Festival Rujak Uleg Masuk KEN: Mengintip Kemegahan Rujakphoria 2026 dan Pesona Kuliner Legendaris Surabaya

Budi Santoso | ZonaKabar
04 Mei 2026, 08:16 WIB
Festival Rujak Uleg Masuk KEN: Mengintip Kemegahan Rujakphoria 2026 dan Pesona Kuliner Legendaris Surabaya

ZonaKabar — Kota Surabaya tidak pernah kehabisan cara untuk memanjakan warganya sekaligus menarik perhatian wisatawan dunia. Di balik deretan gedung pencakar langit dan hiruk-pikuk pelabuhan yang sibuk, tersimpan sebuah denyut tradisi yang terus berdegup kencang: kuliner. Salah satu puncaknya adalah Festival Rujak Uleg, sebuah perhelatan akbar yang kini bukan sekadar pesta lokal, melainkan telah bertransformasi menjadi magnet pariwisata nasional. Kabar gembira datang bagi para pecinta wisata kuliner, pasalnya festival ini kembali masuk dalam daftar bergengsi Kharisma Event Nusantara (KEN) untuk edisi Rujakphoria 2026.

Perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 mendatang dipastikan akan lebih berwarna. Jika Surabaya Vaganza menawarkan kemegahan pawai bunga, maka Festival Rujak Uleg atau yang kini populer dengan sebutan Rujakphoria adalah perayaan atas rasa, aroma, dan kebersamaan. Aroma petis yang kuat dan gurih akan kembali menyelimuti udara Surabaya, menyatukan ribuan orang dari berbagai lapisan masyarakat dalam ritual kolektif mengulek bumbu di atas cobek batu.

Menelusuri Akar Sejarah: Dari Jalanan Hingga Diakui Negara

Festival Rujak Uleg bukanlah sebuah acara yang muncul dalam semalam. Menelusuri sejarahnya, tradisi ini pertama kali diinisiasi pada tahun 2004. Pada mulanya, acara ini dirancang sebagai bentuk pelestarian terhadap Rujak Cingur, kuliner ikonik yang menjadi identitas autentik Kota Pahlawan. Siapa sangka, berawal dari kerumunan kecil di pinggir jalan, antusiasme masyarakat yang luar biasa membuat Pemerintah Kota Surabaya konsisten menjadikannya agenda tahunan setiap bulan Mei.

Baca Juga Mengungkap Rahasia Situs Adan-Adan Kediri: Mahakarya yang Terpendam dan Tantangan Ekskavasi Candi Megah
Mengungkap Rahasia Situs Adan-Adan Kediri: Mahakarya yang Terpendam dan Tantangan Ekskavasi Candi Megah

Perjalanan festival ini menuju kancah nasional penuh dengan torehan prestasi. Salah satu momen paling monumental terjadi pada tahun 2019, di mana Festival Rujak Uleg berhasil memecahkan rekor MURI. Saat itu, ribuan peserta mengulek secara massal menggunakan cobek raksasa yang belum pernah terlihat sebelumnya di Indonesia. Tak hanya soal kuantitas, kualitas budaya dari menu utama festival ini pun mendapat pengakuan tertinggi. Pada tahun 2021, Rujak Cingur resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Pemerintah Indonesia, sebuah validasi bahwa racikan cingur sapi, sayuran, dan bumbu petis ini adalah aset bangsa yang tak ternilai harganya.

Rujakphoria 2026: Mengapa Masuk Kharisma Event Nusantara (KEN)?

Masuknya sebuah acara ke dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) bukanlah perkara mudah. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memiliki kriteria ketat yang melibatkan kurasi mendalam, mulai dari orisinalitas, potensi ekonomi, hingga konsistensi penyelenggaraan. Festival Rujak Uleg telah membuktikan tajinya dengan terpilih berturut-turut pada tahun 2023, 2025, dan kini dipastikan kembali hadir dalam KEN 2026.

Pengakuan ini membawa dampak sistemik. Skala festival kini tidak lagi hanya menyasar warga Surabaya (Arek-Arek Suroboyo), melainkan menjadi agenda perjalanan bagi turis domestik dan mancanegara. Dengan label KEN, Rujakphoria 2026 akan mendapatkan dukungan promosi yang lebih masif, menjadikannya sejajar dengan festival-festival besar lainnya di tanah air. Ini adalah bentuk keberhasilan kolaborasi antara pelestarian budaya dan modernitas manajemen event.

Baca Juga Serangan Balik Sukur Priyanto: Prahara Dugaan Ijazah Palsu di Kursi DPRD Bojonegoro Memanas
Serangan Balik Sukur Priyanto: Prahara Dugaan Ijazah Palsu di Kursi DPRD Bojonegoro Memanas

Jadwal dan Lokasi Rujakphoria 2026: Catat Tanggal Mainnya!

Bagi Anda yang ingin merasakan sensasi menyengatnya sambal petis dan kemeriahan atraksi budaya, sangat penting untuk mencatat jadwal pelaksanaannya agar tidak ketinggalan momen langka ini. Berdasarkan informasi terbaru, puncak perayaan Festival Rujak Uleg atau Rujakphoria 2026 akan diselenggarakan pada:

  • Hari/Tanggal: Sabtu, 9 Mei 2026
  • Waktu: Pukul 18.00 WIB hingga selesai
  • Lokasi: Surabaya Expo Center (SEC)

Pemilihan lokasi di Surabaya Expo Center menunjukkan pergeseran ke arah yang lebih modern dan tertata tanpa meninggalkan esensi kerakyatan. Venue ini dianggap mampu menampung antusiasme massa yang diperkirakan akan membeludak, sekaligus memberikan kenyamanan lebih bagi pengunjung untuk menikmati setiap sudut pameran dan pertunjukan.

