanya pengelolaan yang profesional di Asrama Haji Indramayu, diharapkan seluruh jemaah yang berangkat melalui Embarkasi Kertajati dapat memulai perjalanan panjang mereka dengan kondisi fisik yang bugar. Upaya pemenuhan gizi yang terencana ini merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam melayani dan melindungi warganya yang tengah menjalankan ibadah di tanah suci.

Kini, dengan dukungan fasilitas yang semakin modern dan tenaga ahli yang berdedikasi, Embarkasi Kertajati siap menjadi pintu keberangkatan yang nyaman dan menyehatkan bagi para pejuang haji asal Jawa Barat dan sekitarnya. Semua dilakukan demi satu tujuan: kelancaran ibadah dan kepulangan jemaah sebagai haji yang mabrur.

Dewi Lestari

Dewi Lestari

Penulis berita yang cekatan dalam mengolah informasi terkini (breaking news) agar tersaji secara akurat dan mudah dipahami.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *