Duka Mendalam di Nginden Jangkungan: Lansia Surabaya Ditemukan Tak Bernyawa, Diduga Putus Asa Hadapi Stroke

Budi Santoso | ZonaKabar
14 Mei 2026, 18:27 WIB
Duka Mendalam di Nginden Jangkungan: Lansia Surabaya Ditemukan Tak Bernyawa, Diduga Putus Asa Hadapi Stroke

ZonaKabar — Suasana tenang di kawasan Nginden Jangkungan, Surabaya, seketika berubah menjadi mencekam pada Kamis siang yang terik. Warga di sekitar Jalan Jangkungan Makam dikagetkan dengan penemuan jenazah seorang pria lanjut usia di dalam kediamannya. Dugaan sementara, pria malang tersebut memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri di tengah perjuangannya melawan penyakit kronis yang telah lama dideritanya.

Kronologi Penemuan Jasad di Nginden Jangkungan

Peristiwa memilukan ini pertama kali dilaporkan pada Kamis (14/5/2026) sekitar pukul 14.28 WIB. Lokasi kejadian berada di sebuah rumah yang terletak di Jalan Jangkungan Makam Nomor 20, Kelurahan Nginden Jangkungan, Kecamatan Sukolilo, Surabaya. Penemuan ini bermula dari kecurigaan kerabat atau warga sekitar yang kemudian melaporkannya ke pihak berwenang guna memastikan kondisi korban yang berada di dalam rumah.

Kepala Bidang Darurat dan Logistik (Darlog) BPBD Linmas Surabaya, Linda Novanti, mengonfirmasi adanya laporan tersebut. Tak lama setelah laporan diterima, tim gabungan dari BPBD, tim medis, serta jajaran kepolisian segera meluncur ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan tanda-tanda yang mengarah pada tindakan bunuh diri.

Baca Juga Geger Penemuan Bayi di Jombang: Tangis Tengah Malam yang Menyayat Hati di Teras Rumah Warga
Geger Penemuan Bayi di Jombang: Tangis Tengah Malam yang Menyayat Hati di Teras Rumah Warga

“Petugas tiba di lokasi dan langsung melakukan pengecekan bersama pihak Polsek setempat serta rekan dari tim Inafis. Langkah awal yang kami lakukan adalah pengamanan lokasi kejadian agar proses identifikasi berjalan lancar,” ujar Linda Novanti dalam keterangan resminya yang diterima oleh redaksi ZonaKabar.

Identitas Korban dan Riwayat Penyakit yang Menahun

Berdasarkan data yang dihimpun oleh tim di lapangan, korban diketahui berinisial M, seorang pria yang telah menginjak usia senja, yakni 82 tahun. Masa tua yang seharusnya dihabiskan dengan ketenangan tampaknya menjadi beban berat bagi korban. Informasi dari pihak keluarga dan petugas di lapangan menyebutkan bahwa M memiliki riwayat penyakit stroke yang cukup parah.

Kondisi kesehatan yang menurun drastis akibat stroke diduga menjadi faktor pemicu utama munculnya rasa putus asa. Penyakit stroke seringkali membuat penderitanya kehilangan kemandirian fisik, yang pada titik tertentu dapat memicu depresi berat, terutama pada lansia di Surabaya yang mungkin merasa tidak ingin membebani anggota keluarga lainnya. Meski demikian, kepolisian masih mendalami motif pasti di balik tindakan nekat pria tersebut.

Baca Juga Mengurai Hukum Kurban dalam Islam: Antara Keharusan dan Keutamaan yang Tak Ternilai
Mengurai Hukum Kurban dalam Islam: Antara Keharusan dan Keutamaan yang Tak Ternilai

Petugas Inafis Polrestabes Surabaya yang tiba di lokasi segera melakukan olah TKP secara mendalam. Berdasarkan informasi yang berkembang, korban ditemukan dalam posisi gantung diri. Kehadiran tim Inafis bertujuan untuk memastikan tidak ada unsur kekerasan atau tindak pidana lain yang menyebabkan kematian korban, selain dari tindakan murni mengakhiri hidup sendiri.

Proses Evakuasi dan Pendampingan Keluarga

Setelah proses olah TKP selesai dan data-data identifikasi dirasa cukup, jenazah korban kemudian dievakuasi dari dalam rumah. Proses evakuasi dilakukan dengan protokol yang ketat oleh petugas dari Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya. Jenazah kemudian dibawa menuju kamar jenazah Rumah Sakit (RS) Haji Surabaya menggunakan unit ambulans yang telah disiagakan.

Linda menuturkan bahwa selama proses evakuasi hingga pengantaran ke rumah sakit, pihak keluarga terus mendampingi. Suasana haru tak terelakkan saat jasad korban dikeluarkan dari rumah. Kehilangan anggota keluarga dengan cara yang tragis tentu meninggalkan trauma mendalam bagi mereka yang ditinggalkan. Pihak berwenang pun mengimbau masyarakat untuk memberikan ruang privasi bagi keluarga yang sedang berduka di tengah musibah berita Surabaya yang cukup menyita perhatian ini.

Baca Juga Kisah Inspiratif Pasutri Penjual Bubur Asal Sidoarjo: 16 Tahun Menabung di Kantong Kresek Demi Menunaikan Ibadah Haji
Kisah Inspiratif Pasutri Penjual Bubur Asal Sidoarjo: 16 Tahun Menabung di Kantong Kresek Demi Menunaikan Ibadah Haji

Fenomena Kesehatan Mental pada Lansia: Ancaman yang Terabaikan

Kasus yang menimpa M di Nginden Jangkungan ini menjadi alarm keras bagi masyarakat mengenai pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, khususnya bagi kelompok lanjut usia. Lansia yang menderita penyakit degeneratif seperti stroke seringkali mengalami isolasi sosial dan perasaan tidak berdaya. Tanpa pendampingan psikologis yang tepat, rasa putus asa bisa berujung pada keputusan yang fatal.

Dalam konteks sosial di kota besar seperti Surabaya, tekanan ekonomi dan perubahan pola hidup urban terkadang membuat interaksi antaranggota keluarga menjadi berkurang. Padahal, bagi seorang lansia, kehadiran fisik dan dukungan emosional dari anak serta cucu adalah obat yang paling mujarab untuk menjaga semangat hidup. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur sebelumnya juga pernah menyoroti bagaimana tekanan ekonomi dan kondisi kesehatan menjadi faktor dominan dalam meningkatnya angka bunuh diri di wilayah ini.

Pentingnya Layanan Konsultasi dan Dukungan Psikologis

Tragedi ini mengingatkan kita semua bahwa depresi bukanlah hal yang bisa dianggap sepele. Rasa sedih yang mendalam, hilangnya minat pada hobi, hingga keinginan untuk mengakhiri hidup adalah sinyal bahaya yang harus segera direspons. Jika Anda atau orang-orang di sekitar Anda menunjukkan gejala depresi, sangat disarankan untuk segera menghubungi tenaga profesional.

Baca Juga Dilema Ibadah Dzulhijjah: Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunah dan Qadha Ramadhan? Ini Penjelasan Lengkap Para Ulama
Dilema Ibadah Dzulhijjah: Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunah dan Qadha Ramadhan? Ini Penjelasan Lengkap Para Ulama

Di Surabaya, terdapat berbagai layanan kesehatan yang menyediakan konsultasi psikologi dan psikiatri. Klinik kesehatan mental, rumah sakit umum, hingga layanan hotline darurat bisa menjadi pintu pertama untuk mendapatkan bantuan. Jangan biarkan beban pikiran ditanggung sendirian. Ceritakan persoalan Anda kepada psikolog atau pihak-pihak yang berkompeten di bidangnya guna mendapatkan solusi yang tepat tanpa harus menempuh jalan pintas.

Langkah Preventif bagi Keluarga dengan Anggota Lansia Sakit

Bagi keluarga yang memiliki anggota lansia dengan penyakit kronis, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga stabilitas emosional mereka. Pertama, pastikan mereka tetap merasa dibutuhkan dalam lingkungan rumah. Libatkan mereka dalam diskusi ringan atau aktivitas sederhana yang masih bisa mereka lakukan. Kedua, perhatikan perubahan perilaku sekecil apa pun, seperti keinginan untuk menyendiri atau ucapan-ucapan yang bernada putus asa.

Ketiga, rutinlah membawa mereka melakukan kontrol medis, tidak hanya untuk kesehatan fisik tetapi juga evaluasi mental. Banyak dokter saraf kini bekerja sama dengan psikolog untuk menangani pasien stroke guna mencegah terjadinya depresi pasca-serangan. Kepekaan kita sebagai orang terdekat adalah kunci utama dalam mencegah terulangnya kejadian memilukan seperti yang terjadi di Sukolilo Surabaya ini.

Baca Juga Skandal Korupsi Hibah Pokir Magetan: PKB Siapkan Langkah Hukum Usai Ketua DPRD Terjerat Kasus Rp 242 Miliar
Skandal Korupsi Hibah Pokir Magetan: PKB Siapkan Langkah Hukum Usai Ketua DPRD Terjerat Kasus Rp 242 Miliar

Catatan Redaksi: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Jika Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental terdekat.

Budi Santoso

Budi Santoso

Pengamat dinamika perkotaan yang aktif meliput perkembangan ekonomi dan infrastruktur di area Jawa Timur dan Jawa Barat.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *