Pasar Hewan Jawa Timur Memanas: Harga Sapi Kurban Melonjak Hingga Rp 3 Juta Jelang Idul Adha 1447 H
ZonaKabar — Geliat persiapan menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah mulai terasa di berbagai pelosok wilayah Jawa Timur. Namun, bagi masyarakat yang berencana menunaikan ibadah kurban tahun ini, tampaknya harus menyiapkan anggaran ekstra. Berdasarkan pantauan tim lapangan kami di sejumlah titik strategis, banderol harga sapi kurban di pasar-pasar hewan utama kini mulai meroket tajam, bahkan menembus kenaikan hingga Rp 3 juta per ekor dibandingkan periode normal.
Kenaikan harga yang cukup signifikan ini dipicu oleh lonjakan permintaan masyarakat yang kian masif mendekati hari H. Suasana di Pasar Hewan Tikung, Lamongan, misalnya, kini tidak lagi seperti hari-hari biasa. Aktivitas jual beli di salah satu pusat perdagangan ternak terbesar di Jawa Timur ini terpantau sangat padat. Ribuan pedagang dan pembeli dari berbagai daerah saling tawar-menawar di tengah riuhnya suara ternak dan aroma khas jerami kering yang memenuhi udara pasar.
Lonjakan Permintaan di Pasar Hewan Tikung Lamongan
Fenomena kenaikan harga ini dibenarkan oleh otoritas pasar setempat. Isrofil, selaku Kepala UPT Pasar Hewan Tikung dan Babat, mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah pedagang dan populasi hewan ternak yang masuk ke pasar sudah mulai terlihat secara konsisten dalam beberapa pekan terakhir. Ia mencatat adanya kenaikan volume transaksi yang sebanding dengan kenaikan harga jual di tingkat peternak.
“Jika kita bandingkan dengan hari biasa, ada peningkatan sekitar 25 persen untuk volume ternak yang masuk. Hal ini otomatis berdampak pada harga di lapangan. Saat ini, harga sapi siap kurban mengalami kenaikan yang bervariasi, mulai dari Rp 1 juta hingga menembus angka Rp 3 juta per ekor,” terang Isrofil saat diwawancarai oleh tim redaksi pada Senin (18/5/2026).
Menurut analisisnya, lonjakan transaksi ini tidak hanya didominasi oleh pembeli lokal. Permintaan hewan kurban yang tinggi juga datang dari para pemburu hewan kurban asal luar daerah. Banyak dari mereka sengaja datang lebih awal untuk melakukan ‘booking’ atau pembelian dini demi mendapatkan kualitas sapi terbaik sebelum stok di pasar mulai menipis dan harga semakin liar tak terkendali.
Magnet bagi Pembeli Luar Kota
Pasar Hewan Tikung memang memiliki reputasi sebagai salah satu barometer harga ternak di Jawa Timur. Letaknya yang strategis menjadikan pasar ini magnet bagi pembeli dari daerah penyangga seperti Sidoarjo, Krian, hingga Gresik. Kecepatan perputaran uang dan ketersediaan stok yang melimpah menjadi alasan utama mengapa para tengkulak dan pembeli retail lebih memilih berburu di sini.
“Pedagang yang berdatangan ke sini banyak yang berasal dari luar kota. Mereka membawa truk-truk besar untuk mengangkut sapi-sapi pilihan. Perputaran ekonomi di sini sangat cepat, dan sapi-sapi yang masuk biasanya langsung ludes terjual dalam hitungan jam,” tambah Isrofil menggambarkan betapa dinamisnya pergerakan pasar hewan Jawa Timur saat ini.
Suara Peternak: Berkah di Balik Kenaikan Harga
Kondisi pasar yang memanas ini tentu saja menjadi angin segar sekaligus berkah melimpah bagi para peternak dan pedagang sapi lokal. Setelah melewati berbagai tantangan di tahun-tahun sebelumnya, momentum Idul Adha 1447 H ini menjadi waktu yang tepat untuk memanen keuntungan maksimal. Ridwan, salah seorang pedagang sapi kawakan, mengaku bahwa kenaikan harga tahun ini terasa lebih menjanjikan dibandingkan tahun lalu.
Ridwan menjelaskan bahwa sapi-sapi yang biasanya dibanderol di angka Rp 20 juta pada hari biasa, kini dengan mudah terjual di angka Rp 23 juta hingga Rp 25 juta per ekor. “Tentu semua tergantung pada jenis sapi dan bobot tubuhnya. Tapi secara umum, kenaikannya memang terasa sekali, bisa sampai Rp 3 juta lebih tinggi dari hari biasanya. Tahun ini geliat ekonominya jauh lebih bagus,” kata Ridwan dengan nada optimis.
Ia juga membeberkan preferensi konsumen saat ini. Rupanya, jenis sapi premium seperti Limosin, Pegon, dan Simmental tetap menjadi primadona dan paling banyak diburu. Sapi-sapi jenis ini dianggap memiliki postur yang gagah, bertubuh padat, dan menghasilkan kualitas daging yang sangat baik. “Yang paling diminati biasanya Limosin atau Simmental. Apalagi kalau sapinya punya tanduk yang proporsional, biasanya akan lebih cepat laku meski harganya sedikit lebih mahal,” imbuhnya.
Situasi Serupa di Lumajang: Harga Sapi Jumbo Tembus Rp 30 Juta
Tren kenaikan harga sapi kurban ternyata tidak hanya terkonsentrasi di wilayah Lamongan saja. Di wilayah timur Jawa Timur, tepatnya di Lumajang, kondisi serupa juga terjadi. Di beberapa pasar hewan di Lumajang, kenaikan harga terpantau berada di kisaran Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta per ekor, menyesuaikan dengan ukuran dan kondisi fisik hewan.
Sebagai gambaran, sapi dengan ukuran standar yang sebelumnya dihargai sekitar Rp 16 juta kini telah merangkak naik ke angka Rp 17,5 juta. Sementara itu, untuk kategori sapi berukuran besar atau jumbo, harganya kini sudah menyentuh angka Rp 30 juta per ekor, naik dari harga sebelumnya yang berkisar di angka Rp 27 juta. Kenaikan ini dipicu oleh serbuan pembeli dari wilayah Jawa Barat, Purwakarta, hingga Surabaya.
Budi, salah satu pedagang di Lumajang, mengonfirmasi bahwa pasokan sapi dari daerahnya memang banyak yang dikirim ke luar kota. “Memang sedang mahal-mahalnya karena mau kurbanan. Pembeli dari jauh seperti Purwakarta dan Bandung banyak yang pesan ke sini karena kualitas sapi kita terkenal bagus,” tutur Budi.
Siasat Pembeli: Berburu Lebih Awal Demi Kualitas
Merespons harga yang terus merangkak naik, para pembeli pun tak tinggal diam. Banyak dari mereka yang menerapkan strategi belanja lebih awal sebagai langkah antisipasi. Durahman, seorang pembeli asal Sidoarjo, mengaku sengaja jauh-jauh datang ke pasar hewan di Lamongan hanya untuk mendapatkan sapi dengan spesifikasi yang ia inginkan.
“Harga sapi memang makin naik karena sebentar lagi Idul Adha. Saya ini saja baru dapat harga Rp 23 juta untuk sapi yang biasanya mungkin cuma Rp 20 juta. Kalau saya tunda lagi sampai minggu depan, bisa-bisa harganya naik lagi atau malah barangnya sudah tidak ada yang bagus,” ujar Durahman sambil bersiap mengangkut sapi belanjaannya.
Tips Memilih Hewan Kurban di Tengah Lonjakan Harga
Menghadapi situasi pasar yang kompetitif, ZonaKabar menyarankan para pembaca untuk tetap teliti sebelum melakukan transaksi. Berikut beberapa tips singkat dalam memilih sapi kurban:
- Cek Kesehatan Fisik: Pastikan sapi dalam kondisi sehat, tidak cacat, dan matanya terlihat jernih.
- Cek Usia: Sapi kurban yang sah harus sudah cukup umur, yang biasanya ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap (poel).
- Cek Nafsu Makan: Hewan yang sehat biasanya memiliki nafsu makan yang baik dan terlihat lincah.
- Dokumen Kesehatan: Mintalah Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari pedagang untuk memastikan hewan bebas dari penyakit menular.
Lonjakan harga sapi kurban di Jawa Timur diperkirakan akan terus berlanjut hingga H-3 Idul Adha. Bagi Anda yang memiliki anggaran terbatas, mempertimbangkan opsi kurban domba atau kambing bisa menjadi alternatif yang bijak, meskipun tren kenaikan harga juga mulai membayangi komoditas ternak kecil tersebut. Tetap waspada dan teliti dalam memilih agar ibadah kurban Anda berjalan lancar dan penuh berkah.