Rangkaian Acara: Lebih Dari Sekadar Mengulek Bumbu

Apa yang membuat Rujakphoria 2026 begitu dinanti? Jawabannya terletak pada diversifikasi acara yang dihadirkan. Panitia tidak hanya menyuguhkan atraksi membuat rujak, tetapi juga mengemasnya dalam balutan hiburan kontemporer yang menarik bagi generasi muda. Berikut adalah beberapa rangkaian utama yang akan menyemarakkan Hari Jadi Kota Surabaya ke-733:

Baca Juga Kalender Jawa 23 Mei 2026: Menelusuri Karakter Weton Sabtu Kliwon dan Keistimewaan Bulan Besar
Kalender Jawa 23 Mei 2026: Menelusuri Karakter Weton Sabtu Kliwon dan Keistimewaan Bulan Besar

1. Nguleg Massal Berbusana Unik

Inilah inti dari festival ini. Ribuan peserta yang terdiri dari perangkat daerah, komunitas hobi, hingga perwakilan hotel dan restoran akan saling adu kebolehan meracik rujak. Uniknya, mereka tidak mengenakan celemek biasa, melainkan kostum-kostum tematik yang kreatif, mulai dari busana adat hingga kostum fantasi yang estetik.

2. Fashion Show On The Street

Tidak hanya model profesional, para peserta festival juga akan berlenggak-lenggok memamerkan busana mereka. Jalanan akan disulap menjadi catwalk panjang yang menampilkan harmoni antara kearifan lokal dan gaya modern.

3. Eksplorasi Rujak Nusantara

Meski Rujak Cingur menjadi primadona, festival ini juga memberikan ruang bagi varian rujak dari berbagai daerah di Indonesia. Ini adalah upaya untuk menunjukkan betapa kayanya khazanah kuliner nusantara dalam satu wadah yang inklusif.

4. Arena Bermain dan Edukasi UMKM

Keluarga yang membawa anak-anak tidak perlu khawatir. Tersedia area bermain (playground) yang aman. Selain itu, deretan stan UMKM Surabaya akan memamerkan produk-produk unggulan mereka, mulai dari kerajinan tangan hingga kudapan khas yang bisa dijadikan buah tangan.

Baca Juga Misi Sakral Persebaya di Manahan: Francisco Rivera dan Ambisi Menembus Tembok Empat Besar Super League
Misi Sakral Persebaya di Manahan: Francisco Rivera dan Ambisi Menembus Tembok Empat Besar Super League

5. Lomba Vlog dan Digital Content

Menyadari kekuatan media sosial, Rujakphoria 2026 juga merangkul para kreator konten. Lomba vlog akan memicu kreativitas pengunjung untuk mengabadikan setiap sudut estetis festival, sehingga gaungnya semakin luas di jagat maya.

Filosofi di Balik Cobek dan Petis

Bagi masyarakat Surabaya, Festival Rujak Uleg bukan sekadar urusan perut. Ada filosofi mendalam di balik kegiatan mengulek bersama. Cobek batu yang kuat melambangkan keteguhan hati warga Surabaya, sementara bumbu petis yang berasal dari sari udang melambangkan kekayaan hasil laut dan bumi. Proses mengulek secara kolektif menggambarkan semangat gotong royong dan kesetaraan—bahwa di hadapan sebuah cobek, semua orang dari berbagai strata sosial memiliki kedudukan yang sama.

Kegiatan bagi-bagi rujak secara gratis kepada penonton juga merupakan simbol kedermawanan dan rasa syukur atas usia kota yang terus bertambah. Ini adalah momen di mana batas antara pejabat dan rakyat melebur dalam satu piring rujak yang sama.

Menuju Wisata Berkelanjutan di Surabaya

Dengan masuknya Festival Rujak Uleg ke dalam kalender KEN, Surabaya semakin mengukuhkan diri sebagai destinasi wisata budaya yang patut diperhitungkan. Pemerintah kota berharap event ini tidak hanya menjadi pesta sesaat, tetapi mampu memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi para pelaku industri kreatif dan perhotelan di sekitarnya.

Baca Juga Dilema Pariwisata Kota Batu: Saat Destinasi Membeludak Namun Okupansi Hotel Masih Enggan Beranjak
Dilema Pariwisata Kota Batu: Saat Destinasi Membeludak Namun Okupansi Hotel Masih Enggan Beranjak

Persiapan menuju Rujakphoria 2026 pun sudah mulai dilakukan sejak jauh-jauh hari. Mulai dari perbaikan infrastruktur akses menuju lokasi, peningkatan kapasitas UMKM, hingga kurasi seni pertunjukan yang akan mendampingi acara utama. Tujuannya satu: memberikan pengalaman tak terlupakan bagi setiap jiwa yang hadir di Surabaya pada Mei 2026 mendatang.

Jadi, sudahkah Anda menyiapkan agenda untuk mengunjungi Surabaya tahun depan? Pastikan Anda menjadi bagian dari kemeriahan Rujakphoria 2026. Siapkan kamera, ajak kerabat, dan bersiaplah untuk tenggelam dalam lautan rasa dan budaya di salah satu festival terbaik Indonesia ini. Sampai jumpa di Surabaya Expo Center!

Budi Santoso

Budi Santoso

Pengamat dinamika perkotaan yang aktif meliput perkembangan ekonomi dan infrastruktur di area Jawa Timur dan Jawa Barat.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *