Duel Hidup Mati di Manahan: Persis Solo Berjuang Lepas dari Jeratan Degradasi Saat Jamu Dewa United

Aris Munandar | ZonaKabar
16 Mei 2026, 07:40 WIB
Duel Hidup Mati di Manahan: Persis Solo Berjuang Lepas dari Jeratan Degradasi Saat Jamu Dewa United

ZonaKabar — Atmosfer panas menyelimuti Kota Surakarta menjelang laga krusial yang akan mempertemukan sang tuan rumah, Persis Solo, dengan tamunya yang sedang naik daun, Dewa United. Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Manahan pada Sabtu malam (16/5/2026) pukul 19.00 WIB ini bukan sekadar laga biasa. Di pundak para pemain Laskar Sambernyawa, tersemat beban berat untuk mempertahankan eksistensi mereka di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Memasuki pekan ke-33 dalam lanjutan Super League 2025/2026, Persis Solo berada dalam situasi yang sangat terjepit. Berada di peringkat ke-16 klasemen sementara dengan koleksi 28 poin, tim kebanggaan warga Solo ini tak punya pilihan lain selain menyapu bersih dua laga tersisa dengan kemenangan. Jika tergelincir di tangan Dewa United atau saat melawan Persita nantinya, bayang-bayang turun kasta ke Liga 2 akan menjadi kenyataan pahit yang sulit dihindari.

Pertaruhan Nyawa Laskar Sambernyawa di Kandang Sendiri

Kondisi Persis Solo saat ini memang sedang berada di titik nadir. Setelah serangkaian hasil minor, termasuk kekalahan telak dari Persija Jakarta dan Malut United, serta hasil imbang yang menyesakkan saat melawan Persebaya, mentalitas tim sedang diuji habis-habisan. Bermain di depan pendukung fanatiknya sendiri, Persis diharapkan mampu menunjukkan karakter asli mereka sebagai tim legendaris yang pantang menyerah.

Baca Juga Akhir Pelarian El Jardinero: Komandan Kartel CJNG Diringkus di Gorong-Gorong Setelah Operasi Militer Masif
Akhir Pelarian El Jardinero: Komandan Kartel CJNG Diringkus di Gorong-Gorong Setelah Operasi Militer Masif

Namun, nasib Laskar Sambernyawa tidak sepenuhnya berada di tangan mereka sendiri. Selain harus berjuang di lapangan, mereka juga harus memantau hasil pertandingan kompetitor lainnya, terutama Madura United. Jika Laskar Sape Kerrab berhasil mengamankan satu saja kemenangan dalam laga sisa mereka melawan PSIM Yogyakarta atau PSM Makassar, maka peluang Persis untuk merangkak naik akan semakin tertutup rapat. Meski demikian, manajemen dan tim pelatih tetap menegaskan bahwa mereka hanya akan fokus pada apa yang bisa mereka kendalikan di lapangan hijau.

Filosofi dan Keyakinan Milomir Seslija

Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, dalam sesi konferensi pers yang digelar di Stadion Manahan pada Jumat (15/5/2026), mengungkapkan bahwa fokus utama timnya saat ini adalah memperbaiki performa internal. Pria yang akrab disapa Milo ini tidak ingin anak asuhnya terdistraksi oleh spekulasi hasil pertandingan di tempat lain. Ia menekankan pentingnya profesionalisme dan kejujuran dari setiap tim yang berkompetisi di akhir musim ini.

“Kami hanya fokus pada pertandingan kami sendiri. Kami tidak bisa memikirkan apa yang terjadi di pertandingan lain. Harapan kami, semua tim bermain jujur dan profesional, seperti yang ditunjukkan Persebaya kemarin. Kami sepenuhnya fokus pada Dewa United karena mereka adalah tim yang sangat berkualitas. Kami harus mampu melampaui batas kemampuan kami untuk meraih hasil terbaik,” ujar Milo dengan nada penuh keyakinan.

Baca Juga Polemik Pajak UMKM di Pati: Antara Target Pendapatan Daerah dan Jeritan Pelaku Usaha Kecil
Polemik Pajak UMKM di Pati: Antara Target Pendapatan Daerah dan Jeritan Pelaku Usaha Kecil

Milo juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas lawan. Baginya, Dewa United saat ini merupakan salah satu kekuatan sepak bola paling konsisten di Indonesia, setara dengan Persib Bandung dan Borneo FC. Menghadapi tim bertabur bintang seperti Dewa United justru menjadi suntikan motivasi bagi Milo untuk membuktikan bahwa taktik dan semangat juang mampu mengalahkan materi pemain yang mentereng.

Krisis Pemain: Tantangan atau Kesempatan?

Ujian bagi Persis Solo semakin berat karena mereka harus kehilangan empat pilar utamanya dalam laga krusial ini. Roman, Bagaskara, dan Jauhari dipastikan absen akibat cedera yang belum pulih, sementara striker muda berbakat Arkhan Kaka harus memenuhi panggilan tugas membela Tim Nasional. Kehilangan pemain-pemain inti di saat-saat genting tentu menjadi kerugian besar bagi kedalaman skuad Persis Solo.

Namun, Milo melihat situasi ini dari sudut pandang yang berbeda. Alih-alih meratapi absennya pemain kunci, ia justru menantang para pemain cadangan untuk menunjukkan tajinya. “Ini adalah momen pembuktian. Pemain lain harus bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk menunjukkan bahwa mereka layak berada di tim ini. Dalam sepak bola, absensi satu pemain adalah pintu kesempatan bagi pemain lainnya,” tambahnya.

Baca Juga Membongkar Markas Scammer Internasional di Solo Baru: Siasat Manipulasi Emosional dan Kerugian Global Rp 41 Miliar
Membongkar Markas Scammer Internasional di Solo Baru: Siasat Manipulasi Emosional dan Kerugian Global Rp 41 Miliar

Salah satu fokus utama Milo adalah meningkatkan produktivitas gol. Ia menyebut bahwa mencetak gol bukan sekadar urusan teknis, melainkan sebuah seni yang membutuhkan kepercayaan diri tinggi dan ketenangan di depan gawang lawan. Ia mengingatkan kembali momen-momen indah saat timnya mampu mencetak gol fantastis ke gawang Bali United sebagai referensi bagi para pemainnya untuk tampil lebih klinis.

Dewa United: Ambisi Menuju Championship Series

Di sisi lain, Dewa United datang ke Solo bukan untuk sekadar bermain formalitas. Tim asuhan Jan Olde Riekerink ini memiliki misi besar untuk finis di posisi empat besar demi mengamankan tiket ke babak Championship Series. Jika berhasil mengalahkan Persis, posisi mereka di papan atas akan semakin kokoh, sekaligus memberikan dorongan terakhir bagi Persis Solo menuju jurang degradasi.

Jan Olde Riekerink menyadari sepenuhnya bahwa laga ini akan berlangsung sangat sengit karena kedua tim mempertaruhkan sesuatu yang sangat besar. “Ada banyak hal yang dipertaruhkan besok. Persis ingin selamat dari degradasi, sedangkan kami ingin mempertahankan posisi di empat besar. Dua misi yang berbeda, namun sama-sama krusial,” tutur pelatih asal Belanda tersebut.

Baca Juga Kisruh Internal Beringin: DPD Golkar Jateng Nyatakan Musda Wonosobo Ilegal dan Produk Gagal
Kisruh Internal Beringin: DPD Golkar Jateng Nyatakan Musda Wonosobo Ilegal dan Produk Gagal

Secara statistik, Dewa United memang jauh lebih diunggulkan. Mereka datang dengan catatan impresif, yakni belum terkalahkan dalam delapan pertandingan terakhir. Kedalaman skuad mereka yang merata di setiap lini membuat Dewa United menjadi lawan yang sangat menakutkan bagi siapa pun musim ini. Materi pemain asing dan lokal yang mereka miliki dianggap sebagai salah satu yang terbaik di liga saat ini.

Bayang-Bayang Sejarah dan Dominasi Statistik

Sejarah juga seolah memihak kepada tim tamu. Berdasarkan catatan pertemuan, Persis Solo belum pernah sekalipun mencicipi kemenangan saat berjumpa Dewa United, bahkan sejak kedua tim masih berkompetisi di Liga 2 pada tahun 2019 silam. Dominasi ini memberikan beban psikologis tambahan bagi penggawa Laskar Sambernyawa yang wajib menang demi napas mereka di Liga 1.

Meskipun memiliki keunggulan sejarah, Jan Olde Riekerink tidak ingin jemawa. Ia menilai Persis Solo saat ini telah banyak berubah dibandingkan pertemuan-pertemuan sebelumnya. Menurutnya, komposisi pemain Persis yang sudah mengalami perombakan hingga 60 persen membuat catatan sejarah masa lalu tidak bisa dijadikan patokan mutlak. Ia tetap menginstruksikan anak asuhnya untuk waspada penuh terhadap potensi kejutan yang bisa diberikan tuan rumah di Stadion Manahan.

Baca Juga Tragedi Tanah Longsor di Manyaran Semarang: Antara Kehilangan Tempat Tinggal dan Keteguhan Hati Sang Pemilik
Tragedi Tanah Longsor di Manyaran Semarang: Antara Kehilangan Tempat Tinggal dan Keteguhan Hati Sang Pemilik

Prediksi Laga: Drama di Menit-Menit Akhir

Pertandingan ini diprediksi akan berjalan dengan tempo tinggi sejak menit awal. Persis Solo kemungkinan besar akan langsung tampil menekan guna mencari gol cepat untuk menenangkan mental para pemain dan suporter. Sebaliknya, Dewa United dengan kematangan taktiknya kemungkinan akan bermain lebih sabar, mengincar celah lewat serangan balik cepat yang mematikan.

Dukungan dari ribuan Pasoepati dan elemen suporter Persis lainnya diharapkan mampu menjadi pemain ke-12 yang memberikan energi tambahan bagi para pemain. Namun, di sisi lain, jika gol tak kunjung datang, tekanan dari tribun bisa menjadi bumerang bagi skuad asuhan Milo. Kesabaran, konsentrasi, dan kecerdasan dalam mengambil keputusan akan menjadi kunci utama siapa yang akan keluar sebagai pemenang dalam drama kolosal di Kota Solo malam nanti.

Akankah Laskar Sambernyawa mampu memutus kutukan dan menjaga harapan untuk bertahan di Liga 1? Ataukah Dewa United yang akan semakin memantapkan posisinya di papan atas sekaligus mengirim tim tuan rumah lebih dekat ke kasta kedua? Semua jawaban akan tersaji di atas rumput hijau Manahan.

Aris Munandar

Aris Munandar

Jurnalis senior dengan spesialisasi berita regional dan kebijakan publik. Fokus pada isu sosial di wilayah Jawa Tengah.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *