Stok Hewan Kurban Jawa Timur Melimpah: Khofifah Bidik Pasar Ekspor hingga Arab Saudi

Budi Santoso | ZonaKabar
02 Mei 2026, 16:52 WIB
Stok Hewan Kurban Jawa Timur Melimpah: Khofifah Bidik Pasar Ekspor hingga Arab Saudi

ZonaKabar — Di tengah persiapan menyambut hari raya Idul Adha, kabar menggembirakan datang dari lumbung pangan nasional, Jawa Timur. Provinsi ini kembali mengukuhkan posisinya sebagai kekuatan utama dalam sektor peternakan di Indonesia. Bukan sekadar mencukupi kebutuhan lokal, ketersediaan hewan kurban di Jawa Timur saat ini dilaporkan mengalami surplus besar, yang membuka pintu lebar bagi ekspansi ke pasar luar negeri, termasuk rencana ekspor ke Malaysia dan Arab Saudi.

Pernyataan tersebut ditegaskan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam kunjungan kerjanya ke salah satu sentra pembibitan di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk. Dalam suasana yang kental dengan nuansa pedesaan namun penuh optimisme ekonomi, Khofifah melihat langsung potensi besar yang dimiliki para peternak lokal. Ia menegaskan bahwa Jawa Timur tidak hanya siap menjaga ketahanan protein nasional, tetapi juga siap menjadi pemain kunci di pasar global.

Potensi Ekspor dan Diplomasi Ternak di Kancah Internasional

Langkah Jawa Timur untuk merambah pasar internasional bukan sekadar wacana. Menurut Khofifah, keberhasilan pengiriman komoditas domba ke Malaysia beberapa waktu lalu menjadi bukti nyata bahwa kualitas ternak asal Jatim telah memenuhi standar internasional yang ketat. Fokus saat ini adalah memperluas jangkauan ke Timur Tengah, khususnya Arab Saudi, yang memiliki permintaan sangat tinggi, terutama menjelang musim haji dan kurban.

Baca Juga Desa Pulokerto Terisolasi: Jeritan Warga Pasuruan di Tengah Kepungan Banjir yang Tak Kunjung Surut
Desa Pulokerto Terisolasi: Jeritan Warga Pasuruan di Tengah Kepungan Banjir yang Tak Kunjung Surut

“Baru-baru ini saya melakukan pertemuan strategis dengan Duta Besar Arab Saudi. Beliau menunjukkan ketertarikan yang sangat besar terhadap potensi ternak sapi, domba, dan kambing kita. Saya sampaikan kepada beliau bahwa populasi ternak di Jawa Timur adalah yang tertinggi di Indonesia, dan yang terpenting, fasilitas Rumah Potong Hewan (RPH) Halal kita sudah menjadi mayoritas,” jelas Khofifah dengan nada penuh keyakinan.

Khofifah menambahkan bahwa keberadaan RPH Halal yang tersertifikasi secara masif menjadi nilai tawar (value proposition) yang sangat kuat di mata negara-negara Muslim. Dengan infrastruktur yang memadai, Jawa Timur optimis mampu menembus batasan birokrasi dan standar kesehatan internasional guna meningkatkan kesejahteraan peternak melalui nilai ekspor yang kompetitif.

Menganalisis Angka: Statistik Surplus yang Menakjubkan

Data yang dihimpun oleh Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur menunjukkan angka yang cukup fantastis terkait ketersediaan hewan kurban. Kepala Dinas Peternakan Jatim, Indyah Aryani, yang turut mendampingi Gubernur dalam kunjungan tersebut, memaparkan secara mendalam mengenai neraca stok ternak tahun ini. Berdasarkan proyeksi, permintaan total hewan kurban di Jawa Timur diperkirakan mencapai 427.600 ekor.

Baca Juga Tragedi Berdarah di Sencaki: Terungkapnya Sosok AR, Residivis Narkoba dan Buron Curanmor di Balik Aksi Pembunuhan Sadis
Tragedi Berdarah di Sencaki: Terungkapnya Sosok AR, Residivis Narkoba dan Buron Curanmor di Balik Aksi Pembunuhan Sadis

Namun, angka ketersediaan jauh melampaui kebutuhan tersebut. Berikut adalah rincian stok ternak yang ada di Jawa Timur saat ini:

  • Sapi: Tersedia 1.029.119 ekor (Surplus lebih dari 600.000 ekor)
  • Kambing: Tersedia 943.503 ekor (Surplus sekitar 650.000 ekor)
  • Domba: Tersedia 444.600 ekor (Surplus sekitar 500.000 ekor)
  • Kerbau: Tersedia 1.698 ekor

Dengan surplus yang mencapai angka ratusan ribu ekor pada setiap jenis komoditas, Jawa Timur memiliki kapasitas yang lebih dari cukup untuk menyuplai provinsi-provinsi lain di Indonesia, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga wilayah di luar Pulau Jawa yang sering kali mengalami defisit pasokan menjelang hari besar keagamaan.

Kesehatan Hewan Menjadi Prioritas Utama di Tengah Ancaman Wabah

Meskipun jumlah populasi sangat melimpah, tantangan terbesar dalam industri peternakan saat ini adalah menjaga kesehatan hewan dari berbagai serangan penyakit, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD). Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyadari sepenuhnya bahwa kepercayaan pasar, terutama pasar ekspor, sangat bergantung pada status kesehatan ternak.

Indyah Aryani menjelaskan bahwa meskipun ada prediksi kenaikan jumlah penyembelihan sekitar 10-15% tahun ini, pihaknya telah mengambil langkah-langkah preventif yang sangat ketat. Strategi pengendalian penyakit dijalankan secara komprehensif melalui pemberian vaksinasi rutin, penyaluran obat-obatan, serta desinfeksi kandang secara berkala oleh petugas lapangan.

Baca Juga Menilik Kembali Filosofi Alon-alon Asal Kelakon: Seni Menikmati Proses di Tengah Arus Hustle Culture
Menilik Kembali Filosofi Alon-alon Asal Kelakon: Seni Menikmati Proses di Tengah Arus Hustle Culture

“Lalu lintas ternak antarwilayah kami pantau dengan sangat ketat agar tidak ada penyebaran kasus baru. Prinsip kami jelas: hewan yang sakit segera diobati hingga sembuh, dan hewan yang sehat wajib mendapatkan vaksinasi. Semua ini terkendali dengan baik berkat arahan langsung dari Ibu Gubernur,” tambah Indyah. Keamanan kesehatan ini diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi masyarakat yang hendak melaksanakan ibadah kurban.

Nganjuk Sebagai Sentra Sapi Berkualitas Super

Dalam kunjungannya di Nganjuk, Khofifah secara khusus memberikan apresiasi terhadap kualitas manajemen peternakan di Kandang Sapi Baru, Desa Sukorejo. Lokasi ini menampung sekitar 224 ekor sapi kurban yang dirawat dengan standar tinggi. Tidak jarang ditemukan sapi-sapi dengan bobot jumbo yang memanjakan mata para pencinta hewan ternak berkualitas.

Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, yang juga hadir dalam peninjauan tersebut, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian peternak di wilayahnya. Ia menyebutkan bahwa ada sapi yang beratnya mencapai 1,1 ton, sebuah angka yang luar biasa untuk kategori sapi kurban lokal.

“Tadi kita bersama Ibu Gubernur melihat sendiri, sapi-sapinya besar, kekar, dan yang paling penting semuanya dalam kondisi sehat. Ini membuktikan bahwa Nganjuk siap berkontribusi besar bagi stok kurban nasional. Respon positif dari Gubernur menjadi suntikan semangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas produksi ekspor ternak ke depannya,” ujar Handy.

Baca Juga Operasi Skala Besar di Kawasan GOR Ken Arok: Polsek Kedungkandang Sita Ratusan Botol Miras Ilegal
Operasi Skala Besar di Kawasan GOR Ken Arok: Polsek Kedungkandang Sita Ratusan Botol Miras Ilegal

Membangun Ekosistem Ekonomi Peternakan yang Berkelanjutan

Keberhasilan Jawa Timur dalam mencetak surplus hewan kurban ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pemenuhan kebutuhan Idul Adha semata. Gubernur Khofifah menekankan pentingnya membangun akses pasar yang lebih luas bagi para peternak rakyat. Dengan adanya akses ke pasar ekspor, nilai jual ternak diharapkan dapat meningkat, yang pada gilirannya akan mendongkrak kesejahteraan masyarakat di pedesaan.

Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan, mulai dari sisi permodalan melalui perbankan daerah, peningkatan teknologi pakan, hingga mempermudah jalur logistik pengiriman ternak. Upaya ini merupakan bagian dari visi besar menjadikan Jawa Timur sebagai pusat logistik dan peternakan di kawasan Timur Indonesia dan gerbang ekspor ke pasar global.

Menjelang hari H Idul Adha, kolaborasi antara pemerintah, peternak, dan dinas terkait diharapkan terus berjalan harmonis. Dengan stok yang melimpah dan harga yang relatif stabil akibat surplus, masyarakat Jawa Timur dan Indonesia secara umum dipastikan dapat menjalankan ibadah kurban dengan pilihan hewan yang berkualitas, sehat, dan sesuai dengan syariat Islam.

Baca Juga Semarakkan Hari Pendidikan Nasional 2026: Kumpulan 30 Link Poster Gratis dan Desain Estetik untuk Media Sosial
Semarakkan Hari Pendidikan Nasional 2026: Kumpulan 30 Link Poster Gratis dan Desain Estetik untuk Media Sosial

Sebagai penutup, Khofifah mengajak seluruh pihak untuk menjaga optimisme ini. Jawa Timur telah membuktikan diri bahwa dengan manajemen yang tepat, potensi alam dan sumber daya manusia di bidang peternakan dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang luar biasa. Dari Nganjuk untuk Indonesia, dan kini bersiap untuk dunia.

Budi Santoso

Budi Santoso

Pengamat dinamika perkotaan yang aktif meliput perkembangan ekonomi dan infrastruktur di area Jawa Timur dan Jawa Barat.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *