Misi Budaya dari Borneo: Panglima Jilah Sambangi Jokowi di Solo, Ajak Sang Mantan Presiden Bintangi Film Kolosal Dayak

Aris Munandar | ZonaKabar
20 Mei 2026, 13:45 WIB
Misi Budaya dari Borneo: Panglima Jilah Sambangi Jokowi di Solo, Ajak Sang Mantan Presiden Bintangi Film Kolosal Dayak

ZonaKabar — Di tengah ketenangan suasana Kota Solo yang selalu menyimpan cerita, sebuah pertemuan penting berlangsung di kediaman pribadi Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR), Panglima Jilah, menempuh perjalanan jauh dari tanah Borneo untuk bersilaturahmi ke Sumber, Banjarsari, Solo. Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan membawa misi besar yang menggabungkan pelestarian adat, diplomasi budaya, hingga rencana ambisius di dunia perfilman tanah air.

Silaturahmi di Jantung Kota Solo

Langkah kaki Panglima Jilah di kediaman Jokowi pada Rabu, 20 Mei 2026, menandai babak baru hubungan erat antara tokoh adat Kalimantan dengan sang mantan kepala negara. Kehadiran Panglima Jilah, yang dikenal sebagai sosok fenomenal dan berkarisma, disambut hangat oleh Jokowi. Pertemuan yang berlangsung dalam nuansa kekeluargaan tersebut membahas berbagai persoalan bangsa, namun titik beratnya ada pada upaya memperkuat akar budaya Nusantara agar tidak tergerus oleh zaman.

Panglima Jilah mengungkapkan bahwa kedatangannya ke Solo bertujuan untuk menjaga tali persaudaraan yang telah terjalin lama. Menurutnya, tokoh-tokoh besar bangsa harus terus berkomunikasi untuk memberikan pandangan-pandangan segar mengenai masa depan Indonesia. Dalam dialog tersebut, keduanya tampak akrab, merefleksikan kedekatan emosional yang selama ini memang sudah terlihat dalam berbagai acara kenegaraan saat Jokowi masih menjabat sebagai Presiden.

Baca Juga Misteri Sate Maut di Boyolali: Kesaksian Memilukan Keluarga dan Teka-Teki Kematian Aminah yang Terkuak Lewat Ekshumasi
Misteri Sate Maut di Boyolali: Kesaksian Memilukan Keluarga dan Teka-Teki Kematian Aminah yang Terkuak Lewat Ekshumasi

Undangan Adat di Bulan Agustus

Salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah penyampaian undangan resmi kepada Jokowi untuk menghadiri acara adat besar yang akan digelar di Kalimantan pada bulan Agustus mendatang. Acara ini diproyeksikan menjadi salah satu festival budaya terbesar yang digagas oleh Pasukan Merah TBBR. Panglima Jilah ingin memastikan bahwa nilai-nilai adat budaya Dayak mendapatkan panggung yang layak di mata nasional dan internasional.

“Kami melakukan silaturahmi dengan beliau mengenai adat budaya. Kami mengundang Bapak Jokowi secara khusus untuk hadir dalam acara adat kami pada bulan delapan nanti,” ujar Panglima Jilah saat ditemui awak media usai pertemuan. Kehadiran Jokowi diharapkan mampu memberikan semangat baru bagi masyarakat adat di Kalimantan serta mempertegas posisi kebudayaan sebagai pilar utama identitas bangsa.

Terobosan Besar: Jokowi Sebagai Aktor Utama Film Kolosal

Namun, kejutan terbesar dari pertemuan tersebut adalah tawaran yang diajukan Panglima Jilah kepada Jokowi untuk terjun ke dunia seni peran. Tidak tanggung-tanggung, Panglima Jilah mengajak Jokowi untuk membintangi sebuah film Dayak bertema kolosal. Menariknya, Jokowi diproyeksikan bukan sekadar sebagai pemanis atau kameo, melainkan sebagai pemeran utama dalam film tersebut.

Baca Juga Skandal Sertifikasi K3: Eks Wamenaker Noel Dituntut 5 Tahun Penjara atas Kasus Gratifikasi dan Pemerasan
Skandal Sertifikasi K3: Eks Wamenaker Noel Dituntut 5 Tahun Penjara atas Kasus Gratifikasi dan Pemerasan

Gagasan ini muncul dari keinginan Panglima Jilah untuk memvisualisasikan sejarah dan nilai-nilai luhur suku Dayak melalui media film yang dapat dinikmati oleh lintas generasi. Panglima Jilah menegaskan bahwa respons Jokowi terhadap tawaran ini sangat positif. Beliau sangat mengapresiasi upaya-upaya kreatif dalam memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada publik luas.

“Kami juga mengajak Bapak Jokowi untuk bermain film Dayak. Respon beliau positif semuanya tentang budaya. Pokoknya peran beliau adalah peran utama. Kami akan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin agar film ini menjadi karya yang monumental,” tambah sang Panglima dengan nada optimis.

Naratif Film: Kolaborasi Dayak dan Majapahit

Film yang sedang dirancang ini bukanlah sekadar fiksi biasa, melainkan sebuah drama kolosal yang mengangkat sejarah masa lampau. Panglima Jilah membocorkan bahwa alur cerita film tersebut akan menitikberatkan pada hubungan sejarah dan kolaborasi antara masyarakat Dayak dengan kerajaan-kerajaan besar di Jawa, khususnya Majapahit. Tema ini diambil untuk menunjukkan bahwa persatuan antara berbagai suku di Nusantara sudah terjalin sejak ratusan tahun silam.

Baca Juga Polemik Pajak UMKM di Pati: Antara Target Pendapatan Daerah dan Jeritan Pelaku Usaha Kecil
Polemik Pajak UMKM di Pati: Antara Target Pendapatan Daerah dan Jeritan Pelaku Usaha Kecil

Panglima Jilah ingin meluruskan narasi sejarah dan menunjukkan betapa kuatnya sinergi antar-etnis di masa lalu yang menjadi cikal bakal kekuatan Indonesia saat ini. Dengan keterlibatan Jokowi sebagai sosok sentral dalam film tersebut, diharapkan pesan tentang persatuan dan kebhinekaan dapat tersampaikan dengan lebih kuat dan mendalam kepada penonton.

Pentingnya Ruang Dialog bagi Tokoh Fenomenal

Pertemuan ini juga dipandang sebagai upaya untuk memberikan ruang bagi para tokoh adat dalam menyampaikan aspirasi dan informasi yang akurat kepada para pemimpin bangsa. Sebagai pemimpin Pasukan Merah TBBR yang memiliki pengaruh luas, Panglima Jilah merasa perlu menjembatani informasi dari akar rumput di Kalimantan langsung ke telinga tokoh nasional seperti Jokowi.

“Silaturahmi tokoh itu sangat penting untuk membicarakan persoalan kebangsaan. Kita butuh wadah agar setiap isu mendapatkan tempat untuk dibicarakan dengan bijak. Karena Panglima ini adalah tokoh yang fenomenal, beliau perlu mendapatkan tempat untuk menyampaikan banyak hal, sehingga pemimpin kita juga mendapatkan informasi yang cukup dan berimbang,” jelas perwakilan rombongan dalam keterangan tambahannya.

Baca Juga Aksi Heroik Damkar Klaten: Evakuasi Dramatis Kepala Kucing yang Terjebak di Dalam Knalpot Mobil
Aksi Heroik Damkar Klaten: Evakuasi Dramatis Kepala Kucing yang Terjebak di Dalam Knalpot Mobil

Menanti Gebrakan Budaya dari Solo dan Borneo

Masyarakat kini menanti bagaimana realisasi dari rencana-rencana besar yang lahir di meja tamu kediaman Jokowi tersebut. Jika rencana pembuatan film ini benar-benar terwujud, maka ini akan menjadi sejarah baru dalam industri kreatif Indonesia, di mana seorang mantan presiden terlibat aktif dalam produksi film budaya sebagai pemeran utama.

Langkah Panglima Jilah menemui Jokowi di Solo membuktikan bahwa diplomasi tidak selalu harus kaku dan bersifat politis. Melalui pendekatan budaya, seni, dan sejarah, persatuan bangsa dapat dirajut kembali dengan cara-cara yang lebih menyentuh hati masyarakat. Kini, mata publik tertuju pada bulan Agustus mendatang, menantikan kehadiran Jokowi di bumi Borneo, sekaligus menanti kepastian kapan layar lebar akan mulai merekam aksi sang mantan presiden dalam balutan tradisi Dayak yang agung.

Pertemuan di Sumber, Solo, ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa di mana pun kita berada, dan setinggi apa pun jabatan yang pernah diemban, akar budaya dan kecintaan pada tanah air adalah hal yang tidak boleh dilupakan. Sinergi antara kearifan lokal Kalimantan dan kebijakan visioner dari Jawa diharapkan mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih harmonis dan berbudaya.

Baca Juga Tragedi di Pesisir Cilacap: 6 Remaja Tergulung Ombak Ganas Pantai Menganti, Dua Korban Masih Misteri
Tragedi di Pesisir Cilacap: 6 Remaja Tergulung Ombak Ganas Pantai Menganti, Dua Korban Masih Misteri
Aris Munandar

Aris Munandar

Jurnalis senior dengan spesialisasi berita regional dan kebijakan publik. Fokus pada isu sosial di wilayah Jawa Tengah.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